Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

Presiden RI Apresiasi Capaian Vaksinasi di DIY

Yogyakarta (25/10/2021) jogjaprov.go.id – Sebanyak 90% peserta didik di DIY telah memperoleh vaksin dosis pertama dan sebanyak 54% telah memperoleh vaksin dosis kedua. Hal ini dilaporkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat mengikuti video conference arahan dari Presiden RI Joko Widodo pada Senin (25/10) dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Arahan secara virtual ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI, jajaran Menteri RI, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia, serta jajaran Forkopimda seluruh Indonesia.

Untuk pemberlakuan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di DIY, selain peserta didik, guru juga telah divaksinasi. Sebanyak 95% guru di DIY telah memperoleh vaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua. Sri Sultan mengungkapkan bahwa terdapat kurang lebih 360 sekolah tingkat SMA yang sudah dibuka. Sementara itu, untuk tingkat SMP, sebanyak kurang lebih 500 sekolah telah dilaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas. Sedangkan untuk tingkat SD, hanya beberapa SD yang telah ditunjuk yang diperbolehkan untuk melakukan uji coba PTM secara terbatas.

"Untuk target vaksinasi secara keseluruhan ada 2.879.699 jiwa. Total capaian vaksinasi secara keseluruhan di DIY telah mencapai 91,46% dosis pertama dan 68,63% dosis kedua,” jelas Sri Sultan. Vaksinasi tersebut hingga 24 Oktober 2021, untuk lansia sebanyak 70,96% telah memperoleh dosis pertama dan 52,43% memperoleh dosis kedua. Sedangkan bagi kelompok rentan, sebanyak 79,35% telah memperoleh dosis pertama dan 53,2% memperoleh dosis kedua.

Sri Sultan juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di DIY menunjukkan hasil positif. “Sesuai dengan data BPS, untuk kuartal pertama Jogja tumbuh 5,8% dan triwulan kedua tahun 2021 ini tumbuh 11,81% di mana ini kekuatannya tumbuh positif ini pada jasa-jasa lain akomodasi makan dan minum, dan jasa dari perusahaan,” terang Ngarsa Dalem. Pertumbuhan positif ini didukung dengan adanya program Pemda DIY SiBakul Jogja yang melibatkan 53.350 UMKM di DIY dan bernilai Rp. 20,94 miliar.

Jokowi mengapresiasi vaksinasi yang telah dilaksanakan di DIY serta pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan peningkatan. “Kita melihat bahwa di Jogja yang divaksinasi sudah berada di angka 91% dan memunculkan sebuah pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil yaitu 11,9% yang sangat bagus. Artinya apa, vaksinasi itu sangat berhubungan dengan kasus dan sangat berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Jokowi.

Jokowi terus mengingatkan untuk selalu waspada dan berhati-hati di tengah tren kenaikan kasus Covid-19 dunia, seperti di Eropa dan Amerika Selatan. Belajar dari perkembangan kasus di luar negeri, relaksasi yang terlalu cepat dapat menimbulkan lonjakan kasus Covid-19. Jokowi menekankan untuk terus menaati protokol kesehatan, percepatan vaksinasi, dan berhati-hati dalam pelaksanaan PTM. Ia menyatakan, ”Saya berharap agar pembelajaran tatap muka terus didorong tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap anak-anak kita juga dipercepat, sehingga kita tidak mau ada generation loss. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan di tengah-tengah anak didik kita.”

Menutup arahannya, Jokowi menyampaikan, “Sekali lagi kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kecepatan kita bertindak harus kita jaga agar penurunan Covid-19 di negara kita, Indonesia, terus bisa kita tekan untuk turun kasus hariannya dan kita harapkan tidak ada gelombang ke-3 di negara kita.” (sf)

Sumber : Humas Pemda DIY


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020