Pantau Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta

 

Aplikasi PeduliLindungi dukung aktivitas masyarakat dalam masa adaptasi pengendalian pandemi COVID-19.

Dengan mengunduh aplikasi PeduliLindungi, masyarakat dapat mengakses fitur seperti Paspor digital berisikan riwayat sertifikat vaksinasi dan hasil tes COVID-19, Periksa Sertifikat Vaksinasi COVID-19 (dengan 5 parameter: Nama, NIK, Tanggal Lahir, Tanggal vaksin, dan Jenis vaksin), Pemberitahuan Zona Risiko, dan Statistik kasus di wilayah setempat.

Selain itu, aplikasi PeduliLindungi dilengkapi dengan fitur Check In ke ruang publik atau fasilitas umum melalui scan QR Code, riwayat lokasi perjalanan, e-HAC yang terintegrasi, dan berbagai informasi serta fitur penting lain.

Unduh dan manfaatkan PeduliLindungi!

Untuk informasi terkait COVID-19 kunjungi situs resmi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin

( artikel juga dimuat pada laman web dinkes.jogjaprov.go.id/berita )


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja merilis Izin Penggunaan Darurat (EUA) untuk tiga vaksin Covid-19 terbaru. Yakni, vaksin Sputnik-V pada 25 Agustus 2021 lalu, dan Vaksin Covid-19 Johnson and Johnson, serta Vaksin Convidecia pada 7 September 2021. dengan demikian, pemberian izin penggunaan darurat (EUA/Emergency Use Authorization) ini melengkapi vaksin Covid-19 lain yang sudah mendapatkan EUA sebelumnya di Indonesia yaitu

  1. Vaksin CoronaVac (Sinovac)
  2. Vaksin COVID-19 Bio Farma (dari bahan baku produksi Sinovac)
  3. Vaksin AstraZeneca
  4. Vaksin Sinopharm
  5. Vaksin Moderna
  6. Vaksin Comirnaty (Pfizer dan BioNTech)

Untuk informasi, vaksin Covid-19 Sputnik-V didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala sebagai pemegang EUA dan dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia. Sedangkan vaksin Johnson and Johnsosn didaftarkan oleh PT Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan dikembangkan Janssen Pharmaceutical Companies, dan vaksin Convidecia didaftarkan oleh PT Bio Farma sebagai pemegang EUA dan dikembangkan CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology. Ketiganya menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector, serta diperuntukkan untuk usia 18 tahun ke atas. Untuk vaksin Sputnik V akan disuntikkan 2x (@ 0,5 mL per dosis) dengan interval 3 minggu (21 hari), sedangkan vaksin Johnson and Johnson dan vaksin Convidecia hanya disuntikkan masing-masing 1x saja.

Penambahan jenis vaksin yang disetujui penggunaan daruratnya akan membantu Indonesia mengamankan ketersediaan vaksin untuk bisa mencapai total target vaksinasi pada lebih dari 208 juta orang. Informasi saja, stok vaksin datang sampai 4 tahap sekaligus pada 10 September 2021. Berturut-turut, kedatangan tahap ke-52 menghadirkan 639.990 dosis Vaksin Pfizer, lalu 2.079.000 dosis Vaksin CoronaVac (Sinovac), kemudian 615.000 dosis Vaksin AstraZeneca, dan tahap ke-55 sebanyak 358.700 dosis vaksin AstraZeneca lagi. Dengan demikian, total kedatangan vaksin Covid-19 mencapai 229.615.290 dosis, baik dalam bentuk bulk (bahan baku) dan vaksin jadi.

 

 Pustaka

www.covid19.go.id

www.kemkes.go.id

( artikel juga dimuat pada laman web dinkes.jogjaprov.go.id/berita )


Yogyakarta (14/09/2021) jogjaprov.go.id – Pemerintah pusat menilai bahwa penerapan PPKM di Jawa dan Bali menunjukkan dampak positif. Beberapa diantaranya adalah penuruunan level PPKM pada beberapa wilayah termasuk di DIY. Adanya penurunan level tersebut menyebabkan adanya kelonggaran pada beberapa aturan, termasuk dilakukannya uji coba pembukaan 3 destinasi wisata di DIY yang telah ditunjuk Kemenparekraf. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat karena memberikan kesempatan pada 3 destinasi wisata di DIY yakni Tebing Breksi (Sleman), Hutan Pinusari Mangunan (Bantul), dan Gembira Loka Zoo (Kota Yogyakarta) melakukan uji coba pembukaan wisata. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf karena ada destinasi wisata di DIY yang dinilai dapat melakukan uji coba,” ujar Sri Sultan. Uji coba pembukaan destinasi wisata ini berkaitan dengan telah diberlakukannya level 3 pada status PPKM DIY sejak 6 September 2021. 

Adapun pernyataan Sri Sultan disampaikan dalam Rakor Evaluasi PPKM Jawa-Bali bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (14/09). Sri Sultan bersama Sekretaris Daerah Kadarmanta Baskara Aji dan Kepala OPD DIY terkait mengikuti rakor secara daring dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Rakor ini juga diikuti oleh Gubernur se-Jawa dan Bali secara daring. 

Menteri Luhut menyampaikan meski kenaikan kasus positif Covid-19 cenderung menurun, masyarakat hendaknya tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di samping itu, sektor retail, perbelanjaan, dan destinasi wisata yang ditunjuk, harus segera menerapkan aplikasi pedulilindungi sebagai filter kepada pengunjung.

Lebih lanjut, Sri Sultan menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat untuk memberikan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) kepada 32 perusahaan baru di DIY yang memiliki aktivitas ekspor agar dapat beroperasi. Seperti diketahui sebelumnya, telah terdapat 6 perusahaan di DIY yang telah mengantongi izin untuk uji coba beroperasi penuh yakni PT. Karya Hidup Sentosa/Quick Tractor (Kulon Progo), PT. Eagle Glove Indonesia (Sleman), PT. Lezax Nesia Jaya (Sleman), PT. Kusuma Sandang Mekarjaya (Sleman), PT. Dhanar Mas Concern (Sleman), dan PT. Setiaji Mandiri (Sleman). 

Menanggapi pernyataan Ngarsa Dalem, Menteri Luhut segera meminta Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI menindaklanjuti usulan tersebut. Ia juga menyampaikan agar perusahaan-perusahaan tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah pusat sesuai Instruksi Mendagri salah satunya telah menerapkan aplikasi pedulilindungi. “Saya minta pak Sri Sultan untuk mengecek apakah semua sudah difasilitasi QR Code untuk aplikasi pedulilindungi,” terang Menteri Luhut.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Luhut lantas memberikan arahan sebagai panduan bagi pemeirntah daerah antara lain:

  1. Meski secara keseluruhan situasi Covid-19 di Indonesia terutama Jawa dan Bali mengalami perbaikan, perlu kewaspadaan akan gejala peningkatan kasus konfirmasi dan angka kematian khususnya di beberapa kabupaten/kota
  2. Sejak minggu ini, cakupan total vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 lansia ditambahkan sebagai penentuan level PPKM. Gubernur, Walikota, Bupati, TNI/Polri terus bekerja sama mengakselerasi cakupan vaksinasi terutama bagi lansia
  3. Pemerintah Daerah bersama TNI/Polri terus menegakkan protokol kesehatan dan memastikan penggunaan pedulilindungi pada tempat wisata. Diupayakan untuk menerapkan skema ganjil genap pada kendaraan pada sepanjang jalan menuku dan dari tempat wisata mulai Jumat hingga Minggu.
  4. Syarat perjalanan internasional dari luar negeri ke Indonesia: 3x PCR, karantina 8 hari, wajib vaksinasi dan pembatasan pintu masuk untuk memudahkan karantina dan pengawasan
  5. Cakupan vaksinasi untuk melakukan transisi hidup bersama Covid-19 atau pandemi ke endemi dengan minimal target vaksinasi 70%. Sampai target tersebut dicapai, kombinasi antara kegiatan masyarakat, implementasi 3T yang optimal+isoter, dan 3M pedulilindungi tetap dipertahankan
  6. Pemerintah Daerah bersama TNI/Polri harap mewaspadai tanggal besar, hari libur, ataupun upacara keagamaan yang melibatkan banyak orang untuk mengantisipasi penambahan atau lonjakan kasus

Menteri Luhut lantas menambahkan, agar stok vaksinasi yang telah ada di masing-masing provinsi untuk segera dihabiskan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat cakupan vaksinasi dan meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat. "Saya minta stok vaksin yang ada untuk dihabiskan, Gubernur bisa mendorong kabupaten/kota yang cakupan vaksinasinya masih sedikit," imbuhnya. 

Sementara, dengan diterapkannya level 3 pada PPKM DIY, tempat hiburan seperti bioskop dimungkinkan dapat beroperasi. Meski demikian, menurut Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, pembukaan bioskop menjadi kewenangan asosiasi. “Kalau ingin membuka, diperkenankan saja, karena di Ingub juga sudah disebutkan. Namun tentu harus bertanggungjawab juga kalau seumpama membuka, bioskop yang dibuka menjadi tanggung jawab masing-masing pengelolanya. Sudah ada satgasnya sendiri yang menangani ini, ada asosiasinya pengurus bioskop yang harus membuat SOP secara mandiri kalau mau membuka bioskop,” tutupnya. [vin]

 

HUMAS DIY  

(artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )


© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020