Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

Kondisi Membaik, DIY Diharapkan Bisa Turun Level PPKM

Yogyakarta (05/09/2021) jogjaprov.go.id – Turunnya positivity rate Covid -19 di DIY yang diikuti turunnya angka kematian dan tingkat keterisian tempat tidur (bed) rumah sakit diharapkan mampu menurunkan level PPKM dari 4 menjadi 2. Meskipun memang keputusan tingkat level PPKM ini berada di tangan pusat, namun kondisi DIY sudah menunjukan progres yang baik.

Sebanyak lebih dari 62% masyarakat DIY telah divaksin dan akan terus dikejar hingga minimal 80% sampai dengan pertengahan Oktober nanti dan maksimal 100%. Selain itu keterisian bed rumah sakit sudah berada diangka 29%. Demikian juga dengan rata-rata positif sudah turun di angka 5, dimana angka tersebut adalah angka yang ditetapkan WHO untuk bisa menurunkan level PPKM menjadi di bawah 4.

Fakta inilah yang membuat Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan harapan terbaiknya agar DIY bisa segera turun level pada evaluasi PPKM Level 4 awal Sepetember ini. Harapan ini disampaikan Aji pada Minggu (05/09) secara daring saat mengikuti diskusi bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI.

Bukan alasan Aji mengharapkan PPKM segera turun level. Perekonomian utama di DIY ditopang oleh dua hal yaitu pendidikan dan pariwisata. Dengan adanya pandemi ini, bahkan jauh sebelum PPKM level 4 di tetapkan, DIY telah mengalami kesulitan mengingat mahasiswa tidak aktif berkuliah secara tatap muka. Pun dengan pariwisata yang juga terpaksa harus collaps.

“Sumber utama ekonomi di DIY adalah pariwisata dan pendidikan. Dua unsur ini adalah kerumunan yang menghidupkan DIY. Jika dua unsur ini tidak ada, bisa dipastikan ekonomi DIY terpuruk. Masyakat terpapar atau lapar, adalah dua hal yang memang sangat sulit kita hindari,” ujar Aji.

Lebih lanjut Aji menjelaskan, meskipun sebelum ini kasus di DIY turun, namun pusat tidak bisa serta merta menurunkan status DIY menjadi level di bawah 4. Hal ini karena DIY adalah wilayah aglomerasi, dimana antara satu kabupaten/kota dengan yang lain saling berdekatan dan saling terkait. Selain itu, DIY memang tidak luas sehingga potensi untuk saling berhubungan bisa dikatakan sangat besar.

“Posisi kita saling berdekatan. Meskipun tidak semua kabupaten/kota berada di zona merah, namun akan saling berhubungan. Maka itu pemerintah pusat memutuskan untuk kembali di level 4 karena kalau tidak nanti saling menulari. Nah semoga besok bisa turun,” papar Aji.

Saat ini, DIY saat ini sedang sangat gencar mempercepat vaksinasi. Hal ini merupakan syarat bagi bisa kembali digelarnya pembelajaran tatap muka. Selain itu, juga menjadi alasan bisa kembali beroperasinya industri-industri serta UMKM daa tidak ketinggalan, pariwisata. Seperti diketahui, tingkat capaian vaksinasi juga menjadi syarat bagi suatu daerah bisa turun level. Karena melalui vaksinasi, kekebalan komunal atau herd immunity akan segera terbentuk.

Aji menambahkan, menyelaraskan upaya ekonomi dan kesehatan membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Harus ada saling support dan kesadaran masing-masing karena saat ini kedua unsur ini sedang berjalan bertentangan. Pada kesehatan, orang dituntut dengan pembatasan-pembatasan dan diharuskan diam demi kesehatan. Sementara menurut Aji, pertumbuhan ekonomi sangat erat dengan berbagai kerumunan seperti pariwisata pendidikan, yang semuanya berbasis kerumunan.

“Kita harus bisa membedakan dan membuka pelan-pelan. Harus hati-hati sehingga kesehatan kita dapatkan, tetapi ekonomi juga mulai bergerak. Jadi saya mohon dua-duanya berjalan tidak kemudian saling mendahului. Jadi ini saya kira perlu berjalan beriring, kalau bisa ya sehat dan ekonominya tetap maju. Ini yang kita harapkan,” tutur Aji. (uk)

Humas Pemda DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020