Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

PPKM Berhasil Turunkan Angka Kasus Covid-19

Yogyakarta (21/09/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, beserta Wakil Gubernur DIY dan Sekretaris Daerah DIY menghadiri rapat koordinasi melalui video conference di Gedung Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Selasa (21/09). Bersama Menteri Ekonomi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika. Dalam rangka evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Pasar Rakyat dan Sektor Transportasi yang telah diberlakukan pada masyarakat melalui Pemerintah Daerah masing-masing.

Luhut Binsar Panjaitan, selaku Menkomarves menyampaikan evaluasi terkait PPKM. Setelah pemberlakuan PPKM, perkembangan kasus konfirmasi harian di Jawa-Bali telah menurun sebesar 98% dari puncak kasus pada 15 Juli 2021. Perkembangan kasus aktif di Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 95% dari puncak kasus pada 23 Juli 2021.

Situasi Covid-19 Indonesia terus menuju perbaikan akan tetapi harus tetap berhati-hati agar tidak terjadi peningkatan lagi. Ia juga mendorong agar percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin terus dilakukan, serta peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan aturan PPKM.

Luhut menyebutkan pentingnya persiapan untuk menahan atau mencegah kemungkinan munculnya gelombang baru pandemi Covid-19. “Yang dapat kita lakukan adalah memperlambat waktu terjadinya dan peningkatan vaksin, sehingga nanti kasus yang akan terjadi tidak akan seperti yang lalu,” ungkapnya. Ia juga menyatakan bahwa kunci dalam menahan gelombang baru adalah dengan mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling atau masa saat kasus sedang rendah. Jumlah kasus yang disarankan adalah 10 kasus per satu juta penduduk per hari. Dengan pengendalian jumlah kasus tersebut, diharapkan dapat menahan kemunculan gelombang baru.  

Selanjutnya, Dante selaku Wakil Menteri Kesehatan meminta akses terhadap vaksinasi lansia perlu terus ditingkatkan. “Belum ada peningkatan yang berarti dari cakupan vaksinasi lansia, meskipun lansia merupakan kelompok rentan,” ujarnya.

Terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi, Kemenkes telah menerbitkan sebanyak 11.105 QR code untuk fasilitas publik. Uji coba tindak lanjut bagi pengunjung dengan kategori hitam akan dimulai pada 23 September 2021 di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Bagi pengunjung yang memperoleh hasil scan QR code hitam atau terindikasi positif Covid-19 tidak diperbolehkan masuk ke fasilitas publik. Hasil scan tersebut akan segera dilaporkan pada petugas dan pengunjung diminta untuk segera melakukan isoman.

Menteri Perdagangan Muhmmad Lutfi dan Budi Karya selaku Menteri Perhubungan memaparkan hal yang sama, bahwa telah dilakukan penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Pasar Rakyat dan Sektor Transportasi. Sebanyak 14 Pasar Rakyat di Jawa-Bali telah di uji coba dari tanggal 8 September 2021. Kemudian, pada tanggal 28 Agustus 2021 diterapkan di beberapa simpul transportasi, yaitu seluruh terminal tipe A, seluruh stasiun Kereta Api Indonesia, 4 pelabuhan penyeberangan, 25 pelabuhan laut, serta 47 bandara (15 bandara AP1, 18 bandara AP2, 1 bandara Bubu, dan 13 bandara UPBU). (fm/sf)

Humas Pemda DIY

( artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020