Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

Yogyakarta (22/08/2021) jogjaprov.go.id – SMA N 1 Yogyakarta (SMA Teladan) bersama Ikatan Dokter Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) menyelenggarakan kegiatan vaksinasi untuk pelajar di Sekolah Teladan pada Minggu (22/08).

Hadir dalam kegiatan vaksinasi, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen terkait (KATY, SMA N 1 Yogyakarta, para Nakes, Camat dan Lurah setempat) yang telah bersatu, bekerjasama dalam penyelenggaraan vaksinasi kali ini.

Khususnya, kepada Bapak Kepala Sekolah yang telah berkenan memberikan tempat. Dan tak lupa rasa terima kasih juga diucapkan Wakil Gubernur DIY kepada Dokkes Polri yang telah berperan serta mendukung kegiatan vaksinasi, berkolaborasi bersama ikut membantu percepatan vaksinasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya bagi pelajar.

“Apapun kita dorong agar pembelajaran tatap muka bisa segera kita laksanakan,” jelas Sri Paduka. “Saya mengapresiasi dan matur nuwun sekali kepada Keluarga Alumi Teladan Yogyakarta. Harapannya tidak hanya kali ini saja, bagaimana secara khusus kita membantu percepatan pembelajaran, membantu percepatan pendidikan tatap muka khususnya DIY, pada umumnya nanti Indonesia,” ungkap Sri Paduka.

“Secara pribadi, saya mendo’akan semoga semua sehat dan bisa terus beraktivitas,” harap Sri Paduka di akhir sambutannya.

Serupa apa yang disampaikan dengan Sri Paduka, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Dokter Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta yang telah berkenan melaksanakan program vaksinasi di SMA Negeri 1 Yogyakarta.

“Oleh karena itu, kami atas nama keluarga besar SMA Negeri 1 Yogyakarta menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KATY dan Ikatan Dokter KATY, dr. Ova yang telah melaksanakan vaksinasi di SMA Negeri 1 Yogyakarta,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan informasi bahwa ada 959 siswa di Sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta dan pada hari ini ada 400 siswa yang mendaftar vaksinasi, selebihnya sudah divaksin. Adapun Bapak Ibu guru di Sekolah juga semuanya sudah menerima vaksin.

Pada hari ini, tidak hanya para siswa yang menerima vaksin tetapi juga ada sebagian orang tua murid yang mendaftar vaksin. “Pada hari ini juga ada sekitar 300 orang tua dari siswa yang akan divaksin, warga sekolah, 25 orang siswa SMK Negeri 2 dan masyarakat sekitar di SMA Negeri 1 Yogyakarta,” jelasnya.

“Kami sangat mengharapkan, mudah-mudahan kegiatan vaksinasi segera selesai sehingga harapan kami pembelajaran tatap muka bisa terealisasi,” ucap Kepala Sekolah di akhir sambutannya. (fk)

HUMAS DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


 

Yogyakarta (21/08/2021) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam meninjau program vaksinasi yang diselenggarakan di Taman Budaya Kulon Progo, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (21/08) siang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program percepatan vaksinasi yang digalakkan pemerintah pusat.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa hingga saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kulon Progo masih berada di atas 200 kasus atau masih dalam status level 4. Tracing perlu dilakukan untuk dapat segera mengurangi kasus di Kulon Progo.

“Tugas kita adalah harus banyak melaksanakan tracing kontak erat,” ungkap Marsekal Hadi. Hingga saat ini untuk tiap satu kasus terkonfirmasi positif, rata-rata tracing yang dilakukan adalah sebanyak 2-3 orang. Ia berharap agar proses tracing tersebut dapat ditingkatkan hingga mencapai 6-8 orang untuk tiap kasus terkonfirmasi positif.

Marsekal Hadi juga mendorong agar pasien isoman dapat segera dipindahkan ke fasilitas isoter. Pasien Covid-19 yang dirawat di isoter akan lebih terpantau kondisi kesehatannya serta ketersediaan obat yang diperlukan. Oleh karena itu, Hadi berharap TNI, Polri, Pemda, dan Puskesmas bisa bekerjasama menghimbau masyarakat agar mau dipindahkan ke fasilitas isoter. Diharapkan dengan melaksanakan langkah-langkah tersebut, status darurat Kabupaten Kulon Progo dapat segera turun ke level 3, bahkan level 1.

Menkes Budi Gunadi menyampaikan bahwa tren kasus Covid-19 di DIY sudah menurun, namun demikian keberadaan virus tersebut kemungkinan masih lama hidup di lingkungan sekitar. Senada dengan Panglima TNI, Menkes Budi menekankan pentingnya testing dan tracing untuk mengurangi laju penyebaran virus Covid-19. “Kalau  misalnya ada yang sakit keluarganya segera dilaporkan ke Puskesmas itu bagian dari tracing atau pelacakan, supaya bisa dites,” ungkapnya.

Budi juga menyebutkan bahwa 95% pasien akan sembuh apabila tertangani dengan lebih cepat. Banyak warga masyarakat yang takut untuk mengikuti tes, sehingga terlambat memperoleh penanganan dan akhirnya tidak tertolong. “Kalau misalnya ada yang kena, jangan takut di tes. Kalau misalnya ada yang kena, jangan takut dilacak,” imbaunya.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit meminta masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Saat ini telah diberikan pelonggaran untuk beberapa aktivitas masyarakat untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Listyo menyebutkan bahwa terdapat potensi peningkatan kasus dengan adanya pelonggaran tersebut. “Ada potensi bahwa penularan Covid juga akan meningkat. Oleh karena itu, tentunya imbauan kita adalah bagaimana di tengah situasi pelonggaran yang ada, masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan kuat,” tegasnya. (sf)

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


Masyarakat pelaku wisata, keluarga serta mereka yang berdomisili di sekitar obyek wisata memang menjadi target utama vaksinasi untuk pariwisata. Mereka harus sehat dan bersih sehingga mampu menjadi representasi wisata yang sehat. Hal ini menurut Singgih juga mampu menjadi promosi pariwisata sekaligus promosi vaksinasi. Bisa diartikan pula vaksinasi di dunia pariwisata diharapkan mampu mendorong keinginan masyarakat yang belum divaksin menjadi bersedia divaksin dengan sukarela.

Vaksinasi pariwisata ini menurut Singgih tidak akan terselenggara tanpa dukungan banyak pihak, diantaranya Paniradya Keistimewan dan Pemkab Bantul. “Vaksinasi yang terselenggara atas kerjasama dengan Dinkes dan Dispar Bantul dengan Paniradya Keistimewan ini menggunakan atau disupport dengan dana keistimewaan. Kali ini kita mempunyai target 1000 sasaran pelaku pariwisata di Kabupaten Bantul. Saya berharap ini menjadi bagian dari mempersiapkan destinasi wisata untuk bisa kembali menerima kunjungan wisatawan dengan aman, dengan sehat dan nyaman tentunya,” jelas Singgih.

Wakil Bupati Bantul Joko B. Purnomo sangat mengapresiasi perhatian dan keseriusan Pemda DIY terhadap para pelaku wisata di Bantul. Menurutnya sangat tepat menjadikan wisata sebagai prioritas vaksinasi mengingat penyumbang ekonomi tersbesar di DIY memang berasal dari sektor pariwisata.

“Pariwisata adalah menjadi salah satu urat nadi dari DIY dimana pariwisatanya adalah merupakan wajah kita yang bisa dilihat secara konkret dan nyata oleh masyarakat luar. Sehingga Ngarsa Dalem, Pak Gubernur melalui Pak Aris, Pak Singgih ini memiliki satu komitmen bersama, kita bangun sinergi bahwa pariwisata kita pengelolaannya, masyarakatnya, semuanya harus sehat. Tidak boleh ada yang sakit,” tegas Joko.

Joko menambahkan, sudah selayaknya masyarakat di sekitar destinasi wisata hingga pengelolanya harus tervaksin. Lingkungan masyarakat yang bersih dan tidak menularkan menjadi hal yang wajib di miliki pariwisata DIY untuk mempersiapkan diri untuk menjaid tuan rumah bagi para wisatawan apabila nanti destinasi wisata sudah bisa beroperasi.  

Joko menjelaskan, vaksinasi ini memang benar didanai menggunakan dana keistimewaan (Danais). Dirinya dan warga Bantul menyambut baik kegiatan vaksinasi yang dilakukan sebagai bentuk  perhatian Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada pelaku wisata Bantul, pengelola wisata POKDARWIS dan lain-lain sebagainya.

 “Nanti teman-teman di Dinas Pariwisata ini sudah tidak pikir-pikir lagi dan langsung bisaa start menyambut dikendorkannya PPKM. Dan masyarakat Bantul sudah siap. Sekali lagi matur nuwun dan harapan kita ini akan membikin kita menjadi aman nyaman kemudian siap untuk pariwisata di Kabupaten Bantul,” tutup Joko.

Siti Amanah, salah satu warga dari Desa Wisata Krebet yang menjadi salah satu penerima vaksin mengaku sangat senang dengan vaksinasi ini. Dirinya sangat berharap dunia wisata yang sempat ambruk bisa kembali bangkit menuju normal. “Vaksinasi ini sangat membantu agar kita bisa menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita. Harapannya bisa pulih kembali seperti dulu, semua kegiatan, semua obyek wisata dibuka kembali,” ungkapnya. (uk)

Humas Pemda DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


Yogyakarta (19/08/2021) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengikuti Rapat Koordinasi Penguatan Solidaritas Penanganan Covid-19 di Indonesia, secara daring pada Kamis (19/08) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Dalam rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy tersebut, pemerintah pusat membentuk Gerakan Solidaritas dan Kedermawanan untuk menangani pandemi Covid-19.

“Perlu pencanangan kembali gerakan solidaritas nasional dalam penanganan Covid-19 dan dampaknya,” ungkap Muhadjir. Ia menyatakan pentingnya penegakkan kembali gerakan solidaritas nasional dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Langkah pertama dalam gerakan ini adalah percepatan penyaluran program perlindungan sosial untuk masyarakat. Termasuk dalam program ini adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan untuk usaha kecil dan subsidi upah, Subsidi Listrik, Kartu Sembako, Subsidi Kuota Internet, Kartu Prakerja, dan Bantuan Beras Bulog. Selanjutnya Muhadjir menyatakan pemerintah perlu melakukan koordinasi dan kolaborasi multipihak melalui optimalisasi peran Klaster Nasional Penanggulangan Bencana.

Klaster Nasional Penanggulangan Bencana terdiri dari Klaster Kesehatan, Klaster Logistik, Klaster Pendidikan, Klaster Pengungsian dan Perlindungan, dan Klaster Pemulihan Dini. Klaster Kesehatan berperan dalam percepatan vaksinasi dan optimalisasi 3T dan 3M serta mengantisipasi kelangkaan obat dan alat kesehatan. Sementara itu, Klaster Logistik bertugas menangani pemenuhan kebutuhan logistik dan pengawalan distribusi logistik. Klaster Pendidikan menangani percepatan vaksinasi bagi pelajar dan tenaga pendidikan serta pelaksanaan sekolah darurat. Klaster Pengungsian dan Perlindungan mengawal proses penyaluran bansos dan penguatan manajemen isoman. Sedangkan Klaster Pemulihan Dini berperan dalam upaya merevitalisasi fungsi pemerintah Desa/ Camat/ Kabupaten/ Provinsi.

Muhadjir juga menyebutkan pentingnya penguatan kapasitas penanganan Covid-19 di masing-masing Kementerian/Lembaga, Pemda, dan pihak-pihak terkait. Langkah terakhir dalam gerakan ini yaitu peningkatan semangat kepedulian masyarakat, solidaritas seluruh bangsa untuk bergotong royong dalam menangani pandemi ini.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan,”Tujuan utama kita menghadapi pandemi ini adalah bagaimana caranya kita bisa menurunkan laju transmisi atau mengurangi laju transmisi.”

Dalam menangani pandemi Covid-19, Budi menyampaikan empat strategi yaitu Perubahan Perilaku, Vaksinasi, Deteksi, dan Terapeutik. Perubahan Perilaku berupa implementasi PPKM Level 1-4 serta penegakkan protokol kesehatan. Vaksinasi yaitu percepatan vaksinasi dengan membentuk sentra vaksinasi. Deteksi dengan jalan meningkatkan tes epidemiologi serta surveilans genomik di daerah-daerah yang berpotensi terjadi lonjakan kasus. Sedangkan strategi terapeutik yaitu dengan mengkonversi 30%-40%  kapasitas RS dan pemanfaatan isolasi terpusat.

“Keempat strategi ini harus terus dijalankan berbarengan untuk bisa menjaga, mengontrol, mengurangi laju penularan,” ungkap Budi. Ia menyebutkan jika hanya menjalankan satu atau dua strategi saja tidak akan efektif. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 lagi. Oleh karena itu, keempat strategi tersebut harus terus dijalankan secara bersamaan. (sf)

Humas Pemda DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


Yogyakarta (19/08/2021) jogjaprovgoid - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mendorong kabupaten/kota se-DIY untuk menyusun strategi terbaik yang dapat dilakukan di wilayah masing-masing untuk mempercepat proses vaksinasi. Strategi-strategi tersebut kemudian dapat dikonsolidasikan dengan Pemda DIY.

Hal ini diungkapkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menggelar Rapat Evaluasi Perkembangan Penanganan CoViD-19 DIY bersama Bupati/Wali Kota pada Kamis (19/08). Bertempat di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, rapat ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur DIY, Sekretaris Daerah DIY, Bupati/Wali Kota se-DIY, beserta Sekda kabupaten/kota se-DIY.

“Intinya, bagaimana kita bisa ada percepatan vaksinasi, dari yang saat ini 12.000 sekian orang per hari menjadi 20.000 orang per hari. Sekarang kebijakannya ada di kabupaten/kota, bagaimana menghabiskan stok yang ada. Kalau mau sharing, monggo bagaimana maunya, yang penting percepatan vaksinasi dilakukan,” ungkap Sri Sultan.

Usai rapat, Sri Sultan mengungkapkan, tenaga kesehatan yang ada saat ini sudah mencukupi untuk mencapai jumlah 20.000 orang yang divaksin per hari. Sri Sultan pun memastikan stok vaksin yang ada di kabupaten/kota maupun yang disimpan oleh Dinas Kesehatan DIY telah memadai untuk percepatan vaksinasi.

“Stok vaksin saat ini kira-kira ada 76.000-an vial atau untuk sekitar 760.000 orang.  Kalau stok itu bisa kita selesaikan akhir Agustus atau awal September 2021, paling sedikit sudah 80% penduduk kita tervaksin. Sehingga bulan berikutnya harapan saya, (vaksinasi di DIY) bisa diselesaikan bulan sekitar Oktober atau awal November 2021,” papar Sri Sultan.

Terkait stok oksigen, Sri Sultan mengatakan, DIY telah melakukan investasi penyediaan oksigen. Investasi oksigen ini juga turut dilakukan kabupaten/kota. Harapannya, kebutuhan oksigen untuk DIY sendiri sudah bisa terpenuhi. “Kalau pun memang harus mencari oksigen, jumlahnya tidak terlalu besar, sehingga masih bisa mencukupi, baik yang likuid maupun gas,” imbuh Sri Sultan.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan, stok vaksin pertanggal 16 Agustus 2021 dalam hitungan vial ialah Kota Yogyakarta ada 7.106, Bantul 1.368 vial, Gunungkidul 5.973, Kulon Progo 2.698, dan Sleman 5.247 vial. Sementara DIY sendiri memiliki stok baru sebanyak 53.689 vial.

“Jadi tidak perlu mengkhawatirkan soal stok karena pasti cukup. (Bupati/Wali Kota) Tidak perlu ragu-ragu membuat strategi penyuntikan. Jadi betul-betul kami mohon strategi kabupaten/kota, selanjutnya bisa dirembug dengan kami,” imbuh Sri Paduka.

Sri Paduka pun mengungkapkan data vaksinator di masing-masing kabupaten/kota. Untuk Kota Yogyakarta ada 323 vaksinator, Bantul 312 orang, Kulon Progo 160 orang, Gunungkidul 260 vaksinator, dan Sleman 443 orang, sehingga total se-DIY ada 1.498 vaksinator. Terkait percepatan vaksinasi, jumlah ini dianggap lebih dari cukup.

“Dengan asumsi satu orang vaksinator menyuntik 40 orang perhari, maka sehari ada 59.920 orang per hari. Namun kita menurunkan standar karena bagaimana pun juga vaksinator ini ada di Puskesmas, di mana Puskesmas masih membuka pelayanan umum. Sehingga kita turunkan jumlah efektivitas perhari hingga 50%. Artinya satu vaksinator menyuntik 20 orang, sehingga per harinya bisa mencapai 29.960 orang,” papar Sri Paduka.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, Kabupaten Bantul saat ini memang tengah fokus pada percepatan vaksinasi, khususnya untuk warga yang ber-NIK Bantul. Menurutnya, sejak awal dibukanya vaksinasi di Bantul, pihaknya memang tidak membeda-bedakan NIK orang yang mendaftar vaksin.

“Tapi kenyataannya, justru warga dnegan NIK Bantul sendiri justru masih sedikit yang tervaksin. Karena itu kami akan mulai membatasi jumlah pendaftar vaksinasi yang NIK luar Bantul menjadi 20% saja. Kami mendorong agar semakin banyak warga Bantul yang mendaftar vaksin,” jelasnya.

Diakui Halim, total warga Bantul yang perlu divaksin mencapai 836.000 orang. Saat ini warga Bantul yang divaksin baru tercapai 250.000 orang. Untuk mempercepat vaksinasi, ia pun berencana menaikkan jumlah maksimal warga yang bisa divaksin dari 6.000 perhari menjadi 9.000 perhari. “Dengan begitu, kami memperkirakan sekitar November 2021 ini kami bisa selesai 100% untuk dosis pertama,” imbuhnya. (Rt)

HUMAS DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020