Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

93% Pelaku Parekraf Telah Divaksin, DIY Uji Coba 3 Obwis

Bantul (14/09/2021) jogjaprov.go.id – Sedikitnya 1.200 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) beserta keluarga dan lingkungannya kembali menjadi sasaran vaksinasi pariwisata series. Bertempat di Grand Puri Water Park, Bantul, Dinpar DIY melalui Danais dari Paniradya Kaistimewan DIY menyelenggarakan vaksinasi wisata ke-34, Selasa (14/09).

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menjelaskan, saat ini guna mencapai percepatan vaksinasi hingga minimal 70%, pihaknya memperluas sasaran vaksinasi. Yang tadinya hanya berkonsentrasi pada pelaku pariwisata saja, kini merambah kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Menurutnya, kemungkinan penularan akan sangat tinggi apabila pelaku wisata pulang ke rumah dan bertemu keluarga dan lingkungan. Hal inilah yang menjadi pertimbangan perluasan targetan, meningkatkan kekebalan komunal.

Pada gelaran vaksin wisata ke-34 ini, DIY telah berhasil melakukan vasinasi sedikitnya 92% dari pelaku Parekraf. Jumlah ini tentu mampu menyumbang percepatan pencaian kekebalan komunal di DIY, di mana saat ini DIY total telah mencapai hampir 70% vaksin dosis pertama.

“Ini adalah prestasi yang selalu kemudian kita dorong semua pihak untuk melakukan percepatan vaksinasi. Kita akan menggelar lagi vaksin wisata series ini. Kita menyasar terus sampai habis,” ujar Singgih.

Saat ini, DIY telah resmi membuka 3 pariwisata di lingkungan Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta untuk diujicobakan. Bantul membuka destinasi wisata Pinus Sari, Sleman membuka Tebing Breksi dan Yogyakarta mengujicoba Gembira Loka. Ketiganya kata Singgih telah mengantongi Sertifikat Clean, Health, Safety, dan Environment (CHSE) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan dari Kemenparekraf RI. CHSE menjadi syarat mutlak destinasi wisata untuk bisa dibuka, selain persyaratan yang lain.

“Saya berharap 3 tempat wisata yang diujicobakan betul-betul punya komitmen untuk menegakkan aturan dan saya berharap nanti ada penambahan alokasi uji coba yang dibuka di DIY. Yang kita ketahui tidak hanya 3 yang sudah mendapatkan CHSE, jadi sudah ada beberapa lagi dan saat ini sudah proses lagi untuk mendapatkan CHSE di tahun 2021,” urai Singgih.

Uji coba wisata ini menerapkan 2 program yang wajib dipakai oleh para wisatawan. Karena hanya boleh menampung 25% jumlah wisatawan, pengunjung wajib melakukan reservasi sebelumnya. Reservasi bisa dilakukan melalui program visiting jogja. Sementara untuk keperluan tracing, diwajibkan dengan program peduli lindungi. 2 hal ini bersifat wajib dilakukan, apabila tidak, maka sudah pasti pengunjung tidak akan bisa mengaskses tempat wisata.

Bupati Bantul Joko Purnomo menganggapi pelaksanaan vaksinasi ini dengan sangat apresiatif. Menurutnya, Dinkes DIY telah sangat epik dalam memberikan trobosan vaksinasi bertajuk vaksin wisata ini. Program ini menurut Joko telah sangat membantu pihaknya dalam memfasilitasi pelaku Parekraf di Bantul.

“Pemerintah Kabupaten Bantul sangat mengapresiasi dan matur nuwun sanget bahwa Bantul mendapatkan perhatian penuh dari Pak Gubernur melalui Dinas Pariwisata. Pelaku wisata dan keluarganya serta msyarakat sekitar sebanyak 1.200 orang akan mengikuti vaksin pada pagi hari ini,” ungkat Joko.

Joko berharap setelah vaksinasi pada pelaku Parkeraf ini bisa menambah tidak hanya imun, tetapi juga semangat apabila nanti sudah dibuka wisata untuk umum. Saat ini capaian vaksinasi Bantul sudah 53,7%. Pelaksanaan vaksinasi ke-34 ini diharapkan akan mampu menyumbang penambahan persentase angka vaksinasi hingga bisa mencapai kekebalan komunal.

“Kita terus bergerak untuk vaksinasi menuju herd immunity sebesar 75% hingga 80% dari total jumlah penduduk yang divaksin. Dan kita juga berharap agar pandemi ini segera bergeser menjadi endemi,” tutup Joko.  (uk)

 

Humas Pemda DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

 


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020