Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

Kementerian Kesehatan menambahkan fitur baru di PeduliLindungi untuk memudahkan WNI maupun WNA pemegang kartu vaksinasi luar negeri mengakses aplikasi PeduliLindungi. Melalui fitur ini, nantinya mereka bisa mendapatkan kartu Vaksinasi Non Indonesia (VNI). Bagaimana caranya?

Yuk simak alurnya berikut ini!

Tahap pertama yang harus dilakukan WNI dan WNA yang memiliki kartu Vaksinasi Non Indonesia agar bisa mengakses PeduliLindungi adalah mendaftar dan mengisi data di laman https://vaksinln.dto.kemkes.go.id/sign/in, untuk selanjutnya di verifikasi.

Berkas yang harus disiapkan bagi WNI berupa KTP dengan NIK, ID yang dipakai untuk verifikasi adalah NIK dan Kartu Vaksinasi. Sementara verifikasi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

Adapun berkas yang harus disiapkan oleh WNA adalah izin diplomatik dari Kementerian Luar Negeri atau izin tinggal dari imigrasi dan Kartu Vaksinasi. ID yang dipakai untuk verifikasi adalah nomor paspor.

Verifikasi bagi WNA dengan izin diplomatik dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri, sementara verifikasi bagi WNA dengan izin tinggal masih dalam proses finalisasi antara Kemenkes dengan Kemenlu.

Usai diverifikasi, data yang telah diinput tersebut selanjutnya dikonfirmasi melalui alamat email yang telah didaftarkan di website. Proses konfirmasi ini kurang lebih membutukan waktu 3 hari kerja.

Setelah mendapatkan notifikasi email, tahap selanjutnya mendaftar dan melengkapi data yang ada di aplikasi PeduliLindungi untuk mengaktifkan status vaksinasi dan mengklaim sertifikat vaksinasi. Setelah itu, aplikasi PeduliLindungi sudah bisa digunakan untuk melakukan scan barcode diberbagai tempat aktivitas masyarakat.

Kartu sertifikat Vaksinasi Non Indonesia (VNI) ditujukan sebagai pengakuan telah melaksanakan vaksinasi COVID-19. Kartu ini hanya berlaku di Indonesia menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan bukan merupakan sertifikat vaksinasi COVID-19.

Kemenkes terus melakukan perbaikan dan pengembangan aplikasi PeduliLindungi guna memudahkan serta mengakomodasi kebutuhan masyarakat luas.

Apabila dalam proses pendaftaran Kartu Vaksinasi Non Indonesia mengalami kendala, masyarakat bisa menghubungi hotline di This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sumber : Kemenkes_ri


 

foto

Zonasi Resiko Kasus Covid-19 Kabupaten Bantul dengan perhitungan bobot indikator kesehatan masyarakat yang terdiri dari Epidemiologi, Surveilas Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan. Dari setiap indikator diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan. 

Hasil perhitungan berdasarkan data dari tanggal 28 September sampai dengan 11 Oktober 2021, Kabupaten Bantul berada pada Zona Resiko Sedang (Zona Orange) dengan skor 2,2. Hasil kategorisasi Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 pada tingkat masing-masing kecamatan dapat dilihat dalam infografis.

Hasil perhitungan ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi seluruh pihak dalam melaksanakan berbagai macam aktivitas atau kegiatan untuk jangka waktu 14 hari kedepan yaitu dari tanggal 12 Oktober sampai dengan 25 Oktober 2021.

Sumber : dinkes.bantulkab


Yogyakarta (12/10/2021) jogjaprov.go.id – Vaksinasi bagi pelaku wisata ekonomi kreatif kembali digelar pada Selasa (12/10) di Grand Puri Water Park, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari vaksin wisata series ke-39 yang bertujuan untuk akselerasi vaksinasi dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata DIY, melaporkan kegiatan vaksinasi tersebut pada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) RI Sandiaga Uno secara virtual, “Pada pagi hari ini saya menyampaikan laporan secara langsung kegiatan vaksinasi atau kita branding dengan vaksin wisata yang kali ini berada di Grand Puri Water Park. Ini mengambil dosis kedua dengan sasaran sekitar 1.000 pelaku pariwisata ekonomi kreatif, keluarga, dan masyarakat sekitarnya.”

Kegiatan vaksinasi ini mentargetkan penerima vaksin hingga lebih dari 29.000 orang yang tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku wisata, tetapi juga keluarga dan masyarakat sekitar destinasi wisata. Singgih menyampaikan vaksinasi ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempercepat, memperluas, dan mengakselerasi pencapaian herd immunity. Dengan demikian, diharapkan proses pembukaan kembali tempat wisata dapat segera terlaksana.

Singgih menyebutkan bahwa kegiatan vaksinasi kali ini memiliki daya tarik tersendiri di mana masyarakat dapat mengikuti kegiatan vaksinasi sekaligus berekreasi. Ia juga berharap agar kolaborasi dengan Kementerian Parekraf dapat diperluas untuk menjangkau desa-desa wisata di DIY yang sulit terjangkau karena adanya kendala di sisi jarak. “Mohon dukungannya untuk kolaborasi Kementerian Pariwisata untuk mewujudkan itu, dengan datang langsung ke desa-desa wisata untuk melakukan vaksinasi. Mungkin jumlahnya tidak besar tapi akan kemudian bisa melengkapi apa yang selama ini sudah kita lakukan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY tersebut juga menyampaikan harapannya, ”Dengan semangat bersama menegakkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi ini merupakan gerakan untuk menuju pariwisata yang sehat. Pariwisata yang akan dikunjungi oleh banyak wisatawan domestik dan mancanegara di kemudian hari, yang tentu kita berharap di Jogja akan semakin lebih baik.”

Selanjutnya, Menteri Parekraf RI Sandiaga Uno memberikan dukungan serta menyebutkan bahwa kegiatan vaksinasi di Indonesia semakin meningkat dan antusias masyarakat semakin tinggi. Ia mengatakan bahwa dari capaian masyarakat yang telah divaksin, Indonesia telah meraih urutan ke-5 sedunia.

“Tanggal 11 Oktober kemarin, lebih dari 100 juta peserta yang sudah divaksin di Indonesia, dan negara kita menjadi nomor ke-5 di dunia dengan jumlah masyarakat yang sudah hampir memenuhi target vaksinasinya,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Sandi mengungkapkan bahwa Kementerian Parekraf memiliki target 600 ribu peserta untuk kegiatan vaksinasi. Target tersebut sudah tercapai 500 ribu peserta yang tersebar di 67 lokasi di berbagai daerah. Ia berpesan untuk tetap menyiapkan platform PeduliLindungi pada setiap obyek wisata yang telah dan akan dibuka.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Yuli Herwanta meminta agar beberapa obyek wisata di Bantul dan daerah-daerah lain di wilayah DIY segera dibuka. Sandi berupaya akan segera mengatur uji coba untuk pembukaan beberapa obyek wisata di DIY dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Yogyakarta harus bersiap-siap karena sebentar lagi, mudah-mudahan dengan semakin terkendalinya pandemi ini, pariwisata dapat dibuka secara bertahap dan bandara YIA juga dapat dibuka untuk mancanegara. Kita akan segera mengatur uji coba untuk pembukaan beberapa pariwisata di Jogja, salah satunya Grand Puri Water Park ini. Tetap hati-hati dan wajib menjaga prokes,” tutupnya. (sf/fm)

Sumber : Humas Pemda DIY


Lebih Dari 100 juta masyarakat Indonesia telah menerima vaksinasi dosis pertama COVID-19 pada tanggal 10 Oktober 2021.

Sementara untuk dosis kedua sudah disuntikan ke lebih dari 57,5 juta masyarakat indonesia. Dengan demikian jumlah vaksinasi telah mencapai 157.707.427 dosis.

Capaian ini menunjukkan bahwa vaksinasi dosis pertama telah menjangkau 48,11% masyarakat indonesia dan vaksinasi dosis kedua menjangkau 27,62% target vaksinasi 208.265.720 orang.

Capaian vaksinasi tersebut dicapai berkat usaha optimal dan gotong royong dengan semua pihak terutama TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN dan pihak swasta yang turut membantu.

Pemerintah juga terus mengupayakan ketersediaan vaksin baik lewat skema multilateral maupun bilateral demi mencukupi stok yang ada saat ini dan menjaga laju vaksinasi sesuai dengan stok vaksin yang ada.

Kemenkes terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi denganmendekatkan layanan vaksinasi agar bisa dijangkau semua kalangan terutama untuk memudahkan kelompok lansia. Sentra-sentra vaksinasi dengan kapasitas 1000-2000 sasaran per hari juga terus diperbanyak di seluruh pelosok Tanah Air.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan setiap sentra vaksinasi maupun fasyankes terdekat untuk segera mendapatkan vaksin, juga imbangi dengan menjalankan protokol kesehatan ketat guna membentuk perlindungan yang optimal dari infeksi COVID-19.

Sumber : Kemenkes RI


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020