Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

Gunakan Danais, 1000 Pelaku Wisata Bantul Divaksin

Masyarakat pelaku wisata, keluarga serta mereka yang berdomisili di sekitar obyek wisata memang menjadi target utama vaksinasi untuk pariwisata. Mereka harus sehat dan bersih sehingga mampu menjadi representasi wisata yang sehat. Hal ini menurut Singgih juga mampu menjadi promosi pariwisata sekaligus promosi vaksinasi. Bisa diartikan pula vaksinasi di dunia pariwisata diharapkan mampu mendorong keinginan masyarakat yang belum divaksin menjadi bersedia divaksin dengan sukarela.

Vaksinasi pariwisata ini menurut Singgih tidak akan terselenggara tanpa dukungan banyak pihak, diantaranya Paniradya Keistimewan dan Pemkab Bantul. “Vaksinasi yang terselenggara atas kerjasama dengan Dinkes dan Dispar Bantul dengan Paniradya Keistimewan ini menggunakan atau disupport dengan dana keistimewaan. Kali ini kita mempunyai target 1000 sasaran pelaku pariwisata di Kabupaten Bantul. Saya berharap ini menjadi bagian dari mempersiapkan destinasi wisata untuk bisa kembali menerima kunjungan wisatawan dengan aman, dengan sehat dan nyaman tentunya,” jelas Singgih.

Wakil Bupati Bantul Joko B. Purnomo sangat mengapresiasi perhatian dan keseriusan Pemda DIY terhadap para pelaku wisata di Bantul. Menurutnya sangat tepat menjadikan wisata sebagai prioritas vaksinasi mengingat penyumbang ekonomi tersbesar di DIY memang berasal dari sektor pariwisata.

“Pariwisata adalah menjadi salah satu urat nadi dari DIY dimana pariwisatanya adalah merupakan wajah kita yang bisa dilihat secara konkret dan nyata oleh masyarakat luar. Sehingga Ngarsa Dalem, Pak Gubernur melalui Pak Aris, Pak Singgih ini memiliki satu komitmen bersama, kita bangun sinergi bahwa pariwisata kita pengelolaannya, masyarakatnya, semuanya harus sehat. Tidak boleh ada yang sakit,” tegas Joko.

Joko menambahkan, sudah selayaknya masyarakat di sekitar destinasi wisata hingga pengelolanya harus tervaksin. Lingkungan masyarakat yang bersih dan tidak menularkan menjadi hal yang wajib di miliki pariwisata DIY untuk mempersiapkan diri untuk menjaid tuan rumah bagi para wisatawan apabila nanti destinasi wisata sudah bisa beroperasi.  

Joko menjelaskan, vaksinasi ini memang benar didanai menggunakan dana keistimewaan (Danais). Dirinya dan warga Bantul menyambut baik kegiatan vaksinasi yang dilakukan sebagai bentuk  perhatian Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada pelaku wisata Bantul, pengelola wisata POKDARWIS dan lain-lain sebagainya.

 “Nanti teman-teman di Dinas Pariwisata ini sudah tidak pikir-pikir lagi dan langsung bisaa start menyambut dikendorkannya PPKM. Dan masyarakat Bantul sudah siap. Sekali lagi matur nuwun dan harapan kita ini akan membikin kita menjadi aman nyaman kemudian siap untuk pariwisata di Kabupaten Bantul,” tutup Joko.

Siti Amanah, salah satu warga dari Desa Wisata Krebet yang menjadi salah satu penerima vaksin mengaku sangat senang dengan vaksinasi ini. Dirinya sangat berharap dunia wisata yang sempat ambruk bisa kembali bangkit menuju normal. “Vaksinasi ini sangat membantu agar kita bisa menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita. Harapannya bisa pulih kembali seperti dulu, semua kegiatan, semua obyek wisata dibuka kembali,” ungkapnya. (uk)

Humas Pemda DIY

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020