Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

Yogyakarta (01/09/2021) jogjaprov.go.id – Kadipaten Pakualaman bekerjasama dengan TNI dan Puskesmas Pakualaman serta dibantu para sukarelawan, menggelar PAKSIN (Pakualaman Vaksin Sehat Indonesia) dosis 2 bagi masyarakat umum dan khususnya masyarakat di sekitar Pakualaman, untuk usia 12 tahun keatas. Acara digelar di Puro Pakualaman, Yogyakarta, pada Rabu dan Kamis  (01-02/09).

Pembukaan Pelaksanaan PAKSIN di Puro Pakualaman dihadiri oleh Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAy A. Paku Alam X, Ketua Panitia Program PAKSIN Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Kunto Nugroho, Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman Cahya Wijayanta, dan Kepala Puskesmas Pakualaman Yogyakarta Nieke Indrawati serta pejabat yang terkait.

BPH Kusumo Kunto Nugroho dalam sambutannya, menyampikan informasi bahwa PAKSIN merupakan acara percepatan vaksinasi untuk masyarakat umum di lingkungan Kadipaten/Kecamatan Pakualaman. Acara ini merupakan kelanjutan dari vaksinasi yang pertama, yang telah dilaksanakan pada 28, 29, dan 30 Juli 2021. Dengan jumlah peserta vaksin pada (28-29/07) sebanyak 500 peserta per hari dan seribu orang di hari ke-3 (30/07).

BPH Kusumo Kunto Nugroho menjelaskan, acara pemberian vaksin dosis 2 pada hari ini diselenggarakan sebagai jawaban atas acara yang sudah dilakukan sebelumnya. “Sehingga, pemberian vaksin dosis 2 ini pesertanya hanya terdiri dari peserta vaksin yang pertama. Acara ini diselenggarakan 2 hari, yakni 1-2 September 2021 dengan jumlah peserta seribu orang per hari,” jelas BPH Kusumo Kunto Nugroho.

“Harapannya, dengan adanya percepatan vaksin ini  masyarakat menjadi tergerak. Bagi yang belum dan masih takut untuk vaksin, jadi tergerak untuk memvaksinkan diri dan merekomendasi vaksin untuk orang-orang terdekat,” imbuhnya.

“Semoga ini menjadi motivasi kita semua, untuk segera mendukung percepatan vaksinasi untuk seluruh lapisan masyarakat di Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar, berkah dan manfaat bagi para tamu undangan dan kita semua,” tutupnya.

Adapun Gusti Putri, sapaan  GKBRAy A. Paku Alam X, mengungkapkan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan ibu-ibu PKK dari Kabupaten/Kota di DIY selalu mendorong para perempuan di DIY agar mau melakukan vaksinasi. “Marilah masyarakat di Yogyakarta, terutama ibu-ibu di Yogyakarta, marilah kita bervaksin. Karena vaksin untuk menyehatkan kita dan meningkatkan imun kita. Jangan takut untuk vaksin,” pesan Gusti Putri saat meninjau peserta vaksin.

Ditemui di acara yang sama, Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman Cahya Wijayanta,  mengucapkan terimakasih kepada Kadipaten Pakualaman dan panitia pelaksanaan PAKSIN yang sudah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan vaksin. Ia berharap, agar kedepan kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali sehingga target vaksin 100 % di Wilayah Pakualaman dapat dicapai pada akhir tahun ini serta dapat membantu akselerasi tercapainya herd imunnity 70-80%.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pakualaman Nieke Indrawati, menambahkan untuk target vaksin ibu hamil di wilayah Pakualaman telah mencapai 80% dari jumlah ibu hamil yang ada di wilayahnya.

Tasya, mahasiswi, warga Pakualaman, sekaligus peserta vaksinasi menyerukan ajakan vaksinasi bagi masyarakat khususnya di Wilayah Pakualaman “Saya Tasya, hari ini saya mengikuti vaksin di Puro Pakualaman untuk dosis ke-2, alhamdulillah semua berjalan lancar, vaksinnya juga nggak lama, buat temen-temen yang belum vaksin segera vaksin ya” ajaknya. (fk)

 

HUMAS DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


 

Kulon Progo (31/08/2021) jogjaprov.go.id – Percepatan vaksinasi yang dilakukan DIY untuk pelaku pariwisata dan lingkungannya telah masuk pada gelaran angka ke 25. Dari rangkaian kegiatan tersebut, 90 % atau 32.000 pelaku wisata di DIY sudah tervaksinasi. 

Pada angka ke 25 vaksinasi diberikan pada pelaku wisata dan lingkungan sekitar destinasi wisata di Kulon Progo, Selasa (31/08). Bertempat di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo, vaksinasi digelar dengan target 1000 peserta dan ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, Bupati Kulon Progo Sutejo dan Wabub Kulon Progo, Fajar Gegana. Namun, karena antusiasme masyarakat sekitar dan para pelaku wisata di daerah tersebut, vaksinasi mampu melebihi target yaitu 1200 peserta.

"Saya sudah menghitung ini sudah yang ke 25, jadi seriesnya sudah 25, tentu ini merupakan satu aktivitas untuk mempersiapkan pariwisata Jogja atau Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjadi wisata yang aman, yang sehat baik itu oleh pelaku pariwisata di Jogja itu sendiri maupun kepada para wisatawan yang akan datang, mereka akan percaya diri kalau pelaku wisata di DIY, sudah tervaksinasi," jelas Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo.

Singgih mengungkapkan dari gelaran vaksinasi kepada para pelaku dan masyarkat di sekitar destinasi wisata ini akan mampu mendukung percepatan vaksinasi. “Saya berharap dengan vaksinasi tersebut bisa menjadikan target 75-80 persen penduduk DIY sudah tervaksin, bisa segera tercapai, sehingga wisata bisa dibuka kembali dan roda perekonomian segera pulih," ujar Singgih. 

Kegiatan vaksin Wisata DIY ini selain bertujuan untuk mendukung percepatan  vaksinasi juga untuk menyiapkan pariwisata agar siap dikunjungi saat sudah dibuka kelak. Dalam pembukaan destinasi wisata sendiri ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu verifikasi ulang destinasi wisata dan usaha jasa wisata.  

"Persiapan aktivasi wisata meliputi penyiapan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau yang dikenal dengan CHSE dan prokes wisata. Selain itu, vaksinasi juga menjadi hal penting lainnya," jelas Singgih.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengungkapkan vaksinasi massal ini bukan hanya dikhususkan untuk pelaku wisata dan masyarakat sekitar saja, namun juga bisa diikuti oleh siapa saja yang berkenan dan membutuhkan. Penyelenggaraan vaksinasi ini adalah bentuk perhatian, kepedulian dan tanggung jawab Pemda DIY kepada seluruh masyarkat termasuk warga Kulon Progo. Oleh karena itu, Sutedjo menghimbau masyarakat untuk ikut serta mengkampanyekan vaksinasi pada lingkungan sekitar.

“Mari semua ikut mendorong dan mengajak yang lain untuk mau dan bersedia ikut vaksin di berbagai tempat. Di setiap Puskesmas pun setiap hari melayani vaksinasi, juga banyak kegiatan vaksinasi massal seperti hari ini di beberapa tempat juga bisa diikuti. Mari kita manfaatkan pelayanan vaksin gratis ini. Ini adalah itikat dari pemerintah untuk membantu menjaga kesehatan Bapak/Ibu semuanya,” ungkap Sutedjo.

Fajar Gegana, Wakil Bupati Kulon Progo menambahkan, vaksinasi untuk pelaku wisata ini memang menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan pembukaan destinasi wisata apabila sudah diizinkan. Walaupun saat ini PPKM DIY masih pada level 4 dan belum ada izin pembukaan destinasi wisata, namun Fajar menjelaskan apabila nanti sudah ada pelonggaran, destinasi wisata siap langsung beroperasi.

“Saat ini capaian vaksinasi di Kulon Progo sudah 52%, dengan hari ini mungkin bisa bertambah jadi 53% atau 54%. Untuk ketersediaan vaksin masih terus ada. Kami bekerjasama dengan TNI Polri juga untuk vaksiansi. Kami juga sangat mengapresiasi TNI POLRI pada kegiatan ini karena mereka tidak berhenti berperan aktif. Kami juga terus-menerus melibatkan pihak-pihak swasta maupun organisasi untuk melakukan vaksinasi,” tutup Fajar. (uk)

Humas Pemda DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


 

Yogyakarta (31/08/2021) jogjaprov.go.id – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bekerjasama dengan PT. Jasa Raharja DIY, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, dan RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar kegiatan vaksinasi bagi awak angkutan umum pada Selasa (31/08). Kegiatan yang diadakan di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta.

Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Keistimewaan DIY. “Pada hari ini, Selasa tanggal 31 Agustus 2021, yang bertepatan dengan Hari Keistimewaan DIY, kebetulan kita merayakan yang ke-9 Hari Keistimewaan. Bertepatan dengan vaksinasi kedua untuk kru angkutan umum yang ada di Yogyakarta,” ungkap Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu memenuhi herd immunity masyarakat sehingga aktivitas ekonomi bisa pulih kembali berjalan seperti awal,” jelas Made. Vaksinasi ini akan berlangsung dalam dua tahap dengan menargetkan 1000 peserta awak angkutan umum. Made menyebutkan bahwa tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan September.

Kepala Bagian Operasional PT. Jasa Raharja, Sofyan Adi Nugroho, menyampaikan harapannya agar ekonomi bisa segera pulih dengan percepatan vaksinasi ini. “Kami berharap dengan adanya vaksin kedua ini, masyarakat (akan) tumbuh, akan bisa normal kembali. Perekonomian Yogyakarta bisa pulih kembali, dengan harapan bahwa Yogyakarta akan sehat selalu,” tuturnya. Ia juga berharap nantinya semua akan bisa terus bersinergi bersama meskipun pandemi telah usai.

V. Hantoro, Ketua DPD Organda DIY menyatakan rasa terimakasihnya pada Pemda DIY serta Dishub DIY, PT. Jasa Raharja DIY, dan RSPAU dr. S. Hardjolukito yang telah memfasilitasi anggota awak angkutan umum untuk memperoleh vaksinasi. Ia berharap dengan vaksinasi ini ekonomi di DIY bisa bangkit kembali. “Semoga bermanfaat bagi anggota kami semua dan mereka bisa berkarya lagi untuk menggerakkan kendaraannya, menggerakkan ekonomi yang ada di DIY,” terangnya.

Menurut Hantoro, dalam kegiatan vaksinasi ini sebanyak 50% awak angkutan umum telah memperoleh vaksinasi tahap kedua. Selebihnya telah mengikuti kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh penyelenggara lain. Hingga saat ini sebanyak 99% awak angkutan umum di DIY telah memperoleh vaksinasi. Ia berharap herd immunity bagi awak angkutan umum segera tercapai. (sf)

Humas Pemda DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


Ada yang berbeda, cara pemberian vaksinasi hari ini dilakukan dengan sistem ‘Drive Thru’. Hal ini, dilakukan untuk memudahkan, mempercepat dan menghindari terjadinya kerumunan di lokasi tempat pelaksanaan vaksinasi. Karena vaksinasi dilakukan dengan sistem drive thru, maka proses screening juga dilakukan dengan sistem online seperti pada saat mendaftar.

“Kegiatan dilaksanakan bersama-sama kolaborasi, pada hari ini ada 3000 dosis dan kita menggunakan sistem drive thru dan screening dilakukan secara online,” tutur Sri Paduka saat meninjau kegiatan vaksinasi. Sri Paduka juga menjelaskan, bahwa tujuan vaksinasi dengan system drive thru bertujuan untuk memudahkan, mempercepat dan menghindarkan kerumunan.

Sistem drive thru ini memungkinkan peserta vaksin datang dalam kondisi yang siap untuk divaksin dengan proses cepat, sehingga pada pukul 14.00 WIB kegiatan vaksinasi diharapkan sudah selesai.

Secara nasional pencapaian vaksinasi di DIY berada pada posisi ke-4 setelah DKI, Bali, dan Kepulauan Riau. “Nah harapan kami kemudian mengejar ranking tidak, tapi bagaimana kemudian warga DIY dan utamanya pelajar itu bisa kami selesaikan menyongsong kegiatan pembelajaran tatap muka,” terang Sri Paduka kembali.

Demikian juga Dekan FK KMK UGM Prof.dr. Ova Emilia, M.Med., PhD., SpOG(K) menjelaskan, bahwa berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan, vaksinasi dengan sistem drive thru sebelumnya telah mereka lakukan di Sardjito, didapati hasil vaksinasi berjalan lebih lancar dan juga mengurangi adanya kemungkinan kerumunan.

“Karena dalam proses vaksinasi ini kita kan harus tetap prokes, nah ini akan sangat sulit bila vaksinasinya itu dalam bentuk yang konvensional, di mana orang berkumpul terlalu lama di suatu ruangan, sehingga itu juga beresiko baik kepada orang yang melakukan ataupun orang yang mau divaksin,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya (FK MKM) rutin melakukan kegiatan vaksinasi, dengan target setiap hari rata-rata 1.250 vaksin. Dan pada akhir pekan, biasanya penyelenggaraan kegiatan vaksinasi dilakukan bersinergi dengan berbagai pihak. (fk)

HUMAS DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


Yogyakarta (26/08/2021) jogjaprov.go.id – Pemerintah akan manfaatkan QR Code Platform peduli Lindungi untuk perusahaan, mall, sekolah, perkantoran dan tempat umum lainnya. Pemanfaatan QR Code ini bertujuan mengendalikan penularan Covid -19 di tempat umum.

Melalui Rakor Penanganan Covid – 19 secara daring, Kamis (26/08) Menkomarvest Luhut Binsar Pandjaitan mendorong tiap daerah untuk memanfaatkan QR Code ini. Sekda DIY R. Kadarmanta Baksara Aji dan jajaran pejabat Pemda DIY turut serta mengikuti rakor tersebut dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Dijelaskan oleh Luhut, platform Peduli Lindungi ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan angka kasus positif Covid -19 di Indonesia. Fungsi utamanya adalah screening apakah pemegang aplikasi sudah divaksin atau belum. Screening ini terkoneksi secara online dengan data vaksinasi dari Kemnekes. Selain itu juga berfungsi untuk mengetahui apakah yang bersangkutan sudah melakukan tes PCR atau antigen atau belum beserta hasilnya. Karena selain terkoneksi dnegan data vaksiansi, juga terkoneksi dengan laboratorium PCR dan Antigen.

Selain itu, Peduli Lindungi juga berfungsi sebagai tracing. Melalui scanning barcode, maka yang bersangkitan bisa ditracing dengan lebih cepat apabila terkonfrimasi positif. Dengan hitungan detik, aplikasi mampu mendeteksi pergerakan sehingga mempercepat tracing. Ini tentu lebih efektif dari metode lama yang membutuhkan tiga hari untuk tracing.

“Fungsi yang lain adalah menjaga protokol secara digital. Kita bisa mengukur standar protokol kesehatan dengan standar maksimal,” ungkap Luhut.

Apabila fungi QR Code ini diterapkan dengan sungguh-sungguh, Luhut yakin angka kasus akan semakin turun dan kegiatan ekonomi bisa menuju normal kembali. Namun tentunya dengan catatan penerapan pada tempat umum harus benar-benar disiplin.

Positivity rate kita sudah turun dibawah 15%. Meskipun fluktuatif tapi kecenderungannya turun. Jadi kalau QR code ini dimanfaatkan, saya optimis akan semakin turun,” kata Luhut.

Sekda DIY R. Kadarmanta  Baskara Aji mengatakan, dan pada prinsipnya DIY akan siap untuk menerapkan pemanfaatan QR Code. Namun perlu ada support dari pusat guna mempermudah mendapatkan QR Code. Hal ini karena banyaknya permintaan, sementara belum bisa dilayani dengan lancar sehingga perlu waktu.

“DIY sendiri kan masih banyak yang tutup karena masih level 4. Tetapi persiapan persiapan terus dilakukan salah satunya tentang pemakaian QR code di masing-masing fasilitas umum,” kata Aji. (uk)

Humas Pemda DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020