Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

Akselerasi Vaksinasi Untuk Wisata DIY Yang Aman

Sleman (30/09/2021) jogjaprov.go.id. – "Boten sah tegang pak, santai mawon, sampun sarapan to wau" demikian sekelumit dialog pemberi motivasi dari Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, SH., kepada Fajar Riyatno (usia 58 tahun) warga Gamplong, salah satu peserta vaksinasi untuk pelaku wisata di DIY tadi pagi (30/09), ketika memantau pelaksanaan vaksin dosis 2 di Studio Alam Gamplong, Moyudan, Sleman.

Antusiasme para pelaku wisata dan masyarakat sekitar untuk mengikuti kegiatan vaksinasi ini cukup tinggi. Sejak pukul 07.30 WIB, datang dengan kendaraan bermotor baik roda 2 dan dengan mobil silih berganti memadati lapangan parkir Studio Alam Gamplong, yang diatur anggota BPBD Sleman dan penyelenggara vaksinasi, dengan tertib bahu membahu memandu peserta vaksinasi yang berprofesi sebagai pramuwisata, penjaga warung makan, penjaga tiket, penjaga parkir obyek wisata serta masyarakat di sekitar obyek wisata.

Meskipun di bawah teriknya sinar matahari peserta vaksinasi sabar antri sejak dari tempat pendaftaran untuk mengisi data, skrinning, cek kesehatan, cek suhu, cek tensi satu per satu sampai pelaksanaan vaksinasi dengan prokes yang ketat dan ditangani tim dari Puskesmas Moyudan dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH., yang datang memantau didampingi Tim Vaksin Dosis 2 dari Dinas Pariwisata DIY melihat dari dekat proses pelaksanaan vaksinasi tersebut sembari berdialog memotivasi peserta vaksinasi dengan ramah.

Kepada jogjaprov.go.id di sela-sela pemantauannya, ketika dikonfirmasi tentang seberapa jauh kesiapan pengelola wisata DIY menjelang dibukanya obyek wisata di DIY untuk menerima wisatawan di masa Pandemi Covid 19, Singgih menyampaikan bahwa kesiapan dibukanya kembali obyek wisata di DIY, yang paling penting adalah terlebih dahulu mendapat sertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). "CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan” jelasnya.

Selanjutnya dijelaskan pula bahwa  sekarang ini seluruh usaha pariwisata  termasuk hotel, restoran, lokasi wisata, tempat penjualan oleh-oleh di DIY, lebih dari 300  tempat usaha pariwisata yang telah mendapatkan sertifikasi CHSE. Mereka yang telah mendapatkan CHSE ini sudah sangat siap dibuktikan dengan pengakuan sertifikasi CHSE tersebut. Sedangkan untuk tempat/obyek wisata yang lain seperti obyek wisata yang berbasis alam, berbasis masayarakat, desa wisata yang belum mendapatkan sertifikasi CHSE dipastikan sedang dan sudah dilakukan verifikasi untuk memastikan mereka mengenai peralatan, SDM dan segala sesuatunya untuk mendukung CHSE, betul-betul sudah dipersiapkan.

Sementara untuk membuka seluruh obyek wisata, tinggal menunggu aba-aba dari pemerintah pusat karena kita sudah mendapatkan sertifikasi CHSE tersebut, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, pendataan wisatawan, untuk kebutuhan tracing dan tracking.

Disinggung berapa persen pelaku pariwisata yang telah divaksin hingga hari ini, Singgih menambahkan bahwa vaksinasi bagi para pelaku pariwisata hingga saat ini telah mencapai sekitar 94 % dan 6 % yang belum mengikuti vaksinasi karena berbagai alasan, ada penyakit komorbid yang menyertainya sehingga dia tidak bisa divaksin. Pada intinya para pelaku wisata di DIY, Kabupaten Kota se-DIY telah tervaksin sehingga para pelaku wisata tersebut sudah siap dan aman menerima kunjungan wisatawan.

Adapun target vaksinasi di Gamplong tersebut sebanyak 1000 orang sesuai dengan waktu pelaksanaan vaksin dosis 1 sebanyak 1000 orang pelaku wisata dan keluarga. Namun hal ini bisa lebih, mengingat hari ini juga dibuka vaksin dosis 1 tambahan bagi yang belum mengikuti vaksin.

Di akhir pantauannya Kepala Dinas Pariwisata DIY mengharapkan kepada masyarakat yang akan mengunjungi Yogyakarta, karena sudah ada 8 obyek wisata yang diujicoba dibuka, dari hasil evaluasi ternyata masih banyak pengunjung yang belum mendownload/aplikasi PeduliLindungi  sebagai skrining  untuk kesehatan, juga belum menggunakan sistem reservasi visitingjogja untuk melakukan reservasi. "Dua aplikasi ini wajib digunakan oleh masyarakat/wisatawan yang berkunjung di Jogja dengan tujuan untuk kebaikan kita semua" tutupnya. (kr)

HUMAS DIY

( artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020