• Masyarakat pelaku wisata, keluarga serta mereka yang berdomisili di sekitar obyek wisata memang menjadi target utama vaksinasi untuk pariwisata. Mereka harus sehat dan bersih sehingga mampu menjadi representasi wisata yang sehat. Hal ini menurut Singgih juga mampu menjadi promosi pariwisata sekaligus promosi vaksinasi. Bisa diartikan pula vaksinasi di dunia pariwisata diharapkan mampu mendorong keinginan masyarakat yang belum divaksin menjadi bersedia divaksin dengan sukarela.

    Vaksinasi pariwisata ini menurut Singgih tidak akan terselenggara tanpa dukungan banyak pihak, diantaranya Paniradya Keistimewan dan Pemkab Bantul. “Vaksinasi yang terselenggara atas kerjasama dengan Dinkes dan Dispar Bantul dengan Paniradya Keistimewan ini menggunakan atau disupport dengan dana keistimewaan. Kali ini kita mempunyai target 1000 sasaran pelaku pariwisata di Kabupaten Bantul. Saya berharap ini menjadi bagian dari mempersiapkan destinasi wisata untuk bisa kembali menerima kunjungan wisatawan dengan aman, dengan sehat dan nyaman tentunya,” jelas Singgih.

    Wakil Bupati Bantul Joko B. Purnomo sangat mengapresiasi perhatian dan keseriusan Pemda DIY terhadap para pelaku wisata di Bantul. Menurutnya sangat tepat menjadikan wisata sebagai prioritas vaksinasi mengingat penyumbang ekonomi tersbesar di DIY memang berasal dari sektor pariwisata.

    “Pariwisata adalah menjadi salah satu urat nadi dari DIY dimana pariwisatanya adalah merupakan wajah kita yang bisa dilihat secara konkret dan nyata oleh masyarakat luar. Sehingga Ngarsa Dalem,Pak Gubernur melalui Pak Aris, Pak Singgih ini memiliki satu komitmen bersama, kita bangun sinergi bahwa pariwisata kita pengelolaannya, masyarakatnya, semuanya harus sehat. Tidak boleh ada yang sakit,” tegas Joko.

    Joko menambahkan, sudah selayaknya masyarakat di sekitar destinasi wisata hingga pengelolanya harus tervaksin. Lingkungan masyarakat yang bersih dan tidak menularkan menjadi hal yang wajib di miliki pariwisata DIY untuk mempersiapkan diri untuk menjaid tuan rumah bagi para wisatawan apabila nanti destinasi wisata sudah bisa beroperasi.  

    Joko menjelaskan, vaksinasi ini memang benar didanai menggunakan dana keistimewaan (Danais). Dirinya dan warga Bantul menyambut baik kegiatan vaksinasi yang dilakukan sebagai bentuk  perhatian Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada pelaku wisata Bantul, pengelola wisata POKDARWIS dan lain-lain sebagainya.

     “Nanti teman-teman di Dinas Pariwisata ini sudah tidak pikir-pikir lagi dan langsung bisaa start menyambut dikendorkannya PPKM. Dan masyarakat Bantul sudah siap. Sekali lagi matur nuwun dan harapan kita ini akan membikin kita menjadi aman nyaman kemudian siap untuk pariwisata di Kabupaten Bantul,” tutup Joko.

    Siti Amanah, salah satu warga dari Desa Wisata Krebet yang menjadi salah satu penerima vaksin mengaku sangat senang dengan vaksinasi ini. Dirinya sangat berharap dunia wisata yang sempat ambruk bisa kembali bangkit menuju normal. “Vaksinasi ini sangat membantu agar kita bisa menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita. Harapannya bisa pulih kembali seperti dulu, semua kegiatan, semua obyek wisata dibuka kembali,” ungkapnya. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (21/08/2021) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam meninjau program vaksinasi yang diselenggarakan di Taman Budaya Kulon Progo, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (21/08) siang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program percepatan vaksinasi yang digalakkan pemerintah pusat.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa hingga saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kulon Progo masih berada di atas 200 kasus atau masih dalam status level 4. Tracing perlu dilakukan untuk dapat segera mengurangi kasus di Kulon Progo.

    “Tugas kita adalah harus banyak melaksanakan tracing kontak erat,” ungkap Marsekal Hadi. Hingga saat ini untuk tiap satu kasus terkonfirmasi positif, rata-rata tracing yang dilakukan adalah sebanyak 2-3 orang. Ia berharap agar proses tracing tersebut dapat ditingkatkan hingga mencapai 6-8 orang untuk tiap kasus terkonfirmasi positif.

    Marsekal Hadi juga mendorong agar pasien isoman dapat segera dipindahkan ke fasilitas isoter. Pasien Covid-19 yang dirawat di isoter akan lebih terpantau kondisi kesehatannya serta ketersediaan obat yang diperlukan. Oleh karena itu, Hadi berharap TNI, Polri, Pemda, dan Puskesmas bisa bekerjasama menghimbau masyarakat agar mau dipindahkan ke fasilitas isoter. Diharapkan dengan melaksanakan langkah-langkah tersebut, status darurat Kabupaten Kulon Progo dapat segera turun ke level 3, bahkan level 1.

    Menkes Budi Gunadi menyampaikan bahwa tren kasus Covid-19 di DIY sudah menurun, namun demikian keberadaan virus tersebut kemungkinan masih lama hidup di lingkungan sekitar. Senada dengan Panglima TNI, Menkes Budi menekankan pentingnya testing dan tracinguntuk mengurangi laju penyebaran virus Covid-19. “Kalau  misalnya ada yang sakit keluarganya segera dilaporkan ke Puskesmas itu bagian dari tracing atau pelacakan, supaya bisa dites,” ungkapnya.

    Budi juga menyebutkan bahwa 95% pasien akan sembuh apabila tertangani dengan lebih cepat. Banyak warga masyarakat yang takut untuk mengikuti tes, sehingga terlambat memperoleh penanganan dan akhirnya tidak tertolong. “Kalau misalnya ada yang kena, jangan takut di tes. Kalau misalnya ada yang kena, jangan takut dilacak,” imbaunya.

    Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit meminta masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Saat ini telah diberikan pelonggaran untuk beberapa aktivitas masyarakat untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Listyo menyebutkan bahwa terdapat potensi peningkatan kasus dengan adanya pelonggaran tersebut. “Ada potensi bahwa penularan Covid juga akan meningkat. Oleh karena itu, tentunya imbauan kita adalah bagaimana di tengah situasi pelonggaran yang ada, masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan kuat,” tegasnya. (sf)

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (22/08/2021) jogjaprov.go.id – SMA N 1 Yogyakarta (SMA Teladan) bersama Ikatan Dokter Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) menyelenggarakan kegiatan vaksinasi untuk pelajar di Sekolah Teladan pada Minggu (22/08).

    Hadir dalam kegiatan vaksinasi, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen terkait (KATY, SMA N 1 Yogyakarta, para Nakes, Camat dan Lurah setempat) yang telah bersatu, bekerjasama dalam penyelenggaraan vaksinasi kali ini.

    Khususnya, kepada Bapak Kepala Sekolah yang telah berkenan memberikan tempat. Dan tak lupa rasa terima kasih juga diucapkan Wakil Gubernur DIY kepada Dokkes Polri yang telah berperan serta mendukung kegiatan vaksinasi, berkolaborasi bersama ikut membantu percepatan vaksinasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya bagi pelajar.

    “Apapun kita dorong agar pembelajaran tatap muka bisa segera kita laksanakan,” jelas Sri Paduka. “Saya mengapresiasi dan matur nuwun sekali kepada Keluarga Alumi Teladan Yogyakarta. Harapannya tidak hanya kali ini saja, bagaimana secara khusus kita membantu percepatan pembelajaran, membantu percepatan pendidikan tatap muka khususnya DIY, pada umumnya nanti Indonesia,” ungkap Sri Paduka.

    “Secara pribadi, saya mendo’akan semoga semua sehat dan bisa terus beraktivitas,” harap Sri Paduka di akhir sambutannya.

    Serupa apa yang disampaikan dengan Sri Paduka, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Dokter Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta yang telah berkenan melaksanakan program vaksinasi di SMA Negeri 1 Yogyakarta.

    “Oleh karena itu, kami atas nama keluarga besar SMA Negeri 1 Yogyakarta menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KATY dan Ikatan Dokter KATY, dr. Ova yang telah melaksanakan vaksinasi di SMA Negeri 1 Yogyakarta,” ungkapnya.

    Ia pun menyampaikan informasi bahwa ada 959 siswa di Sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta dan pada hari ini ada 400 siswa yang mendaftar vaksinasi, selebihnya sudah divaksin. Adapun Bapak Ibu guru di Sekolah juga semuanya sudah menerima vaksin.

    Pada hari ini, tidak hanya para siswa yang menerima vaksin tetapi juga ada sebagian orang tua murid yang mendaftar vaksin. “Pada hari ini juga ada sekitar 300 orang tua dari siswa yang akan divaksin, warga sekolah, 25 orang siswa SMK Negeri 2 dan masyarakat sekitar di SMA Negeri 1 Yogyakarta,” jelasnya.

    “Kami sangat mengharapkan, mudah-mudahan kegiatan vaksinasi segera selesai sehingga harapan kami pembelajaran tatap muka bisa terealisasi,” ucap Kepala Sekolah di akhir sambutannya. (fk)

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (23/08/2021) jogjaprov.go.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tetap akan melakukan persiapan rencana implementasi aplikasi Peduli Lindungi untuk tempat makan maupun mall/pusat perbelanjaan. Sesuai instruksi pemerintah pusat, Pemda DIY juga akan menggandeng berbagai asosiasi sebagai pelaku kebijakan ini.

    Hal ini diungkapkan Gubenur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (23/08). Rakor kali ini membahas Uji Coba Protokol Kesehatan dan Aplikasi Peduli Lindungi untuk Restoran di Luar Mall/Pusat Perbelanjaan.

    “Kami berterima kasih dengan program khususnya untuk rumah makan, mall, pusat perbelanjaan, dan sebagainya ini. Saya cocok (dengan kebijakan ini). Kami juga akan mempersiapkan kebijakan ini, hanya mungkin perlu Bapak ketahui, setelah berkoordinasi dengan saya, (pemilik mall) putuskan untuk tidak akan buka dulu,” ungkap Sri Sultan.

    Menurut Sri Sultan, keputusan para pemilik mall/pusat perbelanjaan di DIY untuk sementara tidak dulu buka karena mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan, padahal belum tentu dikunjungi pelanggan. Namun untuk kebijakan implementasi aplikasi Peduli Lindungi akan tetap dilakukan.

    “Untuk kebijakan ini tentu tetap akan kita proses, sehingga nanti jika siap dibuka, semua sudah siap,” imbuh Sri Sultan.

    Sri Sultan menghadiri rakor secara daring dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Turut mendampingi, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X; Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji; dan Kepala-Kepala OPD terkait.

    Usai rakor, Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, rapat kali ini secara khusus membicarakan perkembangan dan evaluasi pelaksanaan pembukaan atau pelonggaran untuk warung makan, restoran, dan mall. “Jadi, seluruh aktivitas yang terkait datang ke restoran, ke mall, warteg, angkringan dan seterusnya itu, wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” ungkapnya.

    Aji menjelaskan, di dalam aplikasi Peduli Lindungi sudah tercantum beragam informasi. Misalnya, apakah yang bersangkutan sudah vaksin atau belum, atau terkait hasil PCR perjalanan yang telah dilakukan. Nantinya, pengunjung atau pelanggan diharuskan men-scan barcode yang telah disediakan untuk mengetahui apakah boleh masuk atau tidak ke tempat-tempat publik ini.

    “Saat ini kita tentu akan melakukan sosialisasi dulu dengan asosiasi-asosiasi pedagang dan lainnya. Karena dari pusat pun kita diminta untuk rembugan dengan asosiasi. Yang pasti, sampai hari ini, mall-mall di DIY belum buka. Yang sudah mulai uji coba baru di beberapa daerah saja, seperti Bali, Bandung, dan Malang,” katanya.

    Sementara itu, Menkomarves RI, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan harapannya agar semua pihak termasuk pemerintah daerah, mempersiapkan segala sesuatunya sebelum tempat-tempat publik ini kembali dibuka atau lebih dilonggarkan. Hal ini terkait dengan potensi klaster CoViD-19 di berbagai tempat publik.

    “Jadi kita mau hal ini (implementasi Peduli Lindungi), bisa disosialisasikan lebih luas lagi. Semua perlu ikut mempersiapkan, termasuk bagaimana nanti di warteg-warteg atau tempat makan yang kecil-kecil lainnya,” imbuhnya. (Rt)

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (24/08/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengikuti Rakor Persiapan Uji Coba Protokol Kesehatan dan Aplikasi Peduli Lindungi untuk Restoran di Luar Mall yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (24/08) malam. Sri Sultan menghadiri secara daring dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Turut mendampingi Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X; Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji; serta Kepala-Kepala OPD terkait.

    Sri Sultan menyatakan bahwa akan memantau terlebih dulu kondisi perkembangan di setiap Kabupaten/Kota sebelum melakukan pembukaan sesuai rekomendasi pemerintah pusat. “Kami akan melihat kondisi Kota dan Kabupaten menyangkut masalah masalah suspek dan sebagainya. Kalau memang ruang itu memungkinkan atau tidak, malah nanti (kasus Covid-19) naik,” terang Sri Sultan.

    Pemerintah telah menyusun protokol bagi restoran di luar mall yaitu dengan melakukan skrining digital melalui aplikasi Peduli Lindungi baik bagi pengunjung maupun karyawan. Petugas kemudian memeriksa scan QR Code dari aplikasi tersebut. Terdapat 3 kategori QR Code yang muncul, yaitu hijau, kuning, dan merah. Kategori hijau yaitu bagi warga yang telah memperoleh dua dosis vaksin, bukan kasus Covid-19, dan bukan kontak erat. Kategori kuning bagi warga yang sudah vaksin satu dosis atau belum vaksin, bukan kasus Covid-19, dan bukan kontak erat. Sementara kategori merah adalah bagi yang positif kasus Covid-19 dan kontak erat. Pengunjung atau karyawan yang masuk dalam kategori merah dipersilahkan meninggalkan restoran dan disarankan menggunakan jasa delivery.

    Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, terdapat beberapa aturan yang perlu diterapkan di restoran. Beberapa di antaranya adalah pembatasan jumlah orang, pengaturan lama makan pengunjung, pengaturan jarak antrian, pengaturan alur masuk dan keluar pengunjung serta pengaturan kursi makan. Restoran juga sebaiknya memasang partisi di meja untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

    “Pada prinsipnya kita hanya memastikan bahwa semua fasilitas umum harus dipersiapkan, baik itu mall, restoran, warung, tempat wisata, maupun hotel,” ungkap Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Ia menyebutkan bahwa untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut, harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

    Pemda DIY terus mensosialisasikan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi bagi pihak-pihak terkait. “Supaya segera disosialisasikan dan segera mempersiapkan diri. Jadi, begitu besok diijinkan buka, tempat wisata sudah siap,” jelas Aji.

    Luhut memberikan dukungannya dan meminta agar protokol kesehatan terus ditegakkan meskipun angka kasus Covid-19 mulai menunjukkan penurunan. “Kita akan buka pelan-pelan tapi tolong persiapannya dulu semua. Jadi Peduli Lindungi (sudah) jalan, protokol disusun. Dengan begitu kita menghindari masalah,” ungkapnya. (sf)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (25/08/2021) jogjaprov.go.id - Sesuai instruksi pusat, Pemerintah Daerah DIY mulai mempersiapkan rencana pembukaan sektor perkantoran non esensial. Pembukaan akan dilakukan jika evaluasi terkait data-data terkait pandemi CoViD-19 di DIY terus membaik.

    Hal ini dipertegas oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dalam Rapat Koordinasi perihal Persiapan Pembukaan Sektor Perkantoran Non Esensial bersama Menkomarves RI, Luhut Binsar Panjaitan. Rakor yang diikuti Sri Paduka secara daring dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta ini diselenggarakan pada Rabu (25/08).

    “Persiapan pembukaan sektor non esensial, kami laporkan untuk DIY, industri atau tempat yang non esensial itu paling banyak dari usaha jasa pariwisata. Untuk sektor non esensial ini, kami juga sudah mulai melakukan persiapan, sehingga ketika ada sinyal petunjuk yang membolehkan kami buka, bisa langsung kami lakukan,” ungkap Sri Paduka.

    Sri Paduka juga melaporkan DIY sudah melaksanakan koordinasi secara internal terkait pelaksanaan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di tempat-tempat publik. Pada rakor kali ini, Wakil Gubernur DIY didampingi pula oleh Sekretaris Daerah DIY, Asisten Sekda DIY, dan Kepala-Kepala OPD terkait.

    Ditemui usai Rakor, Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, rencana pembukaan aktivitas kali ini menyasar sektor non esensial yang saat pemberlakuan PPM Darurat maupun PPKM Level 4 diatur untuk WFH 100%. “Ada kemungkinan dalam waktu dekat, kalau angka-angka sudah mulai menurun, seperti konfirmasi positif dan BOR makin bagus, ada kemungkinan nanti kita akan membuka perkantoran non esensial secara bertahap,” ungkapnya.

    Dijelaskan Aji, sebelum pembukaan perkantoran non esensial secara bertahap ini dilakukan, Pemda DIY akan melakukan berbagai persiapan dan juga sosialisasi. Persiapan yang akan dilakukan termasuk menyiapkan SOP protokol kesehatan yang nantinya dilakukan, serta menyiapkan QR Code yang akan digunakan.

    “Untuk QR Code ini tentu perlu persiapan juga karena untuk mendapatkannya kita harus izin dan ada prosesnya. Karena itu Kita diminta (oleh pusat) untuk segera melakukan persiapan. Jadi begitu ada pengumuman sudah bisa buka, kita sudah siap,” imbuhnya.

    Aji pun menambahkan, pihak-pihak perkantoran non esensial akan segera diberitahukan untuk melakukan persiapan di kantor masing-masing. Misalnya, terkait mengatur jarak meja, memasang sekat meja, dan menyiapkan pemasangan QR Code untuk scan aplikasi Peduli Lindungi di pintu-pintu masuk.

    Sementara itu, Menkomarves RI, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, mengenai sektor pariwisata, semua pihak termasuk pemerintah daerah sudah boleh memulai persiapan-persiapan pembukaan. Terkait persiapan pembukaan sektor perkantoran non esensial secara keseluruhan, Luhut memberi arahan agar semua pihak mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dari sekarang di kantor pemerintah maupun swasta yang masuk kategori non esensial.

    “Saya minta kesiapan kedua hal tersebut dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan. Pembukaan sektor non esensial ini juga perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu, dengan kapasitas 25% di beberapa kota dan beberapa kantor di wilayah level 3. Wilayah level 4 masih harus menerapkan WFH 100% untuk sektor non esensial,” ungkapnya.

    Secara khusus, Luhut pun meminta KemenPAN-RB RI untuk mengkoordinasikan persiapan di kantor-kantor pemerintah pusat, dan pemerintah daerah mempersiapkan di kantor-kantor pemerintah daerah dan swasta di wilayah masing-masing. (Rt)

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (26/08/2021) jogjaprov.go.id – Pemerintah terus mengupayakan agar penyelenggaraan pendidikan pada anak bisa kembali menggunakan metode tatap muka. Hal ini karena sudah lebih dari satu tahun semenjak Pandemi Covid – 19 melanda Indonesia, metode daring dipilih untuk penyelenggaraan pendidikan.

    Menkomarvest Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat bersama jajaran Kementerian Pendidikan RI, Kementerian Kesehatan, jajaran kementerian lainnya serta para gubernur, guna membahas kesiapan masing-masing daerah dalam penyelenggaraan pendidikan tatap muka, Kamis (26/08). Pada rapat yang digelar secara daring tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji dan jajaran pejabat Pemda DIY turut hadir dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Pada prinsipnya, sekolah tatap muka bisa dilaksanakan di daerah dengan level PPKM di bawah 4. Tentunya ada syarat khusus yang tidak bisa ditawar yaitu izin dari pemerintah daerah, izin orang tua murid, penerapan prokes yang sangat ketat, dan baik guru maupun siswa telah divaksin.

    DIY menurut Sri Sultan sudah melakukan melakukan uji coba sekolah tatap muka pada dua sekolah setingkat SMA sejak dua bulan yang lalu. Dari dua sekolah yang diujicoba tersebut, tidak ada penambahan angka kasus positif baik pada guru maupun murid.  

    “Tapi yang perlu diingat itu adalah tingkatan SMA, dimana mereka bisa diajak dialog dan bisa memahami. Kami akan mencoba mempersiapkan diri untuk SMP, tapi kami kurang berani apabila anak-anak SMP ini tidak atau belum divaksin. Karena perilakunya berbeda dengan yang SMA,” ungkap Sri Sultan.

    Lebih lanjut Sri Sultan menambahkan, tidak ada masalah untuk penyelenggaraan pendidikan berbasis daring di DIY. Hal ini karena sudah tidak terdapat blank spot di DIY sehingga akses anak untuk mendapatkan pendidikan secara daring bisa dijangkau.

    Sekda DIY R. Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pada prinsipnya, Menteri Pendidikan memang sudah mengizinkan pelaksanaan sekolah tatap muka di daerah dengan level PPKM 1, 2, dan 3.  Salah satu yang pokok adalah vaksinasi. Di DIY sendiri menurut Aji, hampir semua guru telah divaksin. Saat ini menurutnya tinggal kurang lebih 600 guru yang belum divaksin karena alasan kesehatan.

    “Tadi Pak Gubernur menyampaikan kita akan menguji coba sekolah-sekolah yang tenaga pendidik dan anak didiknya sudah divaksin. Itu bisa dimulai untuk uji coba, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Kalau untuk guru hampir semuanya di vaksin tinggal 600 orang saja karena kemarin mereka sakit atau mereka terkonfirmasi positif. Sementara untuk murid atau pelajar kita baru kurang lebih 23%,” papar Aji. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (26/08/2021) jogjaprov.go.id – Pemerintah akan manfaatkan QR Code Platform peduli Lindungi untuk perusahaan, mall, sekolah, perkantoran dan tempat umum lainnya. Pemanfaatan QR Code ini bertujuan mengendalikan penularan Covid -19 di tempat umum.

    Melalui Rakor Penanganan Covid – 19 secara daring, Kamis (26/08) Menkomarvest Luhut Binsar Pandjaitan mendorong tiap daerah untuk memanfaatkan QR Code ini. Sekda DIY R. Kadarmanta Baksara Aji dan jajaran pejabat Pemda DIY turut serta mengikuti rakor tersebut dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Dijelaskan oleh Luhut, platform Peduli Lindungi ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan angka kasus positif Covid -19 di Indonesia. Fungsi utamanya adalah screening apakah pemegang aplikasi sudah divaksin atau belum. Screening ini terkoneksi secara online dengan data vaksinasi dari Kemnekes. Selain itu juga berfungsi untuk mengetahui apakah yang bersangkutan sudah melakukan tes PCR atau antigen atau belum beserta hasilnya. Karena selain terkoneksi dnegan data vaksiansi, juga terkoneksi dengan laboratorium PCR dan Antigen.

    Selain itu, Peduli Lindungi juga berfungsi sebagai tracing. Melalui scanning barcode, maka yang bersangkitan bisa ditracing dengan lebih cepat apabila terkonfrimasi positif. Dengan hitungan detik, aplikasi mampu mendeteksi pergerakan sehingga mempercepat tracing. Ini tentu lebih efektif dari metode lama yang membutuhkan tiga hari untuk tracing.

    “Fungsi yang lain adalah menjaga protokol secara digital. Kita bisa mengukur standar protokol kesehatan dengan standar maksimal,” ungkap Luhut.

    Apabila fungi QR Code ini diterapkan dengan sungguh-sungguh, Luhut yakin angka kasus akan semakin turun dan kegiatan ekonomi bisa menuju normal kembali. Namun tentunya dengan catatan penerapan pada tempat umum harus benar-benar disiplin.

    Positivity rate kita sudah turun dibawah 15%. Meskipun fluktuatif tapi kecenderungannya turun. Jadi kalau QR code ini dimanfaatkan, saya optimis akan semakin turun,” kata Luhut.

    Sekda DIY R. Kadarmanta  Baskara Aji mengatakan, dan pada prinsipnya DIY akan siap untuk menerapkan pemanfaatan QR Code. Namun perlu ada support dari pusat guna mempermudah mendapatkan QR Code. Hal ini karena banyaknya permintaan, sementara belum bisa dilayani dengan lancar sehingga perlu waktu.

    “DIY sendiri kan masih banyak yang tutup karena masih level 4. Tetapi persiapan persiapan terus dilakukan salah satunya tentang pemakaian QR code di masing-masing fasilitas umum,” kata Aji. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Ada yang berbeda, cara pemberian vaksinasi hari ini dilakukan dengan sistem ‘Drive Thru’. Hal ini, dilakukan untuk memudahkan, mempercepat dan menghindari terjadinya kerumunan di lokasi tempat pelaksanaan vaksinasi. Karena vaksinasi dilakukan dengan sistem drive thru, maka proses screening juga dilakukan dengan sistem online seperti pada saat mendaftar.

    “Kegiatan dilaksanakan bersama-sama kolaborasi, pada hari ini ada 3000 dosis dan kita menggunakan sistem drive thru dan screening dilakukan secara online,” tutur Sri Paduka saat meninjau kegiatan vaksinasi. Sri Paduka juga menjelaskan, bahwa tujuan vaksinasi dengan system drive thru bertujuan untuk memudahkan, mempercepat dan menghindarkan kerumunan.

    Sistem drive thru ini memungkinkan peserta vaksin datang dalam kondisi yang siap untuk divaksin dengan proses cepat, sehingga pada pukul 14.00 WIB kegiatan vaksinasi diharapkan sudah selesai.

    Secara nasional pencapaian vaksinasi di DIY berada pada posisi ke-4 setelah DKI, Bali, dan Kepulauan Riau. “Nah harapan kami kemudian mengejar ranking tidak, tapi bagaimana kemudian warga DIY dan utamanya pelajar itu bisa kami selesaikan menyongsong kegiatan pembelajaran tatap muka,” terang Sri Paduka kembali.

    Demikian juga Dekan FK KMK UGM Prof.dr. Ova Emilia, M.Med., PhD., SpOG(K) menjelaskan, bahwa berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan, vaksinasi dengan sistem drive thru sebelumnya telah mereka lakukan di Sardjito, didapati hasil vaksinasi berjalan lebih lancar dan juga mengurangi adanya kemungkinan kerumunan.

    “Karena dalam proses vaksinasi ini kita kan harus tetap prokes, nah ini akan sangat sulit bila vaksinasinya itu dalam bentuk yang konvensional, di mana orang berkumpul terlalu lama di suatu ruangan, sehingga itu juga beresiko baik kepada orang yang melakukan ataupun orang yang mau divaksin,” jelasnya.

    Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya (FK MKM) rutin melakukan kegiatan vaksinasi, dengan target setiap hari rata-rata 1.250 vaksin. Dan pada akhir pekan, biasanya penyelenggaraan kegiatan vaksinasi dilakukan bersinergi dengan berbagai pihak. (fk)

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  •  

    Yogyakarta (31/08/2021) jogjaprov.go.id – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bekerjasama dengan PT. Jasa Raharja DIY, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, dan RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar kegiatan vaksinasi bagi awak angkutan umum pada Selasa (31/08). Kegiatan yang diadakan di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta.

    Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Keistimewaan DIY. “Pada hari ini, Selasa tanggal 31 Agustus 2021, yang bertepatan dengan Hari Keistimewaan DIY, kebetulan kita merayakan yang ke-9 Hari Keistimewaan. Bertepatan dengan vaksinasi kedua untuk kru angkutan umum yang ada di Yogyakarta,” ungkap Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.

    “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu memenuhi herd immunity masyarakat sehingga aktivitas ekonomi bisa pulih kembali berjalan seperti awal,” jelas Made. Vaksinasi ini akan berlangsung dalam dua tahap dengan menargetkan 1000 peserta awak angkutan umum. Made menyebutkan bahwa tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan September.

    Kepala Bagian Operasional PT. Jasa Raharja, Sofyan Adi Nugroho, menyampaikan harapannya agar ekonomi bisa segera pulih dengan percepatan vaksinasi ini. “Kami berharap dengan adanya vaksin kedua ini, masyarakat (akan) tumbuh, akan bisa normal kembali. Perekonomian Yogyakarta bisa pulih kembali, dengan harapan bahwa Yogyakarta akan sehat selalu,” tuturnya. Ia juga berharap nantinya semua akan bisa terus bersinergi bersama meskipun pandemi telah usai.

    V. Hantoro, Ketua DPD Organda DIY menyatakan rasa terimakasihnya pada Pemda DIY serta Dishub DIY, PT. Jasa Raharja DIY, dan RSPAU dr. S. Hardjolukito yang telah memfasilitasi anggota awak angkutan umum untuk memperoleh vaksinasi. Ia berharap dengan vaksinasi ini ekonomi di DIY bisa bangkit kembali. “Semoga bermanfaat bagi anggota kami semua dan mereka bisa berkarya lagi untuk menggerakkan kendaraannya, menggerakkan ekonomi yang ada di DIY,” terangnya.

    Menurut Hantoro, dalam kegiatan vaksinasi ini sebanyak 50% awak angkutan umum telah memperoleh vaksinasi tahap kedua. Selebihnya telah mengikuti kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh penyelenggara lain. Hingga saat ini sebanyak 99% awak angkutan umum di DIY telah memperoleh vaksinasi. Ia berharap herd immunitybagi awak angkutan umum segera tercapai. (sf)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Kulon Progo (31/08/2021) jogjaprov.go.id – Percepatan vaksinasi yang dilakukan DIY untuk pelaku pariwisata dan lingkungannya telah masuk pada gelaran angka ke 25. Dari rangkaian kegiatan tersebut, 90 % atau 32.000 pelaku wisata di DIY sudah tervaksinasi. 

    Pada angka ke 25 vaksinasi diberikan pada pelaku wisata dan lingkungan sekitar destinasi wisata di Kulon Progo, Selasa (31/08). Bertempat di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo, vaksinasi digelar dengan target 1000 peserta dan ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, Bupati Kulon Progo Sutejo dan Wabub Kulon Progo, Fajar Gegana. Namun, karena antusiasme masyarakat sekitar dan para pelaku wisata di daerah tersebut, vaksinasi mampu melebihi target yaitu 1200 peserta.

    "Saya sudah menghitung ini sudah yang ke 25, jadi seriesnya sudah 25, tentu ini merupakan satu aktivitas untuk mempersiapkan pariwisata Jogja atau Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjadi wisata yang aman, yang sehat baik itu oleh pelaku pariwisata di Jogja itu sendiri maupun kepada para wisatawan yang akan datang, mereka akan percaya diri kalau pelaku wisata di DIY, sudah tervaksinasi," jelas Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo.

    Singgih mengungkapkan dari gelaran vaksinasi kepada para pelaku dan masyarkat di sekitar destinasi wisata ini akan mampu mendukung percepatan vaksinasi. “Saya berharap dengan vaksinasi tersebut bisa menjadikan target 75-80 persen penduduk DIY sudah tervaksin, bisa segera tercapai, sehingga wisata bisa dibuka kembali dan roda perekonomian segera pulih," ujar Singgih. 

    Kegiatan vaksin Wisata DIY ini selain bertujuan untuk mendukung percepatan  vaksinasi juga untuk menyiapkan pariwisata agar siap dikunjungi saat sudah dibuka kelak. Dalam pembukaan destinasi wisata sendiri ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu verifikasi ulang destinasi wisata dan usaha jasa wisata.  

    "Persiapan aktivasi wisata meliputi penyiapan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau yang dikenal dengan CHSE dan prokes wisata. Selain itu, vaksinasi juga menjadi hal penting lainnya," jelas Singgih.

    Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengungkapkan vaksinasi massal ini bukan hanya dikhususkan untuk pelaku wisata dan masyarakat sekitar saja, namun juga bisa diikuti oleh siapa saja yang berkenan dan membutuhkan. Penyelenggaraan vaksinasi ini adalah bentuk perhatian, kepedulian dan tanggung jawab Pemda DIY kepada seluruh masyarkat termasuk warga Kulon Progo. Oleh karena itu, Sutedjo menghimbau masyarakat untuk ikut serta mengkampanyekan vaksinasi pada lingkungan sekitar.

    “Mari semua ikut mendorong dan mengajak yang lain untuk mau dan bersedia ikut vaksin di berbagai tempat. Di setiap Puskesmas pun setiap hari melayani vaksinasi, juga banyak kegiatan vaksinasi massal seperti hari ini di beberapa tempat juga bisa diikuti. Mari kita manfaatkan pelayanan vaksin gratis ini. Ini adalah itikat dari pemerintah untuk membantu menjaga kesehatan Bapak/Ibu semuanya,” ungkap Sutedjo.

    Fajar Gegana, Wakil Bupati Kulon Progo menambahkan, vaksinasi untuk pelaku wisata ini memang menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan pembukaan destinasi wisata apabila sudah diizinkan. Walaupun saat ini PPKM DIY masih pada level 4 dan belum ada izin pembukaan destinasi wisata, namun Fajar menjelaskan apabila nanti sudah ada pelonggaran, destinasi wisata siap langsung beroperasi.

    “Saat ini capaian vaksinasi di Kulon Progo sudah 52%, dengan hari ini mungkin bisa bertambah jadi 53% atau 54%. Untuk ketersediaan vaksin masih terus ada. Kami bekerjasama dengan TNI Polri juga untuk vaksiansi. Kami juga sangat mengapresiasi TNI POLRI pada kegiatan ini karena mereka tidak berhenti berperan aktif. Kami juga terus-menerus melibatkan pihak-pihak swasta maupun organisasi untuk melakukan vaksinasi,” tutup Fajar. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (01/09/2021) jogjaprov.go.id – Kadipaten Pakualaman bekerjasama dengan TNI dan Puskesmas Pakualaman serta dibantu para sukarelawan, menggelar PAKSIN (Pakualaman Vaksin Sehat Indonesia) dosis 2 bagi masyarakat umum dan khususnya masyarakat di sekitar Pakualaman, untuk usia 12 tahun keatas. Acara digelar di Puro Pakualaman, Yogyakarta, pada Rabu dan Kamis  (01-02/09).

    Pembukaan Pelaksanaan PAKSIN di Puro Pakualaman dihadiri oleh Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAy A. Paku Alam X, Ketua Panitia Program PAKSIN Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Kunto Nugroho, Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman Cahya Wijayanta, dan Kepala Puskesmas Pakualaman Yogyakarta Nieke Indrawati serta pejabat yang terkait.

    BPH Kusumo Kunto Nugroho dalam sambutannya, menyampikan informasi bahwa PAKSIN merupakan acara percepatan vaksinasi untuk masyarakat umum di lingkungan Kadipaten/Kecamatan Pakualaman. Acara ini merupakan kelanjutan dari vaksinasi yang pertama, yang telah dilaksanakan pada 28, 29, dan 30 Juli 2021. Dengan jumlah peserta vaksin pada (28-29/07) sebanyak 500 peserta per hari dan seribu orang di hari ke-3 (30/07).

    BPH Kusumo Kunto Nugroho menjelaskan, acara pemberian vaksin dosis 2 pada hari ini diselenggarakan sebagai jawaban atas acara yang sudah dilakukan sebelumnya. “Sehingga, pemberian vaksin dosis 2 ini pesertanya hanya terdiri dari peserta vaksin yang pertama. Acara ini diselenggarakan 2 hari, yakni 1-2 September 2021 dengan jumlah peserta seribu orang per hari,” jelas BPH Kusumo Kunto Nugroho.

    “Harapannya, dengan adanya percepatan vaksin ini  masyarakat menjadi tergerak. Bagi yang belum dan masih takut untuk vaksin, jadi tergerak untuk memvaksinkan diri dan merekomendasi vaksin untuk orang-orang terdekat,” imbuhnya.

    “Semoga ini menjadi motivasi kita semua, untuk segera mendukung percepatan vaksinasi untuk seluruh lapisan masyarakat di Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar, berkah dan manfaat bagi para tamu undangan dan kita semua,” tutupnya.

    Adapun Gusti Putri, sapaan  GKBRAy A. Paku Alam X, mengungkapkan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan ibu-ibu PKK dari Kabupaten/Kota di DIY selalu mendorong para perempuan di DIY agar mau melakukan vaksinasi. “Marilah masyarakat di Yogyakarta, terutama ibu-ibu di Yogyakarta, marilah kita bervaksin. Karena vaksin untuk menyehatkan kita dan meningkatkan imun kita. Jangan takut untuk vaksin,” pesan Gusti Putri saat meninjau peserta vaksin.

    Ditemui di acara yang sama, Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman Cahya Wijayanta,  mengucapkan terimakasih kepada Kadipaten Pakualaman dan panitia pelaksanaan PAKSIN yang sudah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan vaksin. Ia berharap, agar kedepan kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali sehingga target vaksin 100 % di Wilayah Pakualaman dapat dicapai pada akhir tahun ini serta dapat membantu akselerasi tercapainya herd imunnity 70-80%.

    Sementara itu, Kepala Puskesmas Pakualaman Nieke Indrawati, menambahkan untuk target vaksin ibu hamil di wilayah Pakualaman telah mencapai 80% dari jumlah ibu hamil yang ada di wilayahnya.

    Tasya, mahasiswi, warga Pakualaman, sekaligus peserta vaksinasi menyerukan ajakan vaksinasi bagi masyarakat khususnya di Wilayah Pakualaman “Saya Tasya, hari ini saya mengikuti vaksin di Puro Pakualaman untuk dosis ke-2, alhamdulillah semua berjalan lancar, vaksinnya juga nggak lama, buat temen-temen yang belum vaksin segera vaksin ya” ajaknya. (fk)

     

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Bantul (01/09/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau program vaksinasi Covid-19 yang disenggarakan secara massal di Grha Pradipta (JEC), Bantul, Rabu (01/09) siang. Agenda vaksinasi yang diselenggarakan oleh tiket.com dengan target sasaran 30.000 orang ini digelar selama 7 hari sejak Rabu (01/09) hingga Selasa (07/09) pukul 08.00-16.00 WIB. 

    Program vaksinasi ini diperuntukkan bagi masyarakat umum penerima dosis pertama, tanpa persyaratan domisili, golongan mulai dari usia lebih dari 12 tahun dan golongan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif. Pendaftaran peserta vaksinasi pun sudah dapat dilakukan melalui fitur tiket TO DO yang tersedia dalam aplikasi dari tanggal 26 Agustus 2021. 

    Selain Gubernur DIY, turut hadir pada kesempatan tersebut yakni Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan DIY Sugiharto, Danrem 072/Pamungkas Kolonel Infanteri Afianto, Direktur BOB Indah Juanita, Wakil Ketua I TP-PKK GKBRAy. A. Paku Alam, serta Co-Founder & Chief Commercial Officer tiket.com Dimas Surya.

    Dalam sambutannya, Dimas Surya mengatakan jika sentra vaksinasi tiket.com merupakan agenda prioritas tiket.com di tahun 2021. “Sesuai dengan tekad kami untuk menjadi yang pertama dalam memulihkan industri pariwisata Indonesia, maka kontribusi yang bermakna dari tiket.com adalah dengan membantu pemerataan akses vaksinasi bagi masyarakat. Tentu kami tidak lupa mengingatkan agar terus disiplin jalankan 5M protokol kesehatan walaupun sudah divaksin. Mari bersama-sama kalahkan virus ini dan kembali ke masa kejayaan pariwisata Indonesia,” ungkap Dimas.

     

    Hal ini sesuai dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait percepatan program vaksinasi di wilayah DIY agar segera tercapai kekebalan komunitas. “Pekerjaan rumah saat ini, ujar Sultan, bagaimana pemerintah di tingkat kabupaten/kota dapat menyusun strategi agar percepatan vaksinasi ini sesuai harapan. “Sekarang kebijakan untuk percepatan vaksinasi itu ada di pemerintah kabupaten/kota, bagaimana menghabiskan stok yang ada," ujar Sri Sultan, Kamis (19/08) silam di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. 

    Sri Sultan beranggapan, semakin cepat strategi Kabupaten/Kota melaksanakan realisasi vaksinasi, semakin cepat pula target penyelesaian vaksinasi di DIY akan tercapai. Jika target 80 persen warga dapat tervaksinasi pada September tak meleset, Sri Sultan mengatakan penuntasan vaksinasi Covid-19 mencapai angka 100 persen diperkirakan bisa selesai akhir Oktober atau awal November 2021.

     

    Humas DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  •  

    Yogyakarta (01/09/2021) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan akan siap mengikuti arahan dari pusat terkait dengan penanganan Covid-19 di DIY khususnya dalam penggunaan aplikasi pedulilindungi. Sri Paduka juga mengatakan bahwa DIY senantiasa melakukan percepatan program vaksinasi Covid-19. 

    Hal tersebut disampaikan Sri Paduka pada Rakor Evaluasi PPKM Jawa-Bali secara daring yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (01/09) sore. Sri Paduka yang hadir dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta berharap agar pemerintah pusat dapat membantu mengatasi beberapa hal terkait penggunaan aplikasi pedulilindungi.

    Beberapa diantaranya adalah jaminan keamanan data pengguna aplikasi baik berupa email ataupun NIK. “Mohon kiranya untuk dijaga bersama agar data tersebut aman (tidak bobol),” harapnya. Sri Paduka juga berharap agar kecepatan penggunaan aplikasi pedulilindungidapat ditingkatkan, utamanya di ruang-ruang publik. “Saya mohon respon penggunaan aplikasi khususnya di tempat-tempat publik dapat ditingkatkan, agar tidak terjadi lemot(jeda yang terlalu lama pada aksesnya),” ujar Sri Paduka.

    Di sisi lain, Sri Paduka meminta perhatian pusat agar daerah segera dapat meningkatkan akses integrasi ke sistem NAR pemerintah pusat. “Daerah mohon diberikan izin untuk dapat melakukan akses integrasi dengan NAR,” ungkap Sri Paduka.

    Menanggapi hal tersebut, Menkomarvest mengatakan bahwa per Jumat (03/09), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI telah selesai melakukan migrasi data. “Nanti per Jumat ini (03/09), migrasinya Kominfo (RI) sudah selesai dilakukan,” tambah Menteri Luhut. Menteri Luhut juga meminta agar pengecekan secara berkala ke sistem Silacak pedulilindungisenantiasa dilakukan.

    Tak hanya itu, Menteri Luhut tak lupa mengingatkan agar daerah-daerah, terutama yang status levelnya telah turun ke level yang lebih rendah, untuk tak tenggelam dalam euforia. Menurutnya, jangan sampai penurunan jumlah kasus menyebabkan masyarakat lalai dan mengabaikan protokol kesehatan.

     

    Hal tersebut senada dengan pernyataan Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana yang mendampingi Sri Paduka. Tri Sakti mengatakan bahwa meski status DIY saat ini masi berada pada level 4, jangan sampai perkembangan penurunan kasus positif Covid-19 membuat masyarakat larut dalam euforia.

    Terkait pedulilindungi,Tri Sakti mengatakan bahwa Pemda DIY turut memberikan masukan kepada pusat untuk meningkatkan kualitas kecepatan aplikasi. “Masih ada jeda yang cukup lama, jadi harapannya dapat segera ditangani Kementerian Kominfo RI,” ujarnya.

    Ditambahkan Tri Sakti, penyelesaian rentang jeda ini harus segera dilakukan mengingat pedulilindungijuga digunakan saat masyarakat masuk ke pusat perbelanjaan seperti mal di DIY. “Setelah dicoba memang agak lama responnya, kanresponnya macam-macam ada hijau, merah, kuning, dan sekarang ada hitam yang terbaru. Ya mungkin memang karena yang mengakses tentu banyak sekali, namun harus segera dicari solusi,” tutupnya. [vin]

     

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • antul (02/09/2021) jogjaprov.go.id – Percepatan vaksinasi dilakukan dengan berbagai metode dan peyebaran sejauh mungkin di penjuru pelosok desa di DIY. Menyelipkan kegiatan vaksinasi dalam program agroforestri pun menjadi salah satu yang dilakukan oleh Pemda DIY untuk sekaligus mempercepat capaian target vaksinasi.

    Sejumlah 500 orang warga Desa Sri Harjo, Pengkol, Bantul menjadi target vaksinasi Pemda DIY pada Kamis (02/09). Pada kesempatan tersebut, Wagub DIY KGPAA Paku Alam X dengan didampingi Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, turun langsung untuk memantau jalannya vaksinasi dan penghijauan di kawasan penyangga Hutan Pengkol, Bantul. Selain itu, acara juga dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Kepala DLHK DIY Kuncoro Cahyo Aji dan Kabag Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, KPH Yudanegara.

    Pada acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY ini Sri Paduka menyampaikan, saat ini angka kasus positif di Bantul masih relatif tinggi, saling menyusul dengan Sleman. Padahal, positivity rate di DIY sendiri sudah cenderung turun. Oleh karena itu, penting untuk warga Bantul bisa segera divaksin bagi yang sudah memenuhi syarat.

    Menurutnya, masyarakat harus juga bersikap proaktif untuk bisa mendapatkan vaksinasi. Saat ini Puskesmas juga telah menyediakan layanan vaksinasi yang memudahkan bagi masyarakat untuk bisa mengaksesnya. Masyarakat juga diimbau untuk proaktif dengan fasilitas vaksinasi massal seperti yang dilakukan di Desa Sri Harjo tersebut.

    “Program vaksinasi ini bisa menjadi contoh bahwa program ini memang sebesar-besarnya untuk warga yang memenuhi persyaratan. Kepada warga masyarakat penyangga kawasan Alas Pengkol saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesadaran dan antusiasme mengikuti vaksinasi,” ujar Sri Paduka. Sri Paduka juga sempat berdialog bersama para relawan berstatus mahasiswa dari UNY dan UIN yang pada kegiatan itu membantu jalannya proses vaksinasi. Selain itu, para awak tenaga kesehatanpun turut mendapatkan support dan apresiasi dari Sri Paduka atas perjuangan dan pengabdiannya kepada masyarakat.

    Kepala DLHK DIY Kuncoro Cahyo Aji menjelaskan, selain vaksinasi, pihaknya menggelar pencanangan hutan agroforestri. Hutan Agroforestri ini akan dimaksimalkan pada lahan milik DLHK DIY di kawasan Alas Pengkol seluas 7,5 Ha. Nantinya, pihaknya akan mengembangkan ini menjadi salah satu hutan tematik, dari total 11 hutan tematik di DIY.

    “Untuk kawasan ini akan kita canangkan sebagai hutan agroforestri. Kita akan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan melibatkan penuh warga di desa Sri Harjo Pengkol dan sekitarnya,” kata Kuncoro. Sebagai awal, pihaknya mengatakan akan menanam sedikitnya 500 pohon di kawasan penyangga hutan agroforestri tersebut, yang sebagian besar akan ditanam pada awal musim penghujan. Rencananya menurut Kuncoro, jenis pohon yang akan ditanam adalah pohon dengan buah-buahan produktif seperti pohon gayam, mangga, alpukat dan banyak jenis tanaman lainnya.  

    Abdul Halim Muslih, Bupati Bantul pada kesempatan tersebut juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas perhatian Pemda DIY kepada wilayah pedesaan di Bantul. Sri Harjo menurut Halim adalah kelurahan yang memiliki demikian banyak potensi pariwisata dan kehutanan. Tidak salah apabila Pemda DIY memilih kawasan ini untuk dijadikan kawasan hutan tematik. Apalagi pencanangannya juga dibarengi dengan vaksinasi bagi warga sekitar.

    “Penanaman agroforestri dengan memilih Sri Harjo sebagai lotusnya ini sungguh sangat tepat karena kawasan ini kita terus dikembangkan, utamanya bidang agroforestri dan pariwisata. Dua itu memang menjadi potensinya oleh karenanya, pemerintah Kabupaten Bantul turut bersyukur dan terima kasih atas kegiatan Dinas Lingkungan Hidup DIY ini. Program ini mendekatkan kita pada visi misi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, masyarakat yang harmonis dan berperikeadilan,” ungkap Halim.  

    Usia meninjau vaksinasi, Sri Paduka bersama Abdul Halim, Kuncoro Aji, Tri Saktiyana, KPH Yudhanegara, serta Lurah dan Penewu setempat melakukan penanaman pohon di kawasan penyangga hutan. Pohon yang ditanam berada tepat di bantaran Sungai Oya yang menjadi salah satu sumber irigasi bagi warga, sekaligus menjadi daya tarik wisatawan. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Sleman (02/09/2021) jogjaprov.go.id –Dinas Pariwisata DIY kembali menggelar program vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) pada Kamis (02/09). Kegiatan vaksin ini merupakan bagian dari vaksin wisata seriesyang ke-28 dan dilaksanakan di Studio Alam Gamplong, Kecamatan Sumber Rahayu, Kabupaten Sleman.

    “Saya berharap ini menjadi momentum kita bersama untuk usaha menuju herd immunity 70-80% penduduk DIY tervaksin,” ungkap Singgih Rahardjo, Kepala Dinas Pariwisata DIY. Menurutnya kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara pemerintah dengan sektor kesehatan, kapanewon, kalurahan, serta destinasi wisata. Studio Alam Gamplong sebagai salah satu destinasi wisata di DIY juga dinilai sebagai lokasi yang tepat dan indah untuk pelaksanaan vaksinasi wisata.

    Kegiatan vaksinasi kali ini menargetkan 1000 peserta vaksinasi yang terdiri dari pelaku wisata, ekonomi kreatif, dan masyarakat sekitar. Singgih berharap dengan vaksinasi ini pariwisata di DIY bisa segera bergerak kembali. “Ini adalah adalah kegiatan untuk mempersiapkan kembali pariwisata kita supaya lebih cepat untuk beraktivitas kembali,” terangnya.

    Hanung Bramantyo menyampaikan rasa terimakasihnya bagi Pemda DIY dan Sleman yang telah memilih Studio Alam Gamplong sebagai lokasi vaksinasi wisata. “Yang paling penting adalah dengan vaksinasi ini kita semua bisa sehat, bisa kembali normal, dan bisa sama-sama menggayung ekonomi,” tuturnya. Ia menyatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 ini sangat memukul dan memaksa kita untuk tetap bersemangat menghadapinya. Menurutnya salah satu cara untuk menghadapinya yaitu dengan mengikuti vaksinasi bersama-sama agar seluruh masyarakat bisa segera sehat kembali.

    “Buat teman-teman semuanya di seluruh Indonesia, Covid itu nyata, Covid itu betul-betul memukul kita. Karena itu saya berharap teman-teman semuanya, rekan-rekan saya, sahabat-sahabat saya, keluarga saya semuanya untuk mari kita vaksin. Karena itu tidak hanya penting buat teman-teman semuanya, tapi juga penting buat keluarga, buat lingkungan sekitarnya. Karena kita hidup bersama, hidup bersosialisasi,” ajak Hanung. Ia melanjutkan, “Akibat dari vaksin ini nanti kita ke depannya, kita bisa bersama-sama menggayung ekonomi. Bersama-sama memperkuat ketahanan ekonomi, ketahanan keluarga, dan ketahanan nasional.” (sf)

    Humas DIY

  • YOGYAKARTA (03/09/2021) – Keberhasilan penanggulangan Pandemi Covid-19 bukan saja oleh Pemerintah tetapi harus adanya kerjasama Pemerintah, Dunia usaha/Industri bersama-sama dengan masyarakat.

    Penegasan demikian disampaikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X ketika menyerahkan bantuan APD bagi Hotel penyelenggara Isolasi Mandiri (Isoman) di DIY siang tadi (Jum’at, 03/09) di Kantor Wakil Gubernur DIY Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo SH bahwa tujuannya untuk mendukung memfasilitasi penyelengaraan operasional  perhotelan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    "Pemerintah pun," lanjut Singgih,  “sangat mengapresiasi kepada pengelola Hotel dan mengucapkan terima kasih. Selain ucapan juga kami wujudkan dalam bentuk  bantuan APD yang berjumlah 16 item (antara lain  Tabung Oksigen, Masker, Hand Sanitizer dan sebagainya) sementara kepada 13 Hotel." Bantuan 16 jenis/item APD tersebut telah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh hotel penyelenggara isoman, karena ini telah sesuai dengan komunikasi Dinas Pariwisata dengan pihak hotel.

    Sementara itu Wakil Ketua Bidang Perhotelan PHRI Hariadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah DIY  dalam hal ini Dinas Pariwisata DIY yang telah memberikan bantuan. “Bantuan Alat Kesehatan (APD) kepada Pengelola Hotel di DIY  dan bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," tegas Hariadi.  Karena menurut Hariadi penyelenggaraan isoman ini sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit terutama pengadaan APD, apalagi setiap beraktivitas harus selalu memakai masker. Bahkan petugas  yang melayani isoman  4 jam sekali harus mengganti masker.

    Harapan dari PHRI dalam kondisi seperti ini semua pihak harus bekerjasama, “Kita bersama bergotongroyong bukan hanya Pemerintah dan juga  pengusaha/industri. Kami berharap masyarakat pun bersama-sama."

    "Ayo Yogyakarta kita bangun Yogyakarta ini jadi hijau  sebagaimana harapan Bapak Wakil Gubernur DIY menjadi level 3 bahkan level 2 “, ajak Hariadi

    Disinggung berapa kamar Hotel  anggota PHRI Penyelenggara Isoman di Yogyakarta, Hariadi menambah bahwa sangat bervariasi hotel yang menyediakan kamar, contohnya di Ibis ada 100 kamar, ada yang 300 kamar, bahkan USI UGM menyediakan 300 kamar.

    Di bagian lain Kepala Dinas Pariwisata Singgih Raharjo mengharapankan  isolasi mandiri  di hotel ini menjadi  pilihan bagi masyarakat, mengingat isolaasi mandiri yang baik harus memiliki standar-standar tertentu dan hotel  penyelenggara isoman telah melalui verifikasi  dari Dinas Pariwisata dan melalui Asosiasi PHRI. Sehingga ia berharap akhirnya dengan gotong-royong semacam ini  sinergi antara Pemerintah, Asosiasi Pengusaha dan Industri  serta masyarakat menciptakan  Jogja lebih baik.  Sehingga Jogja aman dikunjungi  oleh para wisatawan dan kondisi masyarakat  semakin membaik kembali.

    Penyerahan APD kepala kepada Hotel Penyelenggara Isoman secara langsung diserahkan Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X satu per satu kepada pengelola hotel disaksikan Kepala Dinas Pariwisata serta tamu undangan. (krn)

    Humas Pemda DIY

    HUMAS DIY

  • ogyakarta (03/09/2021) jogjaprov.go.id –Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, menyerahkan bantuan berupa peralatan kesehatan kepada perwakilan 9 hotel DIY yang menyediakan fasilitas isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19, Jumat (03/09) pagi. Adapun penyerahan bantuan yang didukung dengan Dana Keistimewaan (Dais) DIY ini dilakukan secara simbolis di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta. Hadir mendampingi Sri Paduka, yakni Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo.

    Kesembilan hotel tersebut adalah Hotel Ibis, Grand Tjokro Yogyakarta, Sahid Raya, Sahid Rich Hotel, Indoluxe Yogyakarta, Savita Inn, UC UGM, Mutiara Yogyakarta, dan Tjokro Style Yogyakarta. “Untuk 9 hotel, saya atas nama Pemerintah Daerah DIY, mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya semoga amal baiknya dapat membawa kemaslahatan,” ungkap Sri Paduka.  

    Pada kesempatan tersebut, Sri Paduka turut menyampaikan agar seluruh stakeholderturut membantu percepatan penanganan Covid-19 di DIY, karena pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Salah satunya adalah keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi. Mengingat saat ini persentase vaksinasi DIY berada pada ranking 4 se-Indonesia setelah DKI Jakarta, Bali, dan Riau.

    Penggunaan Dais untuk mendukung pencegahan dan penanganan Covid-19 DIY ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor S-121/PK/2021 pada 10 Juli 2021. Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho menyampaikan setelah adanya PMK tersebut, Dais dapat direalokasi untuk penanganan Covid-19 di DIY, termasuk memberikan dukungan kepada sektor pariwisata.

    “Program Pemerintah DIY terkait penanganan Covid-19 dapat didukung dengan Dais. Diantaranya pada bidang pariwisata seperti percepatan vaksinasi, padat karya wisata melalui sambanggo, sarana prokes untuk pekerja wisata keluarganya, sosialiasi pranatan anyar, iklan layanan dan yang dipersiapkan hibah untuk Pokdarwis, serta memberikan bantuan peralatan untuk menunjang isoman di hotel-hotel ini,” terangnya, Jumat (03/09) siang. Lanjut Aris, jumlah total anggaran Dais yang dipergunakan untuk memberikan bantuan peralatan kesehatan di 9 hotel DIY mencapai Rp223 juta.  

    Sementara, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo mengapresiasi langkah 9 hotel DIY yang menyediakan fasilitas isoman pasien Covid-19. “Salah satu bentuk apresiasi kami wujudkan dalam dukungan, apa saja yang dibutuhkan dalam memberikan layanan. Keenambelas item peralatan kesehatan yang kami berikan ini juga sudah kami komunikasikan sebelumnya dengan rekan-rekan hotel agar bantuan tepat manfaatnya,” urainya.

    Singgih berharap, semoga masyarakat yang masih menjalani isoman di rumah, dapat tergerak untuk pindah ke fasilitas isoter. “Semoga ini menjadi pilihan masyarakat, masyarakat bisa menyaksikan bahwa tempat isoman harus memiliki standar, kesembilan hotel ini juga sudah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan dan asosiasi perhotelan,” jelas Singgih.

    Ia berharap, upaya gotong-royong dan sinergi pemerintah dengan pelaku industri seperti ini dapat menciptakan kondisi Jogja yang lebih baik. “Mewujudkan Jogja yang aman untuk dikunjungi wisatawan sehingga perekonomian turut membaik,” harapnya.

    Ketua Satgas Covid-19 PHRI DIY Heryadi Baiin yang juga hadir pada agenda tersebut, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. “Menjadikan hotel sebagai fasilitas isoman pasien Covid-19 juga membutuhkan biaya yang lumayan. Oleh karenanya, kami sangat berterima kasih. Apalagi tadi Wakil Gubernur (DIY) juga mengatakan, kami juga diberikan freefasilitas pengisian tabung oksigen,” terangnya yang juga merupakan GM Sahid Rich Hotel ini.

    Menurutnya, dukungan dari Pemda DIY ini akan membangkitkan spiritbagi karyawan hotel untuk terus melayani masyarakat. “Dalam kondisi seperti saat ini, sudah saatnya kita bersama-sama membangun Jogja agar kembali menjadi hijau.” [vin]

     

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (05/09/2021) jogjaprov.go.id – Turunnya positivity rate Covid -19 di DIY yang diikuti turunnya angka kematian dan tingkat keterisian tempat tidur (bed)rumah sakit diharapkan mampu menurunkan level PPKM dari 4 menjadi 2. Meskipun memang keputusan tingkat level PPKM ini berada di tangan pusat, namun kondisi DIY sudah menunjukan progres yang baik.

    Sebanyak lebih dari 62% masyarakat DIY telah divaksin dan akan terus dikejar hingga minimal 80% sampai dengan pertengahan Oktober nanti dan maksimal 100%. Selain itu keterisian bed rumah sakit sudah berada diangka 29%. Demikian juga dengan rata-rata positif sudah turun di angka 5, dimana angka tersebut adalah angka yang ditetapkan WHO untuk bisa menurunkan level PPKM menjadi di bawah 4.

    Fakta inilah yang membuat Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan harapan terbaiknya agar DIY bisa segera turun level pada evaluasi PPKM Level 4 awal Sepetember ini. Harapan ini disampaikan Aji pada Minggu (05/09) secara daring saat mengikuti diskusi bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI.

    Bukan alasan Aji mengharapkan PPKM segera turun level. Perekonomian utama di DIY ditopang oleh dua hal yaitu pendidikan dan pariwisata. Dengan adanya pandemi ini, bahkan jauh sebelum PPKM level 4 di tetapkan, DIY telah mengalami kesulitan mengingat mahasiswa tidak aktif berkuliah secara tatap muka. Pun dengan pariwisata yang juga terpaksa harus collaps.

    “Sumber utama ekonomi di DIY adalah pariwisata dan pendidikan. Dua unsur ini adalah kerumunan yang menghidupkan DIY. Jika dua unsur ini tidak ada, bisa dipastikan ekonomi DIY terpuruk. Masyakat terpapar atau lapar, adalah dua hal yang memang sangat sulit kita hindari,” ujar Aji.

    Lebih lanjut Aji menjelaskan, meskipun sebelum ini kasus di DIY turun, namun pusat tidak bisa serta merta menurunkan status DIY menjadi level di bawah 4. Hal ini karena DIY adalah wilayah aglomerasi, dimana antara satu kabupaten/kota dengan yang lain saling berdekatan dan saling terkait. Selain itu, DIY memang tidak luas sehingga potensi untuk saling berhubungan bisa dikatakan sangat besar.

    “Posisi kita saling berdekatan. Meskipun tidak semua kabupaten/kota berada di zona merah, namun akan saling berhubungan. Maka itu pemerintah pusat memutuskan untuk kembali di level 4 karena kalau tidak nanti saling menulari. Nah semoga besok bisa turun,” papar Aji.

    Saat ini, DIY saat ini sedang sangat gencar mempercepat vaksinasi. Hal ini merupakan syarat bagi bisa kembali digelarnya pembelajaran tatap muka. Selain itu, juga menjadi alasan bisa kembali beroperasinya industri-industri serta UMKM daa tidak ketinggalan, pariwisata. Seperti diketahui, tingkat capaian vaksinasi juga menjadi syarat bagi suatu daerah bisa turun level. Karena melalui vaksinasi, kekebalan komunal atau herd immunity akan segera terbentuk.

    Aji menambahkan, menyelaraskan upaya ekonomi dan kesehatan membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Harus ada saling support dan kesadaran masing-masing karena saat ini kedua unsur ini sedang berjalan bertentangan. Pada kesehatan, orang dituntut dengan pembatasan-pembatasan dan diharuskan diam demi kesehatan. Sementara menurut Aji, pertumbuhan ekonomi sangat erat dengan berbagai kerumunan seperti pariwisata pendidikan, yang semuanya berbasis kerumunan.

    “Kita harus bisa membedakan dan membuka pelan-pelan. Harus hati-hati sehingga kesehatan kita dapatkan, tetapi ekonomi juga mulai bergerak. Jadi saya mohon dua-duanya berjalan tidak kemudian saling mendahului. Jadi ini saya kira perlu berjalan beriring, kalau bisa ya sehat dan ekonominya tetap maju. Ini yang kita harapkan,” tutur Aji. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (04/09/2021) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Serbuan Vaksinasi Massal Covid-19 pada Sabtu (04/09) di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan percepatan vaksinasi.

    “Target (vaksinasi) adalah aglomerasi Yogyakarta sehingga secara serentak dilaksanakan vaksinasi di wilayah Kulon Progo, Gunungkidul, Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu sendiri,” ungkap Hadi. Ia juga menyatakan bahwa vaksinasi ini dilaksanakan secara serentak agar bisa segera mencapai jumlah target yang diharapkan.

    Vaksinasi di JEC ini ditargetkan dapat mencapai hingga 4.200 orang per hari. Hadi berharap agar pada minggu pertama bulan September, target vaksinasi sebanyak 600.000 orang yang diberikan pada tahap kedua tersebut dapat tercapai. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyapa secara virtual vaksinasi di 4 wilayah yaitu Sleman: UGM, Gunungkidul: SMP 1 Wonosari, Kelurahan Bumirejo, dan Yka XT Square.

    Hadi turut mengapresiasi kerjasama antara TNI-Polri dan mahasiswa serta masyarakat sehingga kegiatan vaksinasi tersebut dapat berjalan dengan baik. “Semoga wilayah aglomerasi DIY semuanya bisa tervaksinasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua,” tutupnya. (sf)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020