Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

Peringatan HKN ke-57, Sri Sultan Ingatkan Tetap Waspada Covid -19

Yogyakarta (12/22/2021) jogjaprov.go.id – Saat ini meskipun kasus Covid -19 di Indonesia termasuk DIY relatif melandai, namun ancaman mutasi virus masih bisa terjadi dan mengakibatkan gelombang ke-3 lonjakan kasus. Apalagi mengingat saat ini sudah mendekati momentum libur akhir tahun, di mana setiap terjadi lonjakan kasus pasti didahului dengan libur panjang.

Peringatan demikian disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada apel Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 secara daring, Jumat (12/11). Peringatan HKN ke-57 ini, DIY menggelar apel secara daring yang diikuti oleh berbagai instansi kesehatan, hingga penyelenggara kesehatan di level terbawah seperti posyandu.

Sri Sultan mengungkapkan, untuk mencegah gelombang ke-3 Covid -19, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan disiplin. Selain itu prosedur 3T yaitu testing, tracing, dan treatment harus dilaksanakan dengan lebih serius.

“Saya menghimbau Kepada seluruh masyarakat Jogja untuk pertama tetap patuh dan menerapkan protokol kesehatan dan dimanapun dan kapanpun berada,” ungkap Sri Sultan.

Saat ini menurut Sri Sultan, pembangunan sistem kesehatan di Indonesia telah mencapai banyak capaian. Berbagai tantangan ke depan jelas akan semakin berat dan membutuhkan kolaborasi profesional dalam bingkai moralitas sebagai fondasi. Maka, momentum HKN ke-57 ini harus menjadi salah satu batu loncatan untuk berpacu melawan pandemi Covid -19.

“Kerja bersama dan keikhlasan lah yang harus kita kedepankan terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 seperti yang kita alami saat ini. Kita harus bersyukur karena Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menurunkan kasus Covid-19 di saat negara lain masih berpacu melawan pandemi. Meskipun begitu kita tidak boleh berpuas diri dan harus tetap waspada mengantisipasi segala kemungkinan mengingat ancaman mutasi virus masih saja terjadi,” papar Sri Sultan.

Lebih lanjut, Sri Sultan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran kesehatan mitra kerja lintas sektor serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bahu-membahu berjuang tanpa mengenal lelah di semua lini kesehatan. Bentuk perjuangan ini diharapkan mampu mewujudkan Indonesia semakin sehat dan tumbuh menjadi bangsa besar yang kuat.

“Semoga Hari Peringatan Kesehatan Nasional ke-57 ini menjadi titik awal pulihnya berbagai sektor di masyarakat sehingga Indonesia bisa kembali tumbuh bisa kembali sehat. Mari kita berjuang bersama mewujudkan DIY menjadi zona hijau terbebas dari ancaman Covid-19,” tutup Sri Sultan.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaning Astuti saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dari lonjakan kasus pada bulan Juli 2021 yang mencapai 56.000 kasus per hari, saat ini penambahan kasus di Indonesia berada pada kisaran angka 500 per hari. Penggunaan bed rumah sakitpun berada di angka 3% saja. Tentu hal ini patut disyukuri meskipun tidak boleh menurunkan tingkat kewaspadaan.

“Tetap disiplin memakai masker, segera divaksin jika sudah memenuhi syarat, gunakan  aplikasi Peduli lindungi ketika berada di ruang publik dan tetap jalankan Testing serta Tracing dari orang yang bergejala,” ujar Pembajun mewanti-wanti.

Menurut Pembajun, baik pejabat dan pegawai di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota, tenaga kesehatan, petugas dan administrator baik di rumah sakit, Puskesmas, klinik dan praktek pribadi bahkan setiap kita di rumah masing-masing harus memilih jalan perubahan. Pola pikir dan pola hidup harus berubah menyesuaikan dengan era normal baru.

“Jalan perubahan adalah mandat dari Presiden dan Kementerian Kesehatan, untuk terus berproses untuk melaksanakan transformasi sistem kesehatan Indonesia. Hal ini yang akan memulihkan kondisi Indonesia pasca pandemi,” ungkapnya.

Reformasi fundamental pada sistem kesehatan Indonesia meliputi 6 pilar transformasi yaitu transformasi layanan primer dengan memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, promosi kesehatan, membangun infrastruktur melengkapi sarana prasarana dan SDM serta memperkuat manajemen di layanan primer. Kedua adalah transformasi layanan rujukan dengan meningkatkan akses serta mutu rumah sakit di Indonesia melalui program sister hospital dengan Rumah Sakit internasional. Serta pengembangan Center of Excellence, penampungan Rumah Sakit pendidikan dan penelitian.

Reformasi ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan dengan mendorong kemandirian farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Juga meningkatkan jejaring surveilans dan persiapan tenaga kesehatan cadangan dalam merespon ancaman krisis kesehatan. Yang ke-4, transformasi ekonomi kesehatan dengan menata ulang pembiayaan dan manfaat JKN serta meningkatkan porsi pembiayaan pelayanan promotif dan preventif melalui penambahan layanan skrining dasar bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kelima, transformasi SDM kesehatan dengan meningkatkan kuantitas dan distribusi serta kualitas tenaga kesehatan melalui beasiswa pemberdayaan diaspora kesehatan dan pertukaran tenaga profesional kesehatan dengan mitra internasional. Yang ke-6 yaitu transformasi teknologi kesehatan yang meliputi teknologi informasi dan teknologi.

“Saya berharap keenam pilar ini dapat menjadi kompas kita bersama menuju arah bagi kita dimanapun kita berada dan apapun peran kita di dalam perjalanan ini, kita dapat bergerak di satu tujuan sama yaitu Indonesia Sehat,” tegas Pembajun. (uk)

Sumber : Humas Pemda DIY


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020