• Yogyakarta (24/10/2021) jogjaprov.go.id - Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menegaskan, hingga akhir Oktober 2021 nanti, DIY akan terus mengejar target vaksinasi, utamanya untuk vaksin dosis kedua dan para lansia. Hal ini mengingat stok vaksin yang harus dihabiskan masih cukup banyak.

    "Kami sudah melakukan koordinasi secara internal untuk lebih meningkatkan upaya vaksinasi sampai akhir Oktober ini," kata Sri Paduka dalam laporannya kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Menkomarves RI memimpin Rapat Evaluasi PPKM Jawa-Bali melalui video conference (vidcon) pada Minggu (24/10) malam. Pada vidcon kali ini hadir pula Menteri Pedagangan RI, Muhammad Lutfi; Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno; Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi; serta seluruh kepala daerah tingkat provinsi se-Jawa dan Bali atau yang mewakili.

    Dalam laporannya, Sri Paduka mengakui, stok vaksin Astrazeneca di DIY yang cukup banyak, sehingga perlu segera didistribusikan. Terkait penggunaan Peduli Lindungi, Pemda DIY juga akan terus melakukan pengawasan, utamanya untuk tempat-tempat wisata yang sebagian sudah mengantongi izin kembali dibuka.

    Ditemui usai vidcon, Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, semua pihak harus tetap waspada agar prediksi akan terjadinya gelombang kasus CoViD-19 berikutnya di akhir tahun bisa terhindarkan. Untuk itu, Pemda DIY mengajak seluruh komunitas, baik satgas di DIY, kab/kota, maupun satgas di perkantoran, tempat wisata dan juga tempat perdagangan, tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan.

    "Tentu harapannya masing-masing pihak bisa ikut menyesuaikan dalam upaya menjaga kepatuhan pada protokol kesehatan. Kami berharap semua pihak tidak lengah, jangan memberi kesempatan munculnya kasus baru," ungkapnya.

    Sementara itu, Menkomarves RI, Luhut Binsar Pandjaitan dalam vidcon mengatakan, situasi CoViD-19 di Indonesia sampai saat ini masih terkendali. Namun, seirinh dengan penurunan level di banyak kabupaten/kota, peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat harus tetap dijaga. Luhut menegaskan, salah satu caranya yakni dengan memperluas dan memperketat penggunaan Peduli Lindungi.

    "Perlu adanya pengawasan dan enforcement yang lebih kuat terhadap Peduli Lindungi di berbagai sektor, terutama seiring makin berkurangnya disiplin masyarakat. Peningkatan mobilitas akan semakin meningkat hingga puncaknya nanti di masa libur Nataru. Jadi saya minta Panglima TNI, Kapolri, Menhub dan para Gubernur mempersiapkan skenario pengaturan mobilitas dari sekarang," ungkapnya. (Rt)

    Sumber berita : HUMAS DIY

  • Yogyakarta (25/10/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung penuh kegiatan konkrit Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam memperingati Sumpah Pemuda dalam bentuk percepatan vaksinasi. Kegiatan akan menargetkan sedikitnya 1000 orang sebagai sasaran vaksinasi.

    Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan hal tersebut usai menemui Sri Sultan pada Senin (25/10) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Menurutnya, Sri Sultan siap untuk mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut, selain dalam rangka mempercepat vaksinasi juga memperkuat ideologi pancasila bagi warga DIY.

    “Kami akan menyelenggarakan tindakan nyata Pancasila dalam tindakan yaitu vaksinasi, dan akan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kami memohon beliau Sri Sultan berkenan untuk hadir pada acara tersebut dan telah menyatakan berkenan,” ungkap Yudian.

    Yudian menambahkan, gelaran acara ini diprakarsai oleh BPIP dengan bekerjasama dengan UGM dan UIN. Acara akan berlangsung di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 28 Oktober 2021 mendatang.

    Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono yang mendampingi Gubernur DIY bersama Kepala Kesbangpol DIY, Dewo Isnubroto membenarkan pernyataan Yudian. Benny mengatakan, pada pertemuan tadi telah disepakati kehadiran langsung Sri Sultan guna memberikan dukungan moral bagi penerima vaksin.

    “Pertemuan itu intinya salah satunya adalah gerakan untuk mempercepat proses vaksinasi dari BPIP. Beliau (Gubernur DIY) sangat mendukung tapi agendanya barengan dengan tanggal 28. Tapi tetap akan tetap dilaksanakan nanti beliau seperti kegiatan awalnya, lalu beliau akan menyapa semua yang divaksinasi,” kata Benny.

    Benny menambahkan untuk targetan 1000 orang warga sekitar UIN yang akan divaksinasi akan berlangsung selama sehari penuh. Kegiatan ini diharapkan akan mampu selain meningkatkan ideologi Pancasila juga mampu memberikan manfaat bagi kesehatan dan kekebalan komunal bagi masyarakat. (uk)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • Yogyakarta (25/10/2021) jogjaprov.go.id– Sebanyak 90% peserta didik di DIY telah memperoleh vaksin dosis pertama dan sebanyak 54% telah memperoleh vaksin dosis kedua. Hal ini dilaporkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat mengikuti video conference arahan dari Presiden RI Joko Widodo pada Senin (25/10) dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Arahan secara virtual ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI, jajaran Menteri RI, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia, serta jajaran Forkopimda seluruh Indonesia.

    Untuk pemberlakuan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di DIY, selain peserta didik, guru juga telah divaksinasi. Sebanyak 95% guru di DIY telah memperoleh vaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua. Sri Sultan mengungkapkan bahwa terdapat kurang lebih 360 sekolah tingkat SMA yang sudah dibuka. Sementara itu, untuk tingkat SMP, sebanyak kurang lebih 500 sekolah telah dilaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas. Sedangkan untuk tingkat SD, hanya beberapa SD yang telah ditunjuk yang diperbolehkan untuk melakukan uji coba PTM secara terbatas.

    "Untuk target vaksinasi secara keseluruhan ada 2.879.699 jiwa. Total capaian vaksinasi secara keseluruhan di DIY telah mencapai 91,46% dosis pertama dan 68,63% dosis kedua,” jelas Sri Sultan. Vaksinasi tersebut hingga 24 Oktober 2021, untuk lansia sebanyak 70,96% telah memperoleh dosis pertama dan 52,43% memperoleh dosis kedua. Sedangkan bagi kelompok rentan, sebanyak 79,35% telah memperoleh dosis pertama dan 53,2% memperoleh dosis kedua.

    Sri Sultan juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di DIY menunjukkan hasil positif. “Sesuai dengan data BPS, untuk kuartal pertama Jogja tumbuh 5,8% dan triwulan kedua tahun 2021 ini tumbuh 11,81% di mana ini kekuatannya tumbuh positif ini pada jasa-jasa lain akomodasi makan dan minum, dan jasa dari perusahaan,” terang Ngarsa Dalem. Pertumbuhan positif ini didukung dengan adanya program Pemda DIY SiBakul Jogja yang melibatkan 53.350 UMKM di DIY dan bernilai Rp. 20,94 miliar.

    Jokowi mengapresiasi vaksinasi yang telah dilaksanakan di DIY serta pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan peningkatan. “Kita melihat bahwa di Jogja yang divaksinasi sudah berada di angka 91% dan memunculkan sebuah pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil yaitu 11,9% yang sangat bagus. Artinya apa, vaksinasi itu sangat berhubungan dengan kasus dan sangat berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Jokowi.

    Jokowi terus mengingatkan untuk selalu waspada dan berhati-hati di tengah tren kenaikan kasus Covid-19 dunia, seperti di Eropa dan Amerika Selatan. Belajar dari perkembangan kasus di luar negeri, relaksasi yang terlalu cepat dapat menimbulkan lonjakan kasus Covid-19. Jokowi menekankan untuk terus menaati protokol kesehatan, percepatan vaksinasi, dan berhati-hati dalam pelaksanaan PTM. Ia menyatakan, ”Saya berharap agar pembelajaran tatap muka terus didorong tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap anak-anak kita juga dipercepat, sehingga kita tidak mau ada generation loss. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan di tengah-tengah anak didik kita.”

    Menutup arahannya, Jokowi menyampaikan, “Sekali lagi kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kecepatan kita bertindak harus kita jaga agar penurunan Covid-19 di negara kita, Indonesia, terus bisa kita tekan untuk turun kasus hariannya dan kita harapkan tidak ada gelombang ke-3 di negara kita.” (sf)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • YOGYAKARTA (02/11/2021) jogjaprov.go.id – Koperasi Pasar Buah Gemah Ripah, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman menyelenggarakan vaksinasi tahap II pada Selasa (02/11) dan ditinjau Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X, didampingi Penewu Gamping Drs. Sardjono, MSi., Ketua Koperasi Gemah Ripah Bambang Raharjo.SH., serta jajaran Muspika Kapanewon Gamping.

    Pelaksanaan vaksinasi tahap II dengan vaksin Sinovac ini disambut antusiasme anggota Koperasi Gemah Ripah yang telah mengikuti vaksinasi tahap I sebanyak 487 orang dan 10 warga sekitar Pasar Buah Gemah Ripah Gamping yang belum pernah vaksin.

    Menurut Sujud, salah satu pengurus Koperasi Pasar Buah Gemah Ripah Gamping, kepada reporter www.jogjaprov.go.id menuturkan bahwa vaksinasi ini di samping melibatkan petugas dari Puskesmas Gamping juga dibantu dari Poltekes Karya Husada berjumlah 20 orang, TRC Kapanewon Gamping berjumlah 26 orang dan Baguna Gamping 27 orang.

    Dalam kunjungan yang diwarnai suasana hujan tersebut, selain memberikan motivasi dan semangat pada peserta dan petugas vaksin dengan penuh keramahan,  Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X juga mengimbau kepada para peserta vaksin untuk mengajak sanak saudara dan tetangganya yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksin. Dengan melakukan vaksin selain menyehatkan diri sendiri, juga akan menyehatkan keluarga, sanak famili serta menyehatkan tetangga kanan kirinya.

    Usai keliling memantau pelaksanaan vaksinasi dan dialog dengan anggota Koperasi Buah Gemah Ripah Gamping, Sri Paduka juga berdialog dengan jajaran pengurus Koperasi Buah Gemah Ripah Gamping dan diakhiri dengan foto bersama. (krn)

    Sumber : HUMAS DIY

  • Yogyakarta (08/11/2021) jogjaprov.go.id – Pemda DIY kembali menggelontorkan dana hibah dan bansos bagi penanganan Covid -19. Bantuan diberikan kepada perorangan maupun kelompok yang terdampak Covid – 19 oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Senin (08/11) di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Pendanaan yang bersumber dari Dana Keistimewaan atau Danais ini didistribusikan oleh 4 OPD di DIY yaitu Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata dan Satpol PP DIY. Total belasan miliar rupiah yang bersumber dari Danais tersebut disalurkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi  yang sempat menurun di kuartal 3. Seperti diketahui, kuartal pertama dan kedua pertumbuhan ekonomi DIY sempat melonjak, dan kembali menurun lagi pada kuartal ke 3.

    Sri Sultan mengungkapkan, kenaikan angka pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama dan kedua disokong oleh adanya APBD dan investasi. Namun saat menginjak kuartal ke 3, proyek investasi telah selesai dan APBD pun telah dibelanjakan, sehingga perlu ada campur tangan pendongkrak perekonomian dari pemerintah. Untuk itulah, bansos dan hibah diberikan guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Apalagi mengingat saat ini DIY sudah mulai ramai didatangi orang luar, sehingga harus memanfaatkan peluang.

    “Saya berharap bantuan sosial yang kami berikan tidak hanya bermanfaat bagi warga masyarakat juga tapi kalau itu dibelanjakan akan memperbanyak perputaran ekonomi di daerah untuk mendukung pertumbuhan daerah,” ujar Sri Sultan.

    Sri Sultan menjelaskan, saat ini kondisi DIY yang sudah mulai beranjak ramai harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarkat. Mereka pengunjung harus dibuat tertarik untuk membelanjakan uangnya di DIY sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi. Namun, mengingat DIY yang sudah turun level PPKM, tentu memiliki kelonggaran-kelonggaran aturan. Untuk itu masyrakat tidak boleh lengah dan tetap disiplin menjalankan prokes 5M. Tidak ada yang boleh abai, karena dengan keabaian masyarakat, bukan tidak mungkin DIY bisa kembali dilanda gelombang Covid -19 seperti yang pernah terjadi.

    “Mohon bantuan bapak-bapak ibu khususnya kepada perwakilan masyarakat penerima hibah dan bantuan untuk bagaimana memberikan pemahaman kepada warga dan mengingatkan kepada warga bahwa 5M ini harus tetap dilaksanakan masyarakat. Saat ini tidak hanya weekend tapi hari biasa pun sepertinya jalanan sudah penuh, seperti  tidak ada pandemi lagi, sudah endemi gitu. Tapi saya mohon kita hati-hati di dalam kondisi seperti ini kewaspadaan itu tetap penting bagi kita,” papar Sri Sultan.

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Tri Saktiyana menjelaskan, Danais yang disalurkan oleh Dinas Pariwisata DIY adalah berupa hibah kepada 169 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan jumlah total  anggaran Rp.4,85 miliar. Sedangkan dari Dinkop UMKM disalurkan melalui sentra dan asosiasi sebanyak 333 kelompok. Juga untuk 5725 UMKM yang masing-masing mendapatkan Rp.1,2 juta dengan total anggaran Rp.6.87 miliar.

    Sementara itu, Dinas Sosial juga turut andil dengan memberikan bantuan berupa santunan yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Terdapat sejumlah 1784 anak yang masing-masing menerima Rp. 1,5 juta dengan jumlah total Rp. 2,6 miliar. Selain itu Dinsos juga memberikan bantuan bantuan usaha ekonomi produktif kepada 10 kelompok yang masing-masing mendapatkan Rp. 32 juta. Satpol PP DIY juga turut memberikan hibah untuk penanganan Covid-19 bagi jaga warga di 44 Kelurahan dengan total anggaran Rp. 1,98 miliar.

    “Satpol PP juga memberikan hibah sarana kesehatan untuk penertiban Prokes bagi 45 Kelurahan di DIY senilai total 167 juta dan diberikan juga bantuan sosial bahan makanan pokok bagi masyarakat di kelurahan DIY dengan total nilai 590 juta. Kita juga berikan bantuan sarana prasarana Satlinmas Istimewa senilai 691 juta, dan diberikan juga fasilitas penanganan Covid -19 bagi satlinmas senilai 49 juta,” jelas Tri Saktiyana.

    Acara tersebut selain dihadiri Gubernur DIY dan Wagub DIY juga dihadiri oleh Bupati Bantul, Bupati Gunungkidul, Bupati Kulon Progo, Wabub Sleman, dan Sekda Kota Yogyakarta. Selain itu hadir pula Kepala Dinas UMKM DIY, Kadispar DIY, Kasat POL PP DIY, Kadinsos DIY, DPRD DIY, beserta tamu undangan lainnya. (uk)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • Yogyakarta (10/11/2021) jogjaprov.go.id -  Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta seluruh Kepala Daerah di Indonesia untuk tetap mewaspadai perkembangan kasus Covid-19 di wilayah masing-masing menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Covid-19 yang diikuti seluruh Kepala Daerah se-Jawa/Bali, Rabu (10/11) sore. 

    Adapun Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengikuti arahan tersebut secara daring di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta bersama Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, didampingi Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, dan beberapa Kepala OPD DIY terkait.

    Menteri Luhut mengatakan bahwa selama dua pekan terakhir, perkembangan kasus Covid-19 di Indoensia masih baik. Meskidemikian, Menteri Luhut menekankan bahwa kasus konfirmasi dunia terutama di Eropa mengalami peningkatan. “Eropa kembali menjadi epicentrum karena mungkin sudah masuk musim dingin. Ini mengindikasikan bahwa kasus Covid-19 itu masih jauh dari kata selesai,” ujarnya.

    Selain itu, Menteri Luhut menegaskan pemerintah daerah untuk tetap berhati-hati akan mobilitas yang tinggi. “Apalagi jika vaksinasi belum mencapai target, peluang untuk terjadinya peningkatan kasus itu tinggi. Ini yang perlu kita waspadai,” tambahnya.

    Menurut Menteri Luhut, penanganan kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai pada pembahasan science and art. “Ilmunya sudah tahu, datanya sudah ada. Untuk art-nya adalah bagaimana kita mampu membaca data dan dikondisikan dengan situasi di lapangan sehingga tepat penanganannya,” jelasnya.

    Hal lain yang perlu diwaspadai adalah masih terdapat Kabupaten/Kota di Jawa/Bali yang vaksinasinya belum mencapai target namun mobilitasnya sudah di atas baseline. Ini saya pikir yang perlu dipahami masyarakat, kita harus terus berhati-hati menghadapi ini.

    Dengan adanya peningkatan kasus sebanyak 30% yang terjadi di beberapa kabupaten kota di Jawa Bali dibandingkan dengan minggu lalu. Walau peningkatan itu tidak signifikan, namun tetap perlu diwaspadai. Terdapat beberapa arahan yang disampaikan Menkomarves terkait perkembangan kasus di atas yakni:

    1. Tetap mewaspadai meski situasi kasus Covid-19 di tanah air cenderung baik, mengingat Eropa telah kembali menjadi epicentrum kasus Covid-19
    2. Adanya mobilitas yang telah di atas baseline dengan tingkat vaksinasi yang rendah. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan percepatan vaksinasi dan penerapan prokes di area publik dengan aplikasi PeduliLindungi
    3. Bagi kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus selama dua pekan terakhir, segera lakukan identifikasi kasus. Testing dan tracing tetap dilakukan dan bagi yang teridentifikasi positif segera diarahkan ke isolasi terpusat
    4. Mendekati Nataru, perlu dilakukan pendekatan kehati-hatian. Langkah mengerem mobilitas dan pelaku perjalanan adalah yang sehat harus dilakukan sejak saat ini

    Sementara, pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan walau semua masih di dalam batas aman, Kementerian Kesehatan terus memantau pergerakan kasus Covid-16 di Indonesia. ”Selama dua minggu terakhir, ada 16 kota/kabupaten di Jawa/Bali ada yang telah mengalami kenaikan selama dua minggu terakhir namun masih tetap aman. Kita telah melakukan analisa, salah satunya adalah mulai aktifnya surveillance di sekolah,” tukasnya.

    Katanya, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan dashboarduntuk memantau kegiatan PTM yang meliputi capaian vaksinasi, jalannya PTM, perkembangan kasus di dunia pendidikan, dimana dashboard ini dapat dipantau oleh seluruh Kepala Daerah di Indonesia sampai level yang paling bawah.

    Menteri Budi juga menyampaikan apresiasi karena saat ini tingkat keterisian bed perawatan di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 nasional telah menurun. “Capaian ini bagus sekali ya, kita total ada 120ribu bed perawatan, saat ini yang terpakai sekitar 3ribu-an bed saja,” jelasnya. Namun demikian, meski kondisi penambahan kasus Covid-19 di Indonesia cukup terkendali, Kementerian Kesehatan, lanjutnya, tetap memantau perkembangan baru varian Covid-19. Harapannya, dapat segera dilakukan antisipasi agar ketiga varian baru tersebut yakni Lambda, Mu, dan C.1.2 tidak masuk ke Indonesia. [vin]

    Sumber : HUMAS DIY

  • Yogyakarta (12/22/2021) jogjaprov.go.id – Saat ini meskipun kasus Covid -19 di Indonesia termasuk DIY relatif melandai, namun ancaman mutasi virus masih bisa terjadi dan mengakibatkan gelombang ke-3 lonjakan kasus. Apalagi mengingat saat ini sudah mendekati momentum libur akhir tahun, di mana setiap terjadi lonjakan kasus pasti didahului dengan libur panjang.

    Peringatan demikian disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada apel Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 secara daring, Jumat (12/11). Peringatan HKN ke-57 ini, DIY menggelar apel secara daring yang diikuti oleh berbagai instansi kesehatan, hingga penyelenggara kesehatan di level terbawah seperti posyandu.

    Sri Sultan mengungkapkan, untuk mencegah gelombang ke-3 Covid -19, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan disiplin. Selain itu prosedur 3T yaitu testing, tracing, dan treatment harus dilaksanakan dengan lebih serius.

    “Saya menghimbau Kepada seluruh masyarakat Jogja untuk pertama tetap patuh dan menerapkan protokol kesehatan dan dimanapun dan kapanpun berada,” ungkap Sri Sultan.

    Saat ini menurut Sri Sultan, pembangunan sistem kesehatan di Indonesia telah mencapai banyak capaian. Berbagai tantangan ke depan jelas akan semakin berat dan membutuhkan kolaborasi profesional dalam bingkai moralitas sebagai fondasi. Maka, momentum HKN ke-57 ini harus menjadi salah satu batu loncatan untuk berpacu melawan pandemi Covid -19.

    “Kerja bersama dan keikhlasan lah yang harus kita kedepankan terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 seperti yang kita alami saat ini. Kita harus bersyukur karena Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menurunkan kasus Covid-19 di saat negara lain masih berpacu melawan pandemi. Meskipun begitu kita tidak boleh berpuas diri dan harus tetap waspada mengantisipasi segala kemungkinan mengingat ancaman mutasi virus masih saja terjadi,” papar Sri Sultan.

    Lebih lanjut, Sri Sultan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran kesehatan mitra kerja lintas sektor serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bahu-membahu berjuang tanpa mengenal lelah di semua lini kesehatan. Bentuk perjuangan ini diharapkan mampu mewujudkan Indonesia semakin sehat dan tumbuh menjadi bangsa besar yang kuat.

    “Semoga Hari Peringatan Kesehatan Nasional ke-57 ini menjadi titik awal pulihnya berbagai sektor di masyarakat sehingga Indonesia bisa kembali tumbuh bisa kembali sehat. Mari kita berjuang bersama mewujudkan DIY menjadi zona hijau terbebas dari ancaman Covid-19,” tutup Sri Sultan.

    Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaning Astuti saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dari lonjakan kasus pada bulan Juli 2021 yang mencapai 56.000 kasus per hari, saat ini penambahan kasus di Indonesia berada pada kisaran angka 500 per hari. Penggunaan bed rumah sakitpun berada di angka 3% saja. Tentu hal ini patut disyukuri meskipun tidak boleh menurunkan tingkat kewaspadaan.

    “Tetap disiplin memakai masker, segera divaksin jika sudah memenuhi syarat, gunakan  aplikasi Peduli lindungi ketika berada di ruang publik dan tetap jalankan Testing serta Tracing dari orang yang bergejala,” ujar Pembajun mewanti-wanti.

    Menurut Pembajun, baik pejabat dan pegawai di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota, tenaga kesehatan, petugas dan administrator baik di rumah sakit, Puskesmas, klinik dan praktek pribadi bahkan setiap kita di rumah masing-masing harus memilih jalan perubahan. Pola pikir dan pola hidup harus berubah menyesuaikan dengan era normal baru.

    “Jalan perubahan adalah mandat dari Presiden dan Kementerian Kesehatan, untuk terus berproses untuk melaksanakan transformasi sistem kesehatan Indonesia. Hal ini yang akan memulihkan kondisi Indonesia pasca pandemi,” ungkapnya.

    Reformasi fundamental pada sistem kesehatan Indonesia meliputi 6 pilar transformasi yaitu transformasi layanan primer dengan memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, promosi kesehatan, membangun infrastruktur melengkapi sarana prasarana dan SDM serta memperkuat manajemen di layanan primer. Kedua adalah transformasi layanan rujukan dengan meningkatkan akses serta mutu rumah sakit di Indonesia melalui program sister hospital dengan Rumah Sakit internasional. Serta pengembangan Center of Excellence, penampungan Rumah Sakit pendidikan dan penelitian.

    Reformasi ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan dengan mendorong kemandirian farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Juga meningkatkan jejaring surveilans dan persiapan tenaga kesehatan cadangan dalam merespon ancaman krisis kesehatan. Yang ke-4, transformasi ekonomi kesehatan dengan menata ulang pembiayaan dan manfaat JKN serta meningkatkan porsi pembiayaan pelayanan promotif dan preventif melalui penambahan layanan skrining dasar bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Kelima, transformasi SDM kesehatan dengan meningkatkan kuantitas dan distribusi serta kualitas tenaga kesehatan melalui beasiswa pemberdayaan diaspora kesehatan dan pertukaran tenaga profesional kesehatan dengan mitra internasional. Yang ke-6 yaitu transformasi teknologi kesehatan yang meliputi teknologi informasi dan teknologi.

    “Saya berharap keenam pilar ini dapat menjadi kompas kita bersama menuju arah bagi kita dimanapun kita berada dan apapun peran kita di dalam perjalanan ini, kita dapat bergerak di satu tujuan sama yaitu Indonesia Sehat,” tegas Pembajun. (uk)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • Yogyakarta (16/11/2021) jogjaprov.go.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan akan melakukan tindakan preventif untuk mencegah kenaikan kasus jelang libur Nataru. “Kami lebih baik melakukan pengetatan di bulan-bulan ini sembari melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2. Dengan harapan kalau tidak ada peningkatan, Nataru nanti juga akan tetap baik,” jelas Sri Sultan saat memaparkan kondisi DIY kepada Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan. Paparan tersebut disampaikan saat Rakor Penanganan Covid-19 secara daring, Selasa (16/11) sore. 

    Sri Sultan melanjutkan bahwa pihaknya telah melakukan kesepakatan dengan Kabupaten/Kota dan mengatur bus pariwisata yang masuk ke wilayah DIY. “Saya telah menyepakati dengan Kabupaten/Kota, bisa yang masuk diperiksa, apabila ada yang belum divaksin, maka harus kembali. Kami menghindari secara ketat akan kenaikan-kenaikan dari sektor pariwisata,” terang Sri Sultan dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. 

    Meski demikian, Sri Sultan mengakui bahwa sempat terjadi peningkatan klaster di DIY. “Namun kami telah bisa atasi dengan cepat sebelum ada penularan lebih jauh. Jadi sekali lagi saya tekankan yang penting itu pengetatan di bulan-bulan ini sehingga Nataru tidak ada kejutan,” urai Ngarsa Dalem.Menurut Sri Sultan, skema ini secara konsisten dilakukan bersama Kabupaten/Kota.

    Sementara, Menteri Luhut kembali menegaskan bahwa saat ini seharusnya pemerintah daerah telah sampai pada tataran science and art.“Data (tentang Covid-19) sudah tersedia, tinggal mengolahnya saja mau bagaimana. Saya kira Pak Sultan sudah masuk ke tahapan itu. Silakan data diolah bersama dan muncul kebijakan,” urainya. 

    Menteri Luhut menambahkan, sejatinya kebijakan yang disarankan pemerintah pusat, dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. “Tidak selalu mesti seperti yang saya sampaikan di sini. Kalau di daerah ada pertimbangan khusus, silakan saja. Pada akhirnya yang terpenting tidak ada kenaikan yang siginifikan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Menteri Luhut memberikan arahan untuk dapat dilaksanakan kepala daerah dalam dua minggu ke depan. Adapun arahan tersebut sebagai berikut:

    1. Memperketat penggunaan Peduli Lindungi dan penerapan protokol kesehatan di tempat kerumunan
    2. Percepatan vaksinasi, terutama vaksinasi lansia di daerah dengan tingkat vaksinasi umum/vaksinasi lansia di bawah 50%
    3. Syarat perjalanan untuk angkutan umum jarak jauh tetap vaksinasi lengkap dan antigen atau jika baru 1x vaksinasi maka ditambah dengan PCR
    4. Peningkatan aktivitas testing dan tracing oleh TNI/Polri dan active case finding serta memasukkan yang deteksi positif ke karantina terpusat

    Di samping itu, belajar dari pengalaman gelombang sebelumnya, kepala daerah perlu mempersiapkan skenario termasuk scenario terburuk seperti:

    1. Kesiapan tempat tidur RS, RS darurat, oksigen, tenaga kesehatan, dan obat-obatan sudah diperhitungkan dari sekarang
    2. Peningkatan kapasitas testing dan tracing, serta penyiagaan fasilitas isolasi terpusat, termasuk anggaran untuk logistik pasien selama melakukan isolasi
    3. Anggaran Bantuan sosial dan PEN dapat segera diaktifkan dengan cepat seandainya PPKM harus kembali ke level 4 (penyempurnaan data penerima bantuan dilakukan kontinu dari sekarang)

    Meski situasi pandemi Covid-19 masih berada pada tingkat yang terkendali, peningkatan RI secara nasional dan Jawa-Bali perlu menjadi perhatian. Kewaspadaan harus ditingkatkan terutama di Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur mingguan. Bupati/Walikota, Dandim, dan Kapolres perlu melakukan antisipasi untuk menahan kenaikan lebih lanjut.

    Kesuksesan dalam menekan kenaikan Covid-19 pada periode Nataru, akan menentukan keberlanjutan pemulihan ekonomi di kuartal pertama tahun 2022. Adapun capaian vaksinasi DIY dosis 1 per 15 November 2021 telah mencapai 2.712.881 orang atau 95,15% dan dosis kedua 1.989.837 orang atau 4,85 %. DIY juga tengah menunggu arahan dari pusat untuk dapat melaksanakan vaksinasi anak usia di bawah 12 tahun. [vin]

    Sumber : HUMAS DIY

  • DIY menyelenggarakan vaksinasi dosis III bagi para pendukung tenaga kesehatan yang berperan aktif pada penanganan Covid-19, Senin (29/11) di Gedung Grha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Lebih dari 4000 orang akan mendapatkan suntikan dosis III dalam kurun waktu 3 hari, mulai (29/11) hingga (01/12) mendatang.

    Wagub DIY KGPAA Paku Alam X meninjau langsung pemberian vaksin dosis III tersebut guna memastikan kelancaran vaksinasi. Wagub DIY yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid–19 DIY ini saat berkeliling ke titik-titik tahapan vaksinasi selalu menekankan untuk baik vaksinator maupun penerima vaksin agar selalu disiplin prokes.

    Menurut Sri Paduka, meskipun sudah mendapatkan booster vaksinasi, namun tidak akan berguna apabila abai dan tidak melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Oleh karenanya, Sri Paduka berharap dengan diberikan dosis ke III ini para pendukung tenaga kesehatan ini lebih kuat dan lebih mawas diri untuk bisa menjaga kesehatan dengan baik, sehingga pemberian booster ini tidak sia-sia.

    Komandan SAR DIY, Broto Seno menjelaskan, dosis ke-III ini diikuti oleh relawan-relawan pendukung tenaga kesehatan seperti Tim Kubur Cepat yang bertugas mengebumikan jenazah pasien Covid-19. Untuk itu, guna mendukung penanganan Covid–19 ini, relawan pendukung tenaga kesehatan ini perlu mendapatkan vaksinasi dosis III karena bersentuhan langsung dengan mereka yang terpapar.

    Sumber : Humas Jogja

  • Yogyakarta (09/11/2021) jogjaprov.go.id – Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada pendukung tenaga kesehatan dan tenaga penunjang layanan Covid-19, Pemerintah DIY bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DIY menyelenggarakan vaksin massal dosis III.

    Pagi ini, Selasa (30/11), Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X meninjau pelaksanaan  vaksin massal dosis III bagi pendukung tenaga kesehatan dan tenaga penunjang layanan Covid-19 di beberapa titik lokasi diantaranya; di Kantor PMI DIY,  Gedung Grha Wana Bhakti Yasa, Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.

    Titik pertama lokasi vaksin yang dikunjungi adalah Gedung Grha Wana Bhakti Yasa di Jalan Kenari. Wakil Gubernur DIY memantau secara langsung kesiapan petugas vaksin dan alat, juga peserta vaksin. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPBD DIY. Vaksin dosis III ini diberikan kepada seluruh relawan yang menangani berbagai kegiatan baik dari relawan BPBD maupun relawan yang ada di tiap-tiap komunitas di masyarakat.

    Target tercapai pada hari pertama (29/11) adalah sebanyak 680 dosis. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana. Ia juga menjelaskan, jumlah peserta yang sudah mendaftar hingga hari ini adalah sebanyak 4.152 orang. Ia berharap terus akan ada penambahan peserta sampai dengan besok (01/12).

    Dijelaskan olehnya, vaksin booster ini merupakan bentuk dukungan kepada mereka para relawan sebagai garda terdepan dalam pelayanan, sebagai antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Natal dan tahun baru, serta liburan. “Kita harapkan dengan dukungan ini mereka bisa memberikan kontribusi maksimal dalam pelayanan,” kata Biwara.

    Usai meninjau vaksin massal di Gedung Grha Wana Bhakti Yasa, pantauan kemudian dilanjutkan ke Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan Kantor PMI DIY. Di Kantor PMI DIY, Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka, diterima langsung oleh Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo.

    Pada kesempatan ini, Sri Paduka sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid–19 DIY mengucapkan terima kasih kepada GBPH Prabukusumo dan rekan-rekan relawan atas terselenggaranya vaksin massal dosis III ini.

    Kepada GBPH Prabukusumo, Sri Paduka  berharap akan adanya penambahan jumlah peserta yang divaksin. Sri Paduka berharap agar vaksin booster ini mampu mengcover semua tenaga relawan sebagai garda terdepan. “Hal ini perlu dilakukan agar mereka sebagai garda terdepan bisa lebih siap, tentunya dalam rangka menghadapi Natal dan tahun baru serta kejadian-kejadian ekstrim akibat perubahan iklim. Ini harus kita apresiasi,” himbau Sri Paduka.

    Adapun Gusti Prabukusumo menyampaikan bahwa vaksin boosterini  sangat dibutuhkan sekali sebagai perlindungan atau safety bagi para relawan karena mereka sangat rentan. “Jadi dengan vaksin boosterini jadi lebih meningkatkan imunitas seseorang khususnya relawan dalam bertugas,” tutur Gusti Prabukusumo.

    Gusti Prabukusumo  menyampaikan bahwa pihak PMI berusaha hari ini juga untuk menambah jumlah peserta yang divaksin. “InsyaAllah besok pagi kalau nanti diberi tambahan seperti arahan dari Kanjeng Gusti. Ini kita langsung buka lagi besok pagi, semua relawan (relawan apa saja) untuk masyarakat DIY,” ungkap Gusti Prabukusumo. Gusti Prabukusumo juga berharap nantinya vaksin booster ini juga bisa diberikan kepada semua relawan dan pengurus serta keluarga di kalangan PMI.(fk)

     

    Sumber : HUMAS PEMDA DIY

© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020