• Ada yang berbeda, cara pemberian vaksinasi hari ini dilakukan dengan sistem ‘Drive Thru’. Hal ini, dilakukan untuk memudahkan, mempercepat dan menghindari terjadinya kerumunan di lokasi tempat pelaksanaan vaksinasi. Karena vaksinasi dilakukan dengan sistem drive thru, maka proses screening juga dilakukan dengan sistem online seperti pada saat mendaftar.

    “Kegiatan dilaksanakan bersama-sama kolaborasi, pada hari ini ada 3000 dosis dan kita menggunakan sistem drive thru dan screening dilakukan secara online,” tutur Sri Paduka saat meninjau kegiatan vaksinasi. Sri Paduka juga menjelaskan, bahwa tujuan vaksinasi dengan system drive thru bertujuan untuk memudahkan, mempercepat dan menghindarkan kerumunan.

    Sistem drive thru ini memungkinkan peserta vaksin datang dalam kondisi yang siap untuk divaksin dengan proses cepat, sehingga pada pukul 14.00 WIB kegiatan vaksinasi diharapkan sudah selesai.

    Secara nasional pencapaian vaksinasi di DIY berada pada posisi ke-4 setelah DKI, Bali, dan Kepulauan Riau. “Nah harapan kami kemudian mengejar ranking tidak, tapi bagaimana kemudian warga DIY dan utamanya pelajar itu bisa kami selesaikan menyongsong kegiatan pembelajaran tatap muka,” terang Sri Paduka kembali.

    Demikian juga Dekan FK KMK UGM Prof.dr. Ova Emilia, M.Med., PhD., SpOG(K) menjelaskan, bahwa berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan, vaksinasi dengan sistem drive thru sebelumnya telah mereka lakukan di Sardjito, didapati hasil vaksinasi berjalan lebih lancar dan juga mengurangi adanya kemungkinan kerumunan.

    “Karena dalam proses vaksinasi ini kita kan harus tetap prokes, nah ini akan sangat sulit bila vaksinasinya itu dalam bentuk yang konvensional, di mana orang berkumpul terlalu lama di suatu ruangan, sehingga itu juga beresiko baik kepada orang yang melakukan ataupun orang yang mau divaksin,” jelasnya.

    Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya (FK MKM) rutin melakukan kegiatan vaksinasi, dengan target setiap hari rata-rata 1.250 vaksin. Dan pada akhir pekan, biasanya penyelenggaraan kegiatan vaksinasi dilakukan bersinergi dengan berbagai pihak. (fk)

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Aplikasi PeduliLindungi dukung aktivitas masyarakat dalam masa adaptasi pengendalian pandemi COVID-19.

    Dengan mengunduh aplikasi PeduliLindungi, masyarakat dapat mengakses fitur seperti Paspor digital berisikan riwayat sertifikat vaksinasi dan hasil tes COVID-19, Periksa Sertifikat Vaksinasi COVID-19 (dengan 5 parameter: Nama, NIK, Tanggal Lahir, Tanggal vaksin, dan Jenis vaksin), Pemberitahuan Zona Risiko, dan Statistik kasus di wilayah setempat.

    Selain itu, aplikasi PeduliLindungi dilengkapi dengan fitur Check In ke ruang publik atau fasilitas umum melalui scan QR Code, riwayat lokasi perjalanan, e-HAC yang terintegrasi, dan berbagai informasi serta fitur penting lain.

    Unduh dan manfaatkan PeduliLindungi!

    Untuk informasi terkait COVID-19 kunjungi situs resmi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin

    ( artikel juga dimuat pada laman web dinkes.jogjaprov.go.id/berita )

  •  

    Yogyakarta (31/08/2021) jogjaprov.go.id – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bekerjasama dengan PT. Jasa Raharja DIY, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, dan RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar kegiatan vaksinasi bagi awak angkutan umum pada Selasa (31/08). Kegiatan yang diadakan di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta.

    Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Keistimewaan DIY. “Pada hari ini, Selasa tanggal 31 Agustus 2021, yang bertepatan dengan Hari Keistimewaan DIY, kebetulan kita merayakan yang ke-9 Hari Keistimewaan. Bertepatan dengan vaksinasi kedua untuk kru angkutan umum yang ada di Yogyakarta,” ungkap Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.

    “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu memenuhi herd immunity masyarakat sehingga aktivitas ekonomi bisa pulih kembali berjalan seperti awal,” jelas Made. Vaksinasi ini akan berlangsung dalam dua tahap dengan menargetkan 1000 peserta awak angkutan umum. Made menyebutkan bahwa tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan September.

    Kepala Bagian Operasional PT. Jasa Raharja, Sofyan Adi Nugroho, menyampaikan harapannya agar ekonomi bisa segera pulih dengan percepatan vaksinasi ini. “Kami berharap dengan adanya vaksin kedua ini, masyarakat (akan) tumbuh, akan bisa normal kembali. Perekonomian Yogyakarta bisa pulih kembali, dengan harapan bahwa Yogyakarta akan sehat selalu,” tuturnya. Ia juga berharap nantinya semua akan bisa terus bersinergi bersama meskipun pandemi telah usai.

    V. Hantoro, Ketua DPD Organda DIY menyatakan rasa terimakasihnya pada Pemda DIY serta Dishub DIY, PT. Jasa Raharja DIY, dan RSPAU dr. S. Hardjolukito yang telah memfasilitasi anggota awak angkutan umum untuk memperoleh vaksinasi. Ia berharap dengan vaksinasi ini ekonomi di DIY bisa bangkit kembali. “Semoga bermanfaat bagi anggota kami semua dan mereka bisa berkarya lagi untuk menggerakkan kendaraannya, menggerakkan ekonomi yang ada di DIY,” terangnya.

    Menurut Hantoro, dalam kegiatan vaksinasi ini sebanyak 50% awak angkutan umum telah memperoleh vaksinasi tahap kedua. Selebihnya telah mengikuti kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh penyelenggara lain. Hingga saat ini sebanyak 99% awak angkutan umum di DIY telah memperoleh vaksinasi. Ia berharap herd immunitybagi awak angkutan umum segera tercapai. (sf)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Setiap suntikan jarum yang menembus lengan warga DIY selama pelaksanaan vaksinasi adalah buah dari gotong royong banyak kalangan. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap sedulur yang telah ikut berkontribusi dalam pelaksanaan vaksinasi di berbagai penjuru DIY.

    Per 28 September 2021, cakupan vaksinasi DIY dosis pertama telah mencapai 80,61 persen. Sedangkan vaksinasi dosis kedua mencapai 44,86 persen.

    Berdasarkan standar WHO, setidaknya 60-70 persen masyarakat harus sudah divaksin untuk mencapai herd immunity. Untuk itu, Pemda DIY terus mengupayakan percepatan vaksinasi bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Panjenengan yang kini membaca unggahan ini.

    Kini cahaya di ujung dari pagebluk ini telah terlihat. Namun seperti ungkapan "eling lan waspada", kita tetap perlu menjaga momentum ini terus bergerak dan semakin membaik. Tetap waspada dengan menjaga prokes di manapun kita berada.

    Terimakasih bagi sedulur yang telah mengikuti vaksinasi dan membantu menyebarkan info vaksin. Bersama kita bangkit. Menjadikan Jogja rumah yang nyaman dan aman.

    Sumber : Humas Jogja

  • Kulon Progo (31/08/2021) jogjaprov.go.id – Percepatan vaksinasi yang dilakukan DIY untuk pelaku pariwisata dan lingkungannya telah masuk pada gelaran angka ke 25. Dari rangkaian kegiatan tersebut, 90 % atau 32.000 pelaku wisata di DIY sudah tervaksinasi. 

    Pada angka ke 25 vaksinasi diberikan pada pelaku wisata dan lingkungan sekitar destinasi wisata di Kulon Progo, Selasa (31/08). Bertempat di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo, vaksinasi digelar dengan target 1000 peserta dan ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, Bupati Kulon Progo Sutejo dan Wabub Kulon Progo, Fajar Gegana. Namun, karena antusiasme masyarakat sekitar dan para pelaku wisata di daerah tersebut, vaksinasi mampu melebihi target yaitu 1200 peserta.

    "Saya sudah menghitung ini sudah yang ke 25, jadi seriesnya sudah 25, tentu ini merupakan satu aktivitas untuk mempersiapkan pariwisata Jogja atau Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjadi wisata yang aman, yang sehat baik itu oleh pelaku pariwisata di Jogja itu sendiri maupun kepada para wisatawan yang akan datang, mereka akan percaya diri kalau pelaku wisata di DIY, sudah tervaksinasi," jelas Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo.

    Singgih mengungkapkan dari gelaran vaksinasi kepada para pelaku dan masyarkat di sekitar destinasi wisata ini akan mampu mendukung percepatan vaksinasi. “Saya berharap dengan vaksinasi tersebut bisa menjadikan target 75-80 persen penduduk DIY sudah tervaksin, bisa segera tercapai, sehingga wisata bisa dibuka kembali dan roda perekonomian segera pulih," ujar Singgih. 

    Kegiatan vaksin Wisata DIY ini selain bertujuan untuk mendukung percepatan  vaksinasi juga untuk menyiapkan pariwisata agar siap dikunjungi saat sudah dibuka kelak. Dalam pembukaan destinasi wisata sendiri ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu verifikasi ulang destinasi wisata dan usaha jasa wisata.  

    "Persiapan aktivasi wisata meliputi penyiapan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau yang dikenal dengan CHSE dan prokes wisata. Selain itu, vaksinasi juga menjadi hal penting lainnya," jelas Singgih.

    Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengungkapkan vaksinasi massal ini bukan hanya dikhususkan untuk pelaku wisata dan masyarakat sekitar saja, namun juga bisa diikuti oleh siapa saja yang berkenan dan membutuhkan. Penyelenggaraan vaksinasi ini adalah bentuk perhatian, kepedulian dan tanggung jawab Pemda DIY kepada seluruh masyarkat termasuk warga Kulon Progo. Oleh karena itu, Sutedjo menghimbau masyarakat untuk ikut serta mengkampanyekan vaksinasi pada lingkungan sekitar.

    “Mari semua ikut mendorong dan mengajak yang lain untuk mau dan bersedia ikut vaksin di berbagai tempat. Di setiap Puskesmas pun setiap hari melayani vaksinasi, juga banyak kegiatan vaksinasi massal seperti hari ini di beberapa tempat juga bisa diikuti. Mari kita manfaatkan pelayanan vaksin gratis ini. Ini adalah itikat dari pemerintah untuk membantu menjaga kesehatan Bapak/Ibu semuanya,” ungkap Sutedjo.

    Fajar Gegana, Wakil Bupati Kulon Progo menambahkan, vaksinasi untuk pelaku wisata ini memang menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan pembukaan destinasi wisata apabila sudah diizinkan. Walaupun saat ini PPKM DIY masih pada level 4 dan belum ada izin pembukaan destinasi wisata, namun Fajar menjelaskan apabila nanti sudah ada pelonggaran, destinasi wisata siap langsung beroperasi.

    “Saat ini capaian vaksinasi di Kulon Progo sudah 52%, dengan hari ini mungkin bisa bertambah jadi 53% atau 54%. Untuk ketersediaan vaksin masih terus ada. Kami bekerjasama dengan TNI Polri juga untuk vaksiansi. Kami juga sangat mengapresiasi TNI POLRI pada kegiatan ini karena mereka tidak berhenti berperan aktif. Kami juga terus-menerus melibatkan pihak-pihak swasta maupun organisasi untuk melakukan vaksinasi,” tutup Fajar. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  •  

    Yogyakarta (06/09/2021) jogjaprov.go.id – Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, mewakili Wakil Gubernur DIY, menyampaikan beberapa poin yang dapat menjadi pertimbangan penyusunan Raperda Inisiatif DPRD DIY tentang Penanganan Covid-19 di DIY, Senin (06/09) siang.

    Pada agenda yang digelar luring secara terbatas dari Ruang Rapat Gedung DPRD DIY, Jl. Malioboro, Yogyakarta ini, Sekda DIY juga memberikan beberapa penjelasan terkait masih diberlakukannya status level 4 PPKM DIY oleh pemerintah pusat. Agenda paparan dipimpin Andriana Wulandari, S.E. dari Fraksi PDIP selaku Anggota Komisi D DPRD DIY sekaligus Ketua Pansus Covid-19 DIY.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono, Kepala Dinas Kesehatan DIY drg. Pembajoen Setyaningastutie, dan Kepala Biro Hukum Setda DIY, Adi Bayu Kristanto.

    Salah satu poin yang disampaikan oleh Aji adalah upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah Kabupaten/Kota. “Per Tanggal 5 September 2021 penerima vaksinasi dosis 1 telah mencapai 1.793.194 orang atau 62,27%. Sementara, cakupan vaksinasi dosis kedua telah menjangkau 788.338 orang atau 27,38% dan dosis 3 kepada tenaga kesehatan 20487 orang atau 60,61%,” terangnya.

    Lanjut Aji, rata-rata vaksinasi dalam 7 hari terakhir mencapai 29.572 orang/hari dengan kecenderungan meningkat. Per 5 September 2021 jumlah akseptor mencapai 34.912 orang. “Antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi di DIY berdasar hasil survei, bulan Agustus 2021 menunjukkan sangat tinggi yaitu 98% menyatakan berminat,” urai Aji.

    Tambah Aji, terkait dengan Bed Occupancy Rate (BOR),menunjukkan tren penurunan. “Tingkat keterisian bed rujukan Covid-19 semakin membaik dengan keterisian per 5 September 2021 mencapai 29,22% meliputi BOR critical (ICU) 40,67% dan BOR isolasi 27,29%,” jelasnya.

    Sementara terkait tracing, Aji mengatakan jika per 5 September 2021 angka rasio mencapai 18,66 dari sejumlah 260 kasus konfirmasi dan 4.851 tracing-testing. “Jumlah tracer di puskesmas saat ini mencapai 870 orang dan mendapat dukungan dari relawan BNPB, TNI, Polri serta relawan lainnya. Perlu diperhatikan juga terkait pengaturan jam kerjanya,” ujarnya.  

    Aji juga menyoroti faktor-faktor yang menyebabkan perubahan perilaku masyarakat. “Ada empat faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku yakni transmisi, kematian, tracing,dan perawatan. Terkait perubahan perilaku ini sudah ada regulasinya yakni Keputusan Gubernur DIY No.32/KEP/2021, Pergub DIY No.24/2021, dan Ingub DIY No.22/INSTR/2021,” jelasnya.

    Mengenai kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 di RS Rujukan, Aji mengaku bahwa stok oksigen saat ini sudah tercukupi, atau mendekati normal. “Kebutuhan oksigen liquidrata-rata per hari di DIY itu sekarang 15 ton,” ujarnya. DIY pun telah memiliki oksigen generator yang berpusat di Balai Pengembangan Teknologi Tepas Guna (BPTTG), Jl. Kusumanegara, Yogyakarta yang berada di bawah koordinasi Disperindag DIY. Sentra oksigen ini setiap harinya dapat melayani sekitar 350 tabung oksigen berukuran 6 meter kubik.

    Selain sentra oksigen terpusat di BPPTG tersebut, beberapa RSUD telah memiliki generator oksigen secara mandiri seperti RSUD Wonosari (Gunungkidul), RSUD Panembahan Senopati (Bantul), dan RSUD Nyi Ageng Serang (Kulon Progo) yang memiliki kapasitas oksigen generator yang berbeda antara satu dengan lainnya.

    Di sisi lain, mantan Kepala Dinas Dikpora DIY ini juga menyoroti soal pembelajaran tata muka sekolah-sekolah di DIY. “Kita tidak bisa terburu-buru dalam memutuskan dimulainya pembelajaran tatap muka. Sesuai dengan arahan Gubernur DIY, sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka, guru dan muridnya sudah harus divaksinasi.”

    Adapun per Kamis (26/08), dari 276.680 siswa jenjang SMA, SMK, SLB, dan SMP, yang sudah tervaksin 64.156 siswa. Sementara yang belum tervaksin 212.524 siswa (23,19%). Sementara, persentase tervaksin pendidik sudah 94,8%. Untuk pendidik SMA, SMK dan SLB sejumlah 12.267, belum vaksin 673 guru disebabkan karena sakit dan penyintas, serta pendidik yang belum tervaksin saat ini dalam proses vaksinasi.

    Terkait dengan kesiapan dari sisi sarana dan prasarana protokol kesehatan, secara umum sekolah di DIY telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka meski masih secara terbatas. Dalamperjalanan mempersiapkan pembelajaran tatap muka, perlu adanya persiapan yang harus dilakukan diantaranya sosialisasi mekanisme pembelajaran tatap muka ke orang tua, siswa, guru, dan staf sekolah; kesiapan sekolah memodifikasi ruang pembelajaran, waktu pembelajaran, jadwal, dan materi; penyiapan lingkungan sekolah sesuai kriteria protokol kesehatan; indentifikasi/pemetaan kondisi kesehatan warga sekolah; dan adanya formulir persetujuan/izin dari orang tua siswa.

    Hal lain yang tak kalah penting untuk menjadi perhatian, menurut Aji, adalah keberadaan Jaga Warga. Tugas Jaga Warga:menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, memberikan saran dan pertimbangan kepada Dukuh/Ketua RW/Pengurus Kampung dalam urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Serta melakukan koordinasi dengan pranata sosial masyarakat yang ada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

    Guna melancarkan operasional Jaga Warga, DIY telah mengucurkan Dana Keistimewaan atau Danais untuk desa-desa di DIY dengan total Rp22.6 Miliar untuk 392 Kalurahan di DIY. Hingga 5 September 2021, dana ini sudah dicairkan oleh 315 kelurahan di DIY dengan realisasi anggaran sekitar Rp20,5 Miliar.

    Seusai paparan, dilanjutkan dengan tanggapan beberapa fraksi partai dan perwakilan dari pemerintah kabupaten/kota. Adapun segala paparan dari Sekda DIY akan ditindaklanjuti pada paparan yang akan digelar bersama pakar akademisi, kesehatan, serta tokoh masyarakat yang akan digelar Selasa (07/09) di lokasi yang sama.

    Terkait dengan masih diberlakukannya status Level 4 pada PPKM DIY, Aji mengatakan bahwa penentuan level PPKM suatu wilayah merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Meskipun sebelum ini kasus di DIY turun, namun pusat tidak bisa serta merta menurunkan status DIY menjadi level di bawah 4.

    Hal ini karena DIY adalah wilayah aglomerasi, dimana antara satu kabupaten/kota dengan yang lain saling berdekatan dan saling terkait. Selain itu, DIY memang tidak luas sehingga potensi untuk saling berhubungan bisa dikatakan sangat besar,” tukasnya. “Posisi kita saling berdekatan. Meskipun tidak semua kabupaten/kota berada di zona merah, namun akan saling berhubungan. Maka itu pemerintah pusat memutuskan untuk kembali di level 4 karena kalau tidak nanti saling menulari.

    Ditambah lagi, sumber utama ekonomi di DIY adalah pariwisata dan pendidikan. “Dua unsur ini adalah kerumunan yang menghidupkan DIY. Jika dua unsur ini tidak ada, bisa dipastikan ekonomi DIY terpuruk. Masyakat terpapar atau lapar, adalah dua hal yang memang sangat sulit kita hindari.”

    Aji lantas menambahkan, menyelaraskan upaya ekonomi dan kesehatan membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Harus ada saling supportdan kesadaran masing-masing karena saat ini kedua unsur ini sedang berjalan bertentangan. “Pada kesehatan, orang dituntut dengan pembatasan-pembatasan dan diharuskan diam demi kesehatan. Sementara menurut Aji, pertumbuhan ekonomi sangat erat dengan berbagai kerumunan seperti pariwisata pendidikan, yang semuanya berbasis kerumunan,” tutupnya. [vin]

     

    HUMAS DIY  

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (01/09/2021) jogjaprov.go.id – Kadipaten Pakualaman bekerjasama dengan TNI dan Puskesmas Pakualaman serta dibantu para sukarelawan, menggelar PAKSIN (Pakualaman Vaksin Sehat Indonesia) dosis 2 bagi masyarakat umum dan khususnya masyarakat di sekitar Pakualaman, untuk usia 12 tahun keatas. Acara digelar di Puro Pakualaman, Yogyakarta, pada Rabu dan Kamis  (01-02/09).

    Pembukaan Pelaksanaan PAKSIN di Puro Pakualaman dihadiri oleh Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAy A. Paku Alam X, Ketua Panitia Program PAKSIN Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Kunto Nugroho, Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman Cahya Wijayanta, dan Kepala Puskesmas Pakualaman Yogyakarta Nieke Indrawati serta pejabat yang terkait.

    BPH Kusumo Kunto Nugroho dalam sambutannya, menyampikan informasi bahwa PAKSIN merupakan acara percepatan vaksinasi untuk masyarakat umum di lingkungan Kadipaten/Kecamatan Pakualaman. Acara ini merupakan kelanjutan dari vaksinasi yang pertama, yang telah dilaksanakan pada 28, 29, dan 30 Juli 2021. Dengan jumlah peserta vaksin pada (28-29/07) sebanyak 500 peserta per hari dan seribu orang di hari ke-3 (30/07).

    BPH Kusumo Kunto Nugroho menjelaskan, acara pemberian vaksin dosis 2 pada hari ini diselenggarakan sebagai jawaban atas acara yang sudah dilakukan sebelumnya. “Sehingga, pemberian vaksin dosis 2 ini pesertanya hanya terdiri dari peserta vaksin yang pertama. Acara ini diselenggarakan 2 hari, yakni 1-2 September 2021 dengan jumlah peserta seribu orang per hari,” jelas BPH Kusumo Kunto Nugroho.

    “Harapannya, dengan adanya percepatan vaksin ini  masyarakat menjadi tergerak. Bagi yang belum dan masih takut untuk vaksin, jadi tergerak untuk memvaksinkan diri dan merekomendasi vaksin untuk orang-orang terdekat,” imbuhnya.

    “Semoga ini menjadi motivasi kita semua, untuk segera mendukung percepatan vaksinasi untuk seluruh lapisan masyarakat di Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar, berkah dan manfaat bagi para tamu undangan dan kita semua,” tutupnya.

    Adapun Gusti Putri, sapaan  GKBRAy A. Paku Alam X, mengungkapkan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan ibu-ibu PKK dari Kabupaten/Kota di DIY selalu mendorong para perempuan di DIY agar mau melakukan vaksinasi. “Marilah masyarakat di Yogyakarta, terutama ibu-ibu di Yogyakarta, marilah kita bervaksin. Karena vaksin untuk menyehatkan kita dan meningkatkan imun kita. Jangan takut untuk vaksin,” pesan Gusti Putri saat meninjau peserta vaksin.

    Ditemui di acara yang sama, Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman Cahya Wijayanta,  mengucapkan terimakasih kepada Kadipaten Pakualaman dan panitia pelaksanaan PAKSIN yang sudah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan vaksin. Ia berharap, agar kedepan kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali sehingga target vaksin 100 % di Wilayah Pakualaman dapat dicapai pada akhir tahun ini serta dapat membantu akselerasi tercapainya herd imunnity 70-80%.

    Sementara itu, Kepala Puskesmas Pakualaman Nieke Indrawati, menambahkan untuk target vaksin ibu hamil di wilayah Pakualaman telah mencapai 80% dari jumlah ibu hamil yang ada di wilayahnya.

    Tasya, mahasiswi, warga Pakualaman, sekaligus peserta vaksinasi menyerukan ajakan vaksinasi bagi masyarakat khususnya di Wilayah Pakualaman “Saya Tasya, hari ini saya mengikuti vaksin di Puro Pakualaman untuk dosis ke-2, alhamdulillah semua berjalan lancar, vaksinnya juga nggak lama, buat temen-temen yang belum vaksin segera vaksin ya” ajaknya. (fk)

     

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (29/09/2021) jogjaprov.go.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, saat ini kasus konfirmasi nasional dan wilayah Jawa-Bali sudah turun signifikan dibandingkan negara tetangga. Penurunan kasus konfirmasi nasional hingga 96,4% dari titik puncaknya, 15 Juli 2021.

    Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, dan Sekda DIY Kadarmanta Baskara AJi beserta pejabat terkait hadir mengikuti rapat koordinasi secara virtual ini di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu sore (29/09).

    Dalam kesempatan tersebut Sri Sultan menyampaikan laporan, yang pertama tentang update laporan bahwa vaksin untuk pelajar usia 12 sampai 18 tahun di Yogyakarta baru mencapai 84,30%. Sedangkan vaksin untuk guru dan tenaga pendidikan 92,44%.

    Gubernur DIY menjelaskan dalam hal pembelajaran tatap muka, pihaknya mengambil keputusan dengan sangat hati-hati. “Di mana kami mengambil kebijakan untuk mencoba tatap muka. Kami hati-hati bagaimana ketentuan kami harus divaksin semua,” terang Sri Sultan. Hal ini dilakukan dengan sangat hati-hati bukan berarti menentang keputusan pemerintah, tidak. Sri Sultan juga berharap, semoga setelah dua minggu ini akan ada banyak kemajuan untuk bisa dilakukan secara lebih.

    Yang kedua, Sri Sultan menyampaikan bahwa ke depan mungkin Yogyakarta akan membutuhkan vaksin lebih banyak. Hal ini dikarenakan sudah dimulainya kedatangan para mahasiswa dari luar daerah untuk masuk perkuliahan secara tatap muka yang direncanakan akan dimulai pada awal Oktober mendatang.

    “Kami berharap, mahasiswa ini yang kemungkinan di daerahnya belum divaksin, mau tidak mau kita harus melakukan vaksinasi. Sehingga kebutuhan kami mungkin akan meningkat dari rencana semula 2,8,” terang Sri Sultan. Sri Sultan menambahkan, bila nanti presentasenya jauh diatas 100% berarti sisa tersebut, berkemungkinan bukan ber-KTP Yogya.

    Terkait hal ini, Menko Marves meminta kepada Kementerian Kesehatan RI untuk memperbaiki masalah vaksin karena beberapa waktu yang lalu untuk melakukan entri data cukup sulit.

    Menko Marves juga menyetujui usulan Sri Sultan untuk menambah jumlah vaksin. “Kalau tadi Pak Sultan minta tambahan vaksin, saya kira masuk akal sekali karena mahasiswa dari luar mungkin masih banyak yang belum divaksin,” ucap Menko Marves. Ia pun meminta kepada Menteri Kesehatan segera untuk memperhatikan dan memenuhi kebutuhan tersebut.

    Dalam rapat koordinasi tentang evaluasi PPKM Jawa-Bali, Menko Marves menginformasikan, bahwa situasi pandemi Covid-19 masih terus menunjukkan tren perbaikan. Jumlah kasus konfirmasi harian nasional Jawa-Bali berada pada posisi yang sama pada tahun lalu, sehingga RS dalam kondisi yang baik.

    Tingkat reproduksi efektif Indonesia dan Jawa-Bali terus menurun <1, mengindikasikan terkendalinya pandemi Covid-19, dan juga testing yang terus meningkat serta tingkat positivity yang sudah 1%. Namun ia juga menegaskan, penguatan testing tracing harus terus dilakukan untuk mengantisipasi gelombang kasus baru.

    Ia pun menambahkan, terkendalinya Covid-19, mendorong pemulihan aktivitas belanja masyarakat yang cepat. Indeks nilai belanja untuk Provinsi DI Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Jawa Timur juga sudah mendekati kondisi pra pandemi.

    Sedangkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyampaikan, bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat dilaksanakan pada 99% satuan pendidikan yang berada pada situasi Covid-19  level 3 dan 2 berdasarkan SKB 4 Menteri, sementara satuan pendidikan yang berada pada daerah level 4 sepenuhnya PJJ.

    Ia melaporkan terkait pelaksanaan PTM terbatas, praktis di semua level 1, 2, dan 3 sudah melakukan PTM terbatas, hanya 0,2% saja dari seluruh satuan pendidikan yang masih melakukan PJJ.

    “Untuk sekolah-sekolah masih banyak yang belum melakukan pengisisan terkait dengan kesiapan dalam kegiatan masuk sekolah. Kondisi sekarang masih 49% yang sudah melaporkan apakah sudah ada saluran sanitasi dan kebersihan, apakah sudah ada faskes kesehatan, dan apakah ada warga-warga sekolah yang tidak boleh masuk sekolah,” ungkapnya.

    Dilaporkan, posisi sampai dengan hari ini 49% sekolah yang melakukan PTM terbatas dari 53% yang sudah melapor. “Jadi, mohon bantuan Dinas Pendidikan di daerah untuk mendorong sekolah-sekolah untuk bisa melaporkan sehingga kami juga bisa melakukan monitoring dengan lebih baik lagi,” pintanya.

    Adapun Menteri Kesehatan RI, menyebutkan bahwa “Kasus anak mengalami penurunan seiring dengan penurunan kasus akan tetapi dalam dua minggu terakhir, terjadi  kenaikan untuk kasus konfirmasi di usia di bawah 12 tahun yaitu, usia-usia yang belum divaksinasi dan itu sudah PTM.  Jadi kesimpulannya,  sejak PTM dibuka memang ada kenaikan kasus untuk anak-anak, relatif dibandingkan dengan usia 18 tahun,” jelasnya.

    Dalam hal ini, Menteri Kesehatan RI berpesan kepada tiap kepala daerah agar melaksanakan surveilans Covid-19 terstandar untuk pemantauan dan evaluasi PTM terbatas di satuan pendidikan. Strategi surveilans ini harus dilakukan bersama-sama dengan stategi testing orang bergejala dan pelacakan kontak erat dan respon outbreak di lingkungan satuan pendidikan. (fk)

     

    HUMAS DIY

    ( artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Gunungkidul - Pemerintah Kabupten Gunungkidul terus berupaya mempercepat capaian vaksinasi dosis 1 dan 2 dengan melakukan vaksinasi masal bagi warga masyarakat Gunungkidul dan sekitarnya yang dilaksanakan di rest area hutan bunder Kapanewon Playen Gunungkidul, Rabu (6/10).

    Pelaksanaan Vaksin masal ini di dukung oleh tiket dot Kom bekerjasama dengan pemerintah DIY, Badan Otoritas Borobudur, PKK dan Dinas Kesehatan Gunungkidul.

    Sandra Darmosuwito selaku Public Relation Tiket.Com mengatakan bahwa wisata vaksinasi tiket.com merupakan bentuk peduli dan membantu program pemerintah vaksinasi Nasional.

    "Semoga kegiatan ini dapat semakin mempercepat capaian vaksinasi yang menjangkau semua lapisan dan usia" ungkapnya

    Pada kegiatan vaksin wisata tiket dot com ini menyediakan kuota 1750 dosis vaksin yang di bantu dari tenaga medis Dinas Keswhatan Gunungkidul



    Sementara itu Indah Juanita dari Badan Otorita Borobudur menyampaikan hal senada bahwa kegiatan vaksinai sebagai upaya dukungan kepada pemerintah dalam percepatan capaian vaksinasi sehingga terbentuk herd Immunity dan  ekonomi bangkit  dengan tetap menjaga disiplin Prokes.

    "Terimakasih juga disampaikam kepada pemerintah Gunungkidul dan seluruh pihak yang telah bersama berkolaborasi sehingga terwujud pelaksanaan vaksinasi ini" ungkapnya

    Bupati H Sunaryanta yang hadir bersama ketua TP.PKK Gunungkidul Hj.Diah Sunaryanta mengucapkan  terimakasih atas peran dan dukungan seluruh pihak dalam mewujudkan capaian vaksinasi di Gunungkidul.

    "tidak hanya dukungan dari pihak swasta, pemerintah kabupaten bersama TNI,Polri, BIN terus melakukan program percepatan vaksinasi masal, yang hasilnya sudah dirasakan bersama dengan capaian 70 persen lebih dosis pertama dari target jumlah penduduk Gunungkidul" ungkap Bupati

    Tak lupa bupati juga sangat mengapresiasi peran dan kerja keras kepada seluruh tenaga kesehatan Gunungkidul yang tanpa lelah melayani masyarakat, semoga selalu diberikan kesehatan.

    Pelaksanaan vaksinasi yang juga mendapatkan kehormatan dengan kunjungan Gusti putri, menyampaikan terimakasih atas dukungan seluruh pihak dan juga masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya vaksin.

    "Semoga dengan semakin tingginya angka capaian vaksin, juga akan semakin cepat membuka gerakan ekonomi masyatakat, namun juga tetap untuk disiplin Prokes utamanya memakai masker" pesan Gusti putri.

    ( artikel juga dimuat pada laman web gunungkidulkab.go.id/berita )
  • Bantul (01/09/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau program vaksinasi Covid-19 yang disenggarakan secara massal di Grha Pradipta (JEC), Bantul, Rabu (01/09) siang. Agenda vaksinasi yang diselenggarakan oleh tiket.com dengan target sasaran 30.000 orang ini digelar selama 7 hari sejak Rabu (01/09) hingga Selasa (07/09) pukul 08.00-16.00 WIB. 

    Program vaksinasi ini diperuntukkan bagi masyarakat umum penerima dosis pertama, tanpa persyaratan domisili, golongan mulai dari usia lebih dari 12 tahun dan golongan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif. Pendaftaran peserta vaksinasi pun sudah dapat dilakukan melalui fitur tiket TO DO yang tersedia dalam aplikasi dari tanggal 26 Agustus 2021. 

    Selain Gubernur DIY, turut hadir pada kesempatan tersebut yakni Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan DIY Sugiharto, Danrem 072/Pamungkas Kolonel Infanteri Afianto, Direktur BOB Indah Juanita, Wakil Ketua I TP-PKK GKBRAy. A. Paku Alam, serta Co-Founder & Chief Commercial Officer tiket.com Dimas Surya.

    Dalam sambutannya, Dimas Surya mengatakan jika sentra vaksinasi tiket.com merupakan agenda prioritas tiket.com di tahun 2021. “Sesuai dengan tekad kami untuk menjadi yang pertama dalam memulihkan industri pariwisata Indonesia, maka kontribusi yang bermakna dari tiket.com adalah dengan membantu pemerataan akses vaksinasi bagi masyarakat. Tentu kami tidak lupa mengingatkan agar terus disiplin jalankan 5M protokol kesehatan walaupun sudah divaksin. Mari bersama-sama kalahkan virus ini dan kembali ke masa kejayaan pariwisata Indonesia,” ungkap Dimas.

     

    Hal ini sesuai dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait percepatan program vaksinasi di wilayah DIY agar segera tercapai kekebalan komunitas. “Pekerjaan rumah saat ini, ujar Sultan, bagaimana pemerintah di tingkat kabupaten/kota dapat menyusun strategi agar percepatan vaksinasi ini sesuai harapan. “Sekarang kebijakan untuk percepatan vaksinasi itu ada di pemerintah kabupaten/kota, bagaimana menghabiskan stok yang ada," ujar Sri Sultan, Kamis (19/08) silam di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. 

    Sri Sultan beranggapan, semakin cepat strategi Kabupaten/Kota melaksanakan realisasi vaksinasi, semakin cepat pula target penyelesaian vaksinasi di DIY akan tercapai. Jika target 80 persen warga dapat tervaksinasi pada September tak meleset, Sri Sultan mengatakan penuntasan vaksinasi Covid-19 mencapai angka 100 persen diperkirakan bisa selesai akhir Oktober atau awal November 2021.

     

    Humas DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  •  

    Yogyakarta (01/09/2021) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan akan siap mengikuti arahan dari pusat terkait dengan penanganan Covid-19 di DIY khususnya dalam penggunaan aplikasi pedulilindungi. Sri Paduka juga mengatakan bahwa DIY senantiasa melakukan percepatan program vaksinasi Covid-19. 

    Hal tersebut disampaikan Sri Paduka pada Rakor Evaluasi PPKM Jawa-Bali secara daring yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (01/09) sore. Sri Paduka yang hadir dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta berharap agar pemerintah pusat dapat membantu mengatasi beberapa hal terkait penggunaan aplikasi pedulilindungi.

    Beberapa diantaranya adalah jaminan keamanan data pengguna aplikasi baik berupa email ataupun NIK. “Mohon kiranya untuk dijaga bersama agar data tersebut aman (tidak bobol),” harapnya. Sri Paduka juga berharap agar kecepatan penggunaan aplikasi pedulilindungidapat ditingkatkan, utamanya di ruang-ruang publik. “Saya mohon respon penggunaan aplikasi khususnya di tempat-tempat publik dapat ditingkatkan, agar tidak terjadi lemot(jeda yang terlalu lama pada aksesnya),” ujar Sri Paduka.

    Di sisi lain, Sri Paduka meminta perhatian pusat agar daerah segera dapat meningkatkan akses integrasi ke sistem NAR pemerintah pusat. “Daerah mohon diberikan izin untuk dapat melakukan akses integrasi dengan NAR,” ungkap Sri Paduka.

    Menanggapi hal tersebut, Menkomarvest mengatakan bahwa per Jumat (03/09), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI telah selesai melakukan migrasi data. “Nanti per Jumat ini (03/09), migrasinya Kominfo (RI) sudah selesai dilakukan,” tambah Menteri Luhut. Menteri Luhut juga meminta agar pengecekan secara berkala ke sistem Silacak pedulilindungisenantiasa dilakukan.

    Tak hanya itu, Menteri Luhut tak lupa mengingatkan agar daerah-daerah, terutama yang status levelnya telah turun ke level yang lebih rendah, untuk tak tenggelam dalam euforia. Menurutnya, jangan sampai penurunan jumlah kasus menyebabkan masyarakat lalai dan mengabaikan protokol kesehatan.

     

    Hal tersebut senada dengan pernyataan Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana yang mendampingi Sri Paduka. Tri Sakti mengatakan bahwa meski status DIY saat ini masi berada pada level 4, jangan sampai perkembangan penurunan kasus positif Covid-19 membuat masyarakat larut dalam euforia.

    Terkait pedulilindungi,Tri Sakti mengatakan bahwa Pemda DIY turut memberikan masukan kepada pusat untuk meningkatkan kualitas kecepatan aplikasi. “Masih ada jeda yang cukup lama, jadi harapannya dapat segera ditangani Kementerian Kominfo RI,” ujarnya.

    Ditambahkan Tri Sakti, penyelesaian rentang jeda ini harus segera dilakukan mengingat pedulilindungijuga digunakan saat masyarakat masuk ke pusat perbelanjaan seperti mal di DIY. “Setelah dicoba memang agak lama responnya, kanresponnya macam-macam ada hijau, merah, kuning, dan sekarang ada hitam yang terbaru. Ya mungkin memang karena yang mengakses tentu banyak sekali, namun harus segera dicari solusi,” tutupnya. [vin]

     

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • antul (02/09/2021) jogjaprov.go.id – Percepatan vaksinasi dilakukan dengan berbagai metode dan peyebaran sejauh mungkin di penjuru pelosok desa di DIY. Menyelipkan kegiatan vaksinasi dalam program agroforestri pun menjadi salah satu yang dilakukan oleh Pemda DIY untuk sekaligus mempercepat capaian target vaksinasi.

    Sejumlah 500 orang warga Desa Sri Harjo, Pengkol, Bantul menjadi target vaksinasi Pemda DIY pada Kamis (02/09). Pada kesempatan tersebut, Wagub DIY KGPAA Paku Alam X dengan didampingi Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, turun langsung untuk memantau jalannya vaksinasi dan penghijauan di kawasan penyangga Hutan Pengkol, Bantul. Selain itu, acara juga dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Kepala DLHK DIY Kuncoro Cahyo Aji dan Kabag Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, KPH Yudanegara.

    Pada acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY ini Sri Paduka menyampaikan, saat ini angka kasus positif di Bantul masih relatif tinggi, saling menyusul dengan Sleman. Padahal, positivity rate di DIY sendiri sudah cenderung turun. Oleh karena itu, penting untuk warga Bantul bisa segera divaksin bagi yang sudah memenuhi syarat.

    Menurutnya, masyarakat harus juga bersikap proaktif untuk bisa mendapatkan vaksinasi. Saat ini Puskesmas juga telah menyediakan layanan vaksinasi yang memudahkan bagi masyarakat untuk bisa mengaksesnya. Masyarakat juga diimbau untuk proaktif dengan fasilitas vaksinasi massal seperti yang dilakukan di Desa Sri Harjo tersebut.

    “Program vaksinasi ini bisa menjadi contoh bahwa program ini memang sebesar-besarnya untuk warga yang memenuhi persyaratan. Kepada warga masyarakat penyangga kawasan Alas Pengkol saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesadaran dan antusiasme mengikuti vaksinasi,” ujar Sri Paduka. Sri Paduka juga sempat berdialog bersama para relawan berstatus mahasiswa dari UNY dan UIN yang pada kegiatan itu membantu jalannya proses vaksinasi. Selain itu, para awak tenaga kesehatanpun turut mendapatkan support dan apresiasi dari Sri Paduka atas perjuangan dan pengabdiannya kepada masyarakat.

    Kepala DLHK DIY Kuncoro Cahyo Aji menjelaskan, selain vaksinasi, pihaknya menggelar pencanangan hutan agroforestri. Hutan Agroforestri ini akan dimaksimalkan pada lahan milik DLHK DIY di kawasan Alas Pengkol seluas 7,5 Ha. Nantinya, pihaknya akan mengembangkan ini menjadi salah satu hutan tematik, dari total 11 hutan tematik di DIY.

    “Untuk kawasan ini akan kita canangkan sebagai hutan agroforestri. Kita akan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan melibatkan penuh warga di desa Sri Harjo Pengkol dan sekitarnya,” kata Kuncoro. Sebagai awal, pihaknya mengatakan akan menanam sedikitnya 500 pohon di kawasan penyangga hutan agroforestri tersebut, yang sebagian besar akan ditanam pada awal musim penghujan. Rencananya menurut Kuncoro, jenis pohon yang akan ditanam adalah pohon dengan buah-buahan produktif seperti pohon gayam, mangga, alpukat dan banyak jenis tanaman lainnya.  

    Abdul Halim Muslih, Bupati Bantul pada kesempatan tersebut juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas perhatian Pemda DIY kepada wilayah pedesaan di Bantul. Sri Harjo menurut Halim adalah kelurahan yang memiliki demikian banyak potensi pariwisata dan kehutanan. Tidak salah apabila Pemda DIY memilih kawasan ini untuk dijadikan kawasan hutan tematik. Apalagi pencanangannya juga dibarengi dengan vaksinasi bagi warga sekitar.

    “Penanaman agroforestri dengan memilih Sri Harjo sebagai lotusnya ini sungguh sangat tepat karena kawasan ini kita terus dikembangkan, utamanya bidang agroforestri dan pariwisata. Dua itu memang menjadi potensinya oleh karenanya, pemerintah Kabupaten Bantul turut bersyukur dan terima kasih atas kegiatan Dinas Lingkungan Hidup DIY ini. Program ini mendekatkan kita pada visi misi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, masyarakat yang harmonis dan berperikeadilan,” ungkap Halim.  

    Usia meninjau vaksinasi, Sri Paduka bersama Abdul Halim, Kuncoro Aji, Tri Saktiyana, KPH Yudhanegara, serta Lurah dan Penewu setempat melakukan penanaman pohon di kawasan penyangga hutan. Pohon yang ditanam berada tepat di bantaran Sungai Oya yang menjadi salah satu sumber irigasi bagi warga, sekaligus menjadi daya tarik wisatawan. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Sleman (02/09/2021) jogjaprov.go.id –Dinas Pariwisata DIY kembali menggelar program vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) pada Kamis (02/09). Kegiatan vaksin ini merupakan bagian dari vaksin wisata seriesyang ke-28 dan dilaksanakan di Studio Alam Gamplong, Kecamatan Sumber Rahayu, Kabupaten Sleman.

    “Saya berharap ini menjadi momentum kita bersama untuk usaha menuju herd immunity 70-80% penduduk DIY tervaksin,” ungkap Singgih Rahardjo, Kepala Dinas Pariwisata DIY. Menurutnya kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara pemerintah dengan sektor kesehatan, kapanewon, kalurahan, serta destinasi wisata. Studio Alam Gamplong sebagai salah satu destinasi wisata di DIY juga dinilai sebagai lokasi yang tepat dan indah untuk pelaksanaan vaksinasi wisata.

    Kegiatan vaksinasi kali ini menargetkan 1000 peserta vaksinasi yang terdiri dari pelaku wisata, ekonomi kreatif, dan masyarakat sekitar. Singgih berharap dengan vaksinasi ini pariwisata di DIY bisa segera bergerak kembali. “Ini adalah adalah kegiatan untuk mempersiapkan kembali pariwisata kita supaya lebih cepat untuk beraktivitas kembali,” terangnya.

    Hanung Bramantyo menyampaikan rasa terimakasihnya bagi Pemda DIY dan Sleman yang telah memilih Studio Alam Gamplong sebagai lokasi vaksinasi wisata. “Yang paling penting adalah dengan vaksinasi ini kita semua bisa sehat, bisa kembali normal, dan bisa sama-sama menggayung ekonomi,” tuturnya. Ia menyatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 ini sangat memukul dan memaksa kita untuk tetap bersemangat menghadapinya. Menurutnya salah satu cara untuk menghadapinya yaitu dengan mengikuti vaksinasi bersama-sama agar seluruh masyarakat bisa segera sehat kembali.

    “Buat teman-teman semuanya di seluruh Indonesia, Covid itu nyata, Covid itu betul-betul memukul kita. Karena itu saya berharap teman-teman semuanya, rekan-rekan saya, sahabat-sahabat saya, keluarga saya semuanya untuk mari kita vaksin. Karena itu tidak hanya penting buat teman-teman semuanya, tapi juga penting buat keluarga, buat lingkungan sekitarnya. Karena kita hidup bersama, hidup bersosialisasi,” ajak Hanung. Ia melanjutkan, “Akibat dari vaksin ini nanti kita ke depannya, kita bisa bersama-sama menggayung ekonomi. Bersama-sama memperkuat ketahanan ekonomi, ketahanan keluarga, dan ketahanan nasional.” (sf)

    Humas DIY

  • Vaksin Dosis II Bagi Warga yang Melakukan Vaksinasi Dosis I Bukan di Sentra Vaksinasi Dinas Kesehatan DIY, akan dilaksanakan pada 13-15 Oktober 2021,

    21-22 Oktober 2021 dan 27-29 Oktober 2021 di Dinas Kesehatan DIY

  • YOGYAKARTA (03/09/2021) – Keberhasilan penanggulangan Pandemi Covid-19 bukan saja oleh Pemerintah tetapi harus adanya kerjasama Pemerintah, Dunia usaha/Industri bersama-sama dengan masyarakat.

    Penegasan demikian disampaikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X ketika menyerahkan bantuan APD bagi Hotel penyelenggara Isolasi Mandiri (Isoman) di DIY siang tadi (Jum’at, 03/09) di Kantor Wakil Gubernur DIY Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo SH bahwa tujuannya untuk mendukung memfasilitasi penyelengaraan operasional  perhotelan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    "Pemerintah pun," lanjut Singgih,  “sangat mengapresiasi kepada pengelola Hotel dan mengucapkan terima kasih. Selain ucapan juga kami wujudkan dalam bentuk  bantuan APD yang berjumlah 16 item (antara lain  Tabung Oksigen, Masker, Hand Sanitizer dan sebagainya) sementara kepada 13 Hotel." Bantuan 16 jenis/item APD tersebut telah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh hotel penyelenggara isoman, karena ini telah sesuai dengan komunikasi Dinas Pariwisata dengan pihak hotel.

    Sementara itu Wakil Ketua Bidang Perhotelan PHRI Hariadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah DIY  dalam hal ini Dinas Pariwisata DIY yang telah memberikan bantuan. “Bantuan Alat Kesehatan (APD) kepada Pengelola Hotel di DIY  dan bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," tegas Hariadi.  Karena menurut Hariadi penyelenggaraan isoman ini sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit terutama pengadaan APD, apalagi setiap beraktivitas harus selalu memakai masker. Bahkan petugas  yang melayani isoman  4 jam sekali harus mengganti masker.

    Harapan dari PHRI dalam kondisi seperti ini semua pihak harus bekerjasama, “Kita bersama bergotongroyong bukan hanya Pemerintah dan juga  pengusaha/industri. Kami berharap masyarakat pun bersama-sama."

    "Ayo Yogyakarta kita bangun Yogyakarta ini jadi hijau  sebagaimana harapan Bapak Wakil Gubernur DIY menjadi level 3 bahkan level 2 “, ajak Hariadi

    Disinggung berapa kamar Hotel  anggota PHRI Penyelenggara Isoman di Yogyakarta, Hariadi menambah bahwa sangat bervariasi hotel yang menyediakan kamar, contohnya di Ibis ada 100 kamar, ada yang 300 kamar, bahkan USI UGM menyediakan 300 kamar.

    Di bagian lain Kepala Dinas Pariwisata Singgih Raharjo mengharapankan  isolasi mandiri  di hotel ini menjadi  pilihan bagi masyarakat, mengingat isolaasi mandiri yang baik harus memiliki standar-standar tertentu dan hotel  penyelenggara isoman telah melalui verifikasi  dari Dinas Pariwisata dan melalui Asosiasi PHRI. Sehingga ia berharap akhirnya dengan gotong-royong semacam ini  sinergi antara Pemerintah, Asosiasi Pengusaha dan Industri  serta masyarakat menciptakan  Jogja lebih baik.  Sehingga Jogja aman dikunjungi  oleh para wisatawan dan kondisi masyarakat  semakin membaik kembali.

    Penyerahan APD kepala kepada Hotel Penyelenggara Isoman secara langsung diserahkan Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X satu per satu kepada pengelola hotel disaksikan Kepala Dinas Pariwisata serta tamu undangan. (krn)

    Humas Pemda DIY

    HUMAS DIY

  • ogyakarta (03/09/2021) jogjaprov.go.id –Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, menyerahkan bantuan berupa peralatan kesehatan kepada perwakilan 9 hotel DIY yang menyediakan fasilitas isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19, Jumat (03/09) pagi. Adapun penyerahan bantuan yang didukung dengan Dana Keistimewaan (Dais) DIY ini dilakukan secara simbolis di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta. Hadir mendampingi Sri Paduka, yakni Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo.

    Kesembilan hotel tersebut adalah Hotel Ibis, Grand Tjokro Yogyakarta, Sahid Raya, Sahid Rich Hotel, Indoluxe Yogyakarta, Savita Inn, UC UGM, Mutiara Yogyakarta, dan Tjokro Style Yogyakarta. “Untuk 9 hotel, saya atas nama Pemerintah Daerah DIY, mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya semoga amal baiknya dapat membawa kemaslahatan,” ungkap Sri Paduka.  

    Pada kesempatan tersebut, Sri Paduka turut menyampaikan agar seluruh stakeholderturut membantu percepatan penanganan Covid-19 di DIY, karena pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Salah satunya adalah keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi. Mengingat saat ini persentase vaksinasi DIY berada pada ranking 4 se-Indonesia setelah DKI Jakarta, Bali, dan Riau.

    Penggunaan Dais untuk mendukung pencegahan dan penanganan Covid-19 DIY ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor S-121/PK/2021 pada 10 Juli 2021. Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho menyampaikan setelah adanya PMK tersebut, Dais dapat direalokasi untuk penanganan Covid-19 di DIY, termasuk memberikan dukungan kepada sektor pariwisata.

    “Program Pemerintah DIY terkait penanganan Covid-19 dapat didukung dengan Dais. Diantaranya pada bidang pariwisata seperti percepatan vaksinasi, padat karya wisata melalui sambanggo, sarana prokes untuk pekerja wisata keluarganya, sosialiasi pranatan anyar, iklan layanan dan yang dipersiapkan hibah untuk Pokdarwis, serta memberikan bantuan peralatan untuk menunjang isoman di hotel-hotel ini,” terangnya, Jumat (03/09) siang. Lanjut Aris, jumlah total anggaran Dais yang dipergunakan untuk memberikan bantuan peralatan kesehatan di 9 hotel DIY mencapai Rp223 juta.  

    Sementara, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo mengapresiasi langkah 9 hotel DIY yang menyediakan fasilitas isoman pasien Covid-19. “Salah satu bentuk apresiasi kami wujudkan dalam dukungan, apa saja yang dibutuhkan dalam memberikan layanan. Keenambelas item peralatan kesehatan yang kami berikan ini juga sudah kami komunikasikan sebelumnya dengan rekan-rekan hotel agar bantuan tepat manfaatnya,” urainya.

    Singgih berharap, semoga masyarakat yang masih menjalani isoman di rumah, dapat tergerak untuk pindah ke fasilitas isoter. “Semoga ini menjadi pilihan masyarakat, masyarakat bisa menyaksikan bahwa tempat isoman harus memiliki standar, kesembilan hotel ini juga sudah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan dan asosiasi perhotelan,” jelas Singgih.

    Ia berharap, upaya gotong-royong dan sinergi pemerintah dengan pelaku industri seperti ini dapat menciptakan kondisi Jogja yang lebih baik. “Mewujudkan Jogja yang aman untuk dikunjungi wisatawan sehingga perekonomian turut membaik,” harapnya.

    Ketua Satgas Covid-19 PHRI DIY Heryadi Baiin yang juga hadir pada agenda tersebut, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. “Menjadikan hotel sebagai fasilitas isoman pasien Covid-19 juga membutuhkan biaya yang lumayan. Oleh karenanya, kami sangat berterima kasih. Apalagi tadi Wakil Gubernur (DIY) juga mengatakan, kami juga diberikan freefasilitas pengisian tabung oksigen,” terangnya yang juga merupakan GM Sahid Rich Hotel ini.

    Menurutnya, dukungan dari Pemda DIY ini akan membangkitkan spiritbagi karyawan hotel untuk terus melayani masyarakat. “Dalam kondisi seperti saat ini, sudah saatnya kita bersama-sama membangun Jogja agar kembali menjadi hijau.” [vin]

     

    HUMAS DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (05/09/2021) jogjaprov.go.id – Turunnya positivity rate Covid -19 di DIY yang diikuti turunnya angka kematian dan tingkat keterisian tempat tidur (bed)rumah sakit diharapkan mampu menurunkan level PPKM dari 4 menjadi 2. Meskipun memang keputusan tingkat level PPKM ini berada di tangan pusat, namun kondisi DIY sudah menunjukan progres yang baik.

    Sebanyak lebih dari 62% masyarakat DIY telah divaksin dan akan terus dikejar hingga minimal 80% sampai dengan pertengahan Oktober nanti dan maksimal 100%. Selain itu keterisian bed rumah sakit sudah berada diangka 29%. Demikian juga dengan rata-rata positif sudah turun di angka 5, dimana angka tersebut adalah angka yang ditetapkan WHO untuk bisa menurunkan level PPKM menjadi di bawah 4.

    Fakta inilah yang membuat Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan harapan terbaiknya agar DIY bisa segera turun level pada evaluasi PPKM Level 4 awal Sepetember ini. Harapan ini disampaikan Aji pada Minggu (05/09) secara daring saat mengikuti diskusi bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI.

    Bukan alasan Aji mengharapkan PPKM segera turun level. Perekonomian utama di DIY ditopang oleh dua hal yaitu pendidikan dan pariwisata. Dengan adanya pandemi ini, bahkan jauh sebelum PPKM level 4 di tetapkan, DIY telah mengalami kesulitan mengingat mahasiswa tidak aktif berkuliah secara tatap muka. Pun dengan pariwisata yang juga terpaksa harus collaps.

    “Sumber utama ekonomi di DIY adalah pariwisata dan pendidikan. Dua unsur ini adalah kerumunan yang menghidupkan DIY. Jika dua unsur ini tidak ada, bisa dipastikan ekonomi DIY terpuruk. Masyakat terpapar atau lapar, adalah dua hal yang memang sangat sulit kita hindari,” ujar Aji.

    Lebih lanjut Aji menjelaskan, meskipun sebelum ini kasus di DIY turun, namun pusat tidak bisa serta merta menurunkan status DIY menjadi level di bawah 4. Hal ini karena DIY adalah wilayah aglomerasi, dimana antara satu kabupaten/kota dengan yang lain saling berdekatan dan saling terkait. Selain itu, DIY memang tidak luas sehingga potensi untuk saling berhubungan bisa dikatakan sangat besar.

    “Posisi kita saling berdekatan. Meskipun tidak semua kabupaten/kota berada di zona merah, namun akan saling berhubungan. Maka itu pemerintah pusat memutuskan untuk kembali di level 4 karena kalau tidak nanti saling menulari. Nah semoga besok bisa turun,” papar Aji.

    Saat ini, DIY saat ini sedang sangat gencar mempercepat vaksinasi. Hal ini merupakan syarat bagi bisa kembali digelarnya pembelajaran tatap muka. Selain itu, juga menjadi alasan bisa kembali beroperasinya industri-industri serta UMKM daa tidak ketinggalan, pariwisata. Seperti diketahui, tingkat capaian vaksinasi juga menjadi syarat bagi suatu daerah bisa turun level. Karena melalui vaksinasi, kekebalan komunal atau herd immunity akan segera terbentuk.

    Aji menambahkan, menyelaraskan upaya ekonomi dan kesehatan membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Harus ada saling support dan kesadaran masing-masing karena saat ini kedua unsur ini sedang berjalan bertentangan. Pada kesehatan, orang dituntut dengan pembatasan-pembatasan dan diharuskan diam demi kesehatan. Sementara menurut Aji, pertumbuhan ekonomi sangat erat dengan berbagai kerumunan seperti pariwisata pendidikan, yang semuanya berbasis kerumunan.

    “Kita harus bisa membedakan dan membuka pelan-pelan. Harus hati-hati sehingga kesehatan kita dapatkan, tetapi ekonomi juga mulai bergerak. Jadi saya mohon dua-duanya berjalan tidak kemudian saling mendahului. Jadi ini saya kira perlu berjalan beriring, kalau bisa ya sehat dan ekonominya tetap maju. Ini yang kita harapkan,” tutur Aji. (uk)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (04/09/2021) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Serbuan Vaksinasi Massal Covid-19 pada Sabtu (04/09) di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan percepatan vaksinasi.

    “Target (vaksinasi) adalah aglomerasi Yogyakarta sehingga secara serentak dilaksanakan vaksinasi di wilayah Kulon Progo, Gunungkidul, Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu sendiri,” ungkap Hadi. Ia juga menyatakan bahwa vaksinasi ini dilaksanakan secara serentak agar bisa segera mencapai jumlah target yang diharapkan.

    Vaksinasi di JEC ini ditargetkan dapat mencapai hingga 4.200 orang per hari. Hadi berharap agar pada minggu pertama bulan September, target vaksinasi sebanyak 600.000 orang yang diberikan pada tahap kedua tersebut dapat tercapai. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyapa secara virtual vaksinasi di 4 wilayah yaitu Sleman: UGM, Gunungkidul: SMP 1 Wonosari, Kelurahan Bumirejo, dan Yka XT Square.

    Hadi turut mengapresiasi kerjasama antara TNI-Polri dan mahasiswa serta masyarakat sehingga kegiatan vaksinasi tersebut dapat berjalan dengan baik. “Semoga wilayah aglomerasi DIY semuanya bisa tervaksinasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua,” tutupnya. (sf)

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • foto

    Zonasi Resiko Kasus Covid-19 Kabupaten Bantul dengan perhitungan bobot indikator kesehatan masyarakat yang terdiri dari Epidemiologi, Surveilas Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan. Dari setiap indikator diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan. 

    Hasil perhitungan berdasarkan data dari tanggal 28 September sampai dengan 11 Oktober 2021, Kabupaten Bantul berada pada Zona Resiko Sedang (Zona Orange) dengan skor 2,2. Hasil kategorisasi Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 pada tingkat masing-masing kecamatan dapat dilihat dalam infografis.

    Hasil perhitungan ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi seluruh pihak dalam melaksanakan berbagai macam aktivitas atau kegiatan untuk jangka waktu 14 hari kedepan yaitu dari tanggal 12 Oktober sampai dengan 25 Oktober 2021.

    Sumber : dinkes.bantulkab

  • Yogyakarta (07/09/2021) jogjaprov.go.id - Pemerintah Daerah DIY telah merealokasi belanja sebesar Rp418,35 miliar untuk penanganan Covid-19.

    Hal ini disampaikan oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X dalam jawaban Gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap bahan acara nomor 26 tahun 2021 tentang Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD DIY TA 2021 yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, Selasa (07/09).

    Realokasi belanja ini meliputi penanganan kesehatan sebesar Rp207,45 miliar, penanganan dampak ekonomi sebesar Rp142,01 miliar dan penyediaan social safety netsebesar Rp68,89 miliar.

    Pada rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD DIY Nuryadi ini, Gubernur DIY juga menyampaikan bahwa untuk percepatan vaksinasi Pemda DIY telah memberikan alokasi anggaran berupa dukungan vaksinasi dengan mempertimbangkan kemampuan SDM dan sarana prasarana serta untuk pelaksanaan berkolaborasi dengan seluruhstakeholderseperti TNI/Polri dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

    “Pemda DIY juga telah menekan angka kemiskinan melalui program prioritas untuk pemulihan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

    Selain itu, Pemda DIY juga berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi melalui penyesuaian regulasi sebagai dasar hukum pemungutan, penggalian potensi pendapatan baru terutama di luar pajak dan retribusi daerah, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah, membentuk sistem digitalisasi transaksi pembayaran pendapatan asli daerah, meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah, serta meningkatkan monitoring dan evaluasi atas pengelolaan PAD.

    Penurunan pendapatan  transfer dari pusat, lanjutnya, disebabkan karena ada penyesuaian berdasarkan peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa dalam rangka mendukung penanganan Covid-19.

    Pada kesempatan tersebut, Gubernur DIY juga memberikan jawaban khusus atas pertanyaan dari fraksi-fraksi. Menjawab Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan, Gubernur DIY menyampaikan untuk memperbaiki kondisi ekonomi dilakukan intervensi dan melakukan refocusing APBD untuk bantuan sosial dan jaring pengaman sosial.

    Terkait skema pembelajaran tatap muka (PTM) seteleh PPKM level 4 diturunkan untuk SMA, SMK dan SLB, akan dibentuk satuan gugus tugas tingkat satuan pendidikan sebelum PTM dimulai meliputi satuan gugus tugas, APD, mapping risiko warga sekolah dan modifikasi jadwal dan waktu pembelajaran. Sementara, untuk tenaga pendidik yang sudah vaksin dapat melaksanakan PTM dengan para peserta didik. 

    Maka, akan dilakukan uji coba percontohan di beberapa sekolah yang telah siap memenuhi kriteria dan PTM diterapkan secara terbatas. Selanjutnya, setelah satu minggu akan dievaluasi dampak PTM. Jika dalam uji coba percontohan PTM tersebut terjadi kasus penyebaran Covid-19, maka PTM dihentikan sementara.

    “Instruksi untuk evaluasi dan persiapan PTM tahun ajaran baru 2021/2022,” imbuhnya.(in)

     

    Humas Pemda DIY

    (artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020