• Aplikasi PeduliLindungi dukung aktivitas masyarakat dalam masa adaptasi pengendalian pandemi COVID-19.

    Dengan mengunduh aplikasi PeduliLindungi, masyarakat dapat mengakses fitur seperti Paspor digital berisikan riwayat sertifikat vaksinasi dan hasil tes COVID-19, Periksa Sertifikat Vaksinasi COVID-19 (dengan 5 parameter: Nama, NIK, Tanggal Lahir, Tanggal vaksin, dan Jenis vaksin), Pemberitahuan Zona Risiko, dan Statistik kasus di wilayah setempat.

    Selain itu, aplikasi PeduliLindungi dilengkapi dengan fitur Check In ke ruang publik atau fasilitas umum melalui scan QR Code, riwayat lokasi perjalanan, e-HAC yang terintegrasi, dan berbagai informasi serta fitur penting lain.

    Unduh dan manfaatkan PeduliLindungi!

    Untuk informasi terkait COVID-19 kunjungi situs resmi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin

    ( artikel juga dimuat pada laman web dinkes.jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (21/09/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, beserta Wakil Gubernur DIY dan Sekretaris Daerah DIY menghadiri rapat koordinasi melalui video conference di Gedung Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Selasa (21/09). Bersama Menteri Ekonomi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika. Dalam rangka evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Pasar Rakyat dan Sektor Transportasi yang telah diberlakukan pada masyarakat melalui Pemerintah Daerah masing-masing.

    Luhut Binsar Panjaitan, selaku Menkomarves menyampaikan evaluasi terkait PPKM. Setelah pemberlakuan PPKM, perkembangan kasus konfirmasi harian di Jawa-Bali telah menurun sebesar 98% dari puncak kasus pada 15 Juli 2021. Perkembangan kasus aktif di Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 95% dari puncak kasus pada 23 Juli 2021.

    Situasi Covid-19 Indonesia terus menuju perbaikan akan tetapi harus tetap berhati-hati agar tidak terjadi peningkatan lagi. Ia juga mendorong agar percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin terus dilakukan, serta peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan aturan PPKM.

    Luhut menyebutkan pentingnya persiapan untuk menahan atau mencegah kemungkinan munculnya gelombang baru pandemi Covid-19. “Yang dapat kita lakukan adalah memperlambat waktu terjadinya dan peningkatan vaksin, sehingga nanti kasus yang akan terjadi tidak akan seperti yang lalu,” ungkapnya. Ia juga menyatakan bahwa kunci dalam menahan gelombang baru adalah dengan mengendalikan jumlah kasus pada masa strollingatau masa saat kasus sedang rendah. Jumlah kasus yang disarankan adalah 10 kasus per satu juta penduduk per hari. Dengan pengendalian jumlah kasus tersebut, diharapkan dapat menahan kemunculan gelombang baru.  

    Selanjutnya, Dante selaku Wakil Menteri Kesehatan meminta akses terhadap vaksinasi lansia perlu terus ditingkatkan. “Belum ada peningkatan yang berarti dari cakupan vaksinasi lansia, meskipun lansia merupakan kelompok rentan,” ujarnya.

    Terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi, Kemenkes telah menerbitkan sebanyak 11.105 QR code untuk fasilitas publik. Uji coba tindak lanjut bagi pengunjung dengan kategori hitam akan dimulai pada 23 September 2021 di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Bagi pengunjung yang memperoleh hasil scan QR code hitam atau terindikasi positif Covid-19 tidak diperbolehkan masuk ke fasilitas publik. Hasil scan tersebut akan segera dilaporkan pada petugas dan pengunjung diminta untuk segera melakukan isoman.

    Menteri Perdagangan Muhmmad Lutfi dan Budi Karya selaku Menteri Perhubungan memaparkan hal yang sama, bahwa telah dilakukan penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Pasar Rakyat dan Sektor Transportasi. Sebanyak 14 Pasar Rakyat di Jawa-Bali telah di uji coba dari tanggal 8 September 2021. Kemudian, pada tanggal 28 Agustus 2021 diterapkan di beberapa simpul transportasi, yaitu seluruh terminal tipe A, seluruh stasiun Kereta Api Indonesia, 4 pelabuhan penyeberangan, 25 pelabuhan laut, serta 47 bandara (15 bandara AP1, 18 bandara AP2, 1 bandara Bubu, dan 13 bandara UPBU). (fm/sf)

    Humas Pemda DIY

    ( artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Yogyakarta (22/09/2021) jogjaprov.go.id – Pasca dilakukan percepatan vaksinasi di DIY, persentase vaksinasi Covid -19 di DIY telah mencapai angka 75,54 % dan diperkirakan dapat menyentuh angka 80% pada Oktober mendatang. Secara teori, kekebalan komunal dengan capaian vaksinasi sebesar angka tersebut sudah hampir terbentuk dengan baik.

    Asisten Sekda DIY Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Sumadi, menyampaikan hal demikian pada press conference mengenai  Target, Kebijakan, serta Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi di DIY, Rabu (22/09) secara daring bersama para awak media. Sumadi mengungkap, percepatan vaksinasi ini cukup sukses dengan menggandeng dukungan dari berbagai pihak terutama TNI dan POLRI.

    Menurutnya, capaian vaksinasi DIY ini diapresiasi oleh Menko Marvest karena berhasil menduduki peringkat ke 4 capaian vaksinasi terbaik se- Indonesia, setelah DKI Jakarta, Riau dan Bali. Dengan capaian pada pertengahan September yang mampu berada di atas 75% ini, Sumadi optimis apabila Desember mendatang, bukan mustashil vaksinasi di DIY mampu menyentuh angka 100%.

    “Angka kita sekarang 75% lebih, Oktober nanti 80%. Nah ini berarti herd immunity sudah mulai terbentuk dengan baik. Kalau bisa segera menyentuh angka 80%, kita bisa kembali membuka sektor-sektor ekonomi. Tentu ini harus kita kerjasamakan dengan semua pihak,” tutur Sumadi.

    Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaning Astuti pada kesempatan tersebut turut memaparkan, saat ini bukan hanya vaksinasi yang menunjukan progres menggembirakan. Namun, angka kasus positif di DIY pun disinyalir semakin menurun, dengan diikuti dengan menurunnya keterisian bed rumah sakit, berkurangnya jumlah keterisian isoter, serta yang menggembirakan adalah turunnya angka kematian.

    “Saat ini positive rate kita ada di angka 1,27%. Sementara kita tahu bahwa  standar WHO 5%. Kasus aktif saat ini ada di angka 2.736 kasus. Kasus konfirmasi masih sama, mayoritas di usia produktif, dan kasus kematian juga mayoritas lansia berkomorbid,” jelas Pembajun.

    Meskipun saat ini bisa dikatakan kondisi di DIY sudah cenderung membaik, namun pemerintah pusat masih belum menurunkan level PPKM DIY dari level 3 menuju 2. Hal ini karena ada tambahan parameter untuk menurunkan level PPKM di masa pandemi ini. Jika sebelumnya parameternya adalah angka kematian, keterisian bed rumah sakit dan jumlah angka kasus, maka saat ini parameter diambah dengan cakupan vaksin yang harus 80 %. Selain itu, ada parameter tambahan lain yaitu dari seluruh jumlah lansia, lebih dari 60% harus sudah divaksinasi.

    “Apabila lansia 60% sudah divaksinasi, maka pusat akan mempertimbangkan untuk menurunkan level PPKM di DIY menjadi level 2. Saat ini, persentase vaksinasi pada lansia ada di angka 58,8%. Insyaallah kita kejar 60% akhir bulan ini,” kata Pembajun.

    Lebih lanjut, memang ada kendala khusus pada vaksinasi lansia selain komorbid, diantaranya adalah kurangnya edukasi yang berujung ketakutan, serta keengganan bagi mereka untuk keluar rumah menuju sentra vaksinasi. Pihaknya saat ini sedang memfokuskan vaksinasi lansia dengan berbagai metode, salah satunya dengan door to door. Sistem ini bekerja sama dengan Polda DIY dan Korem 072/Pmk, yang juga aktif menggelar vaksianasi dengan berbagai metode.

    Selain prioritas pada lansia, saat ini Pembajun menyebutkan akan juga memprioritaskan wanita untuk divaksinasi, mengingat jumlah wanita di DIY lebih banyak dari jumlah pria dan cakupan vaksinasinya masih belum seimbang. Angka vaksinasi pada wanita tidak bisa dianggap enteng, mengingat mobilitas wanita juga tidak kalah dari pria, dan membutuhkan perlindungan ekstra selain perlindungan yang didapat dari disiplin prokes.

    Meskipun capaian vaksinasi di DIY cenderung meningkat pesat, namun bukan berarti proses vaksinasi tersebut tanpa kendala. Beberapa kendala tetap dihadapi seperti distribusi vaksin dari pusat yang belum sebanding dengan total sasaran. Selain itu animo masyarakat cukup tinggi tetapi terkendala dalam mengkases lokasi vaksinasi atau juga berbenturan dengan waktu bekerja. Banyaknya KTP non DIY juga cukup menjadi kendala. Namun Pembajun memastikan, kendala-kendala tersebut saat ini sudah tertangani dengan baik. Sehingga dirinya bersama jajaran siap memberikan pelayanan optimal terkait vaksinasi kepada masyarakat.

    Selain di hadiri Asisten Sekda DIY bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum sekaligus Ketua Tim Percepatan Vaksinasi DIY dan juga Kadinkes DIY, sebagia narasumber, acara tersebut juga dihadiri Kadinkes Kabupaten/kota se-DIY, Kepala Bidang Kesehatan dan Kedokteran Polda DIY, Komandan Det. Kesehatan Wilayah Korem 072 Pamungkas, serta Kabiro UHP Setda DIY. (uk)

    Humas Pemda DIY

    ( artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Bantul (06/10/2021) jogjaprov.go.id – Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY kembali menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 massal. Vaksinasi yang digelar Rabu (06/10) pagi di Hutan Pinus Pengger, Dlingo, Bantul. Agenda dibuka Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji dengan didampingi Kepala DLHK DIY, Kuncoro Cahyo Aji.

    Pada sambutannya, Aji mengatakan bahwa kesuksesan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 DIY perlu didukung dengan partisipasi masyarakat. Aji berharap agar capaian persentase vaksinasi di DIY yang saat ini berada pada peringkat ke-4 di Indonesia, dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan untuk bisa lebih baik.

    Sebelumnya, Aji mengatakan bahwa capaian persentase vaksinasi dosis pertama DIY telah mencapai angka 80% per Selasa (05/10). “Dari sisi cakupan vaksinasi DIY juga tergolong tinggi, sudah lebih dari 83 persen untuk vaksinasi dosis pertama dan 50 persen untuk dosis kedua. Begitupun juga vaksinasi lanjut usia sudah di atas 60 persen,” ujarnya menuturkan, Selasa (05/10) siang.

    Meski demikian, pemerintah pusat belum menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DIY dari Level 3. DIY akan tetap menyandang status sama untuk level PPKM pada masa perpanjangan PPKM 5-18 Oktober mendatang.

    Aji mengaku melihat indikator penanganan Covid-19 di daerahnya dalam tren yang terus baik. Mulai dari jumlah kasus positif dan angka kematian harian yang terus mengalami penurunan, jumlah kesembuhan tinggi, sampai tingkat keterisian tempat tidur juga hanya sekitar 15%. Di sisi lain, pada hari yang sama, positivity rate DIY berada pada angka 0,64%. Jumlah kasus aktif terus menurun, saat ini tercatat pada angka 1.182 orang.

    Sementara itu, Kepala DLHK DIY mengatakan bahwa target partisipan pada kesempatan tersebut berjumlah sebanyak 530 orang. “Vaksinasi dapat diikuti oleh masyarakat umum, pelaksanaannya satu hari saja. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kesatuan Pengelola Hutan (KPH), Pemkab Bantul, Puskesmas Dlingo 2, dan para pengelola destinasi wisata setempat,” ujarnya.

    Ia berharap, nantinya kegiatan ini akan dapat dilaksankan secara berkesinambungan demi terwujudnya kekebalan komunitas sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masa yang akan datang. Adapun DLHK DIY sebelumnya juga telah menyelenggarakan beberapa kali vaksinasi Covid-19 massal yang dilakukan bersamaan dengan penanaman pohon di wilayah DIY, diantaranya Kawasan Tahura Bunder (Gunungkidul) dan Kawasan Desa Wisata Sriharjo (Bantul). [vin]

     

    HUMAS DIY

    ( artikel juga dimuat pada laman web jogjaprov.go.id/berita )

  • Kementerian Kesehatan menambahkan fitur baru di PeduliLindungi untuk memudahkan WNI maupun WNA pemegang kartu vaksinasi luar negeri mengakses aplikasi PeduliLindungi. Melalui fitur ini, nantinya mereka bisa mendapatkan kartu Vaksinasi Non Indonesia (VNI). Bagaimana caranya?

    Yuk simak alurnya berikut ini!

    Tahap pertama yang harus dilakukan WNI dan WNA yang memiliki kartu Vaksinasi Non Indonesia agar bisa mengakses PeduliLindungi adalah mendaftar dan mengisi data di laman https://vaksinln.dto.kemkes.go.id/sign/in, untuk selanjutnya di verifikasi.

    Berkas yang harus disiapkan bagi WNI berupa KTP dengan NIK, ID yang dipakai untuk verifikasi adalah NIK dan Kartu Vaksinasi. Sementara verifikasi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

    Adapun berkas yang harus disiapkan oleh WNA adalah izin diplomatik dari Kementerian Luar Negeri atau izin tinggal dari imigrasi dan Kartu Vaksinasi. ID yang dipakai untuk verifikasi adalah nomor paspor.

    Verifikasi bagi WNA dengan izin diplomatik dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri, sementara verifikasi bagi WNA dengan izin tinggal masih dalam proses finalisasi antara Kemenkes dengan Kemenlu.

    Usai diverifikasi, data yang telah diinput tersebut selanjutnya dikonfirmasi melalui alamat email yang telah didaftarkan di website. Proses konfirmasi ini kurang lebih membutukan waktu 3 hari kerja.

    Setelah mendapatkan notifikasi email, tahap selanjutnya mendaftar dan melengkapi data yang ada di aplikasi PeduliLindungi untuk mengaktifkan status vaksinasi dan mengklaim sertifikat vaksinasi. Setelah itu, aplikasi PeduliLindungi sudah bisa digunakan untuk melakukan scan barcode diberbagai tempat aktivitas masyarakat.

    Kartu sertifikat Vaksinasi Non Indonesia (VNI) ditujukan sebagai pengakuan telah melaksanakan vaksinasi COVID-19. Kartu ini hanya berlaku di Indonesia menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan bukan merupakan sertifikat vaksinasi COVID-19.

    Kemenkes terus melakukan perbaikan dan pengembangan aplikasi PeduliLindungi guna memudahkan serta mengakomodasi kebutuhan masyarakat luas.

    Apabila dalam proses pendaftaran Kartu Vaksinasi Non Indonesia mengalami kendala, masyarakat bisa menghubungi hotline di This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

    Sumber : Kemenkes_ri

  • Yogyakarta (25/10/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung penuh kegiatan konkrit Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam memperingati Sumpah Pemuda dalam bentuk percepatan vaksinasi. Kegiatan akan menargetkan sedikitnya 1000 orang sebagai sasaran vaksinasi.

    Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan hal tersebut usai menemui Sri Sultan pada Senin (25/10) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Menurutnya, Sri Sultan siap untuk mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut, selain dalam rangka mempercepat vaksinasi juga memperkuat ideologi pancasila bagi warga DIY.

    “Kami akan menyelenggarakan tindakan nyata Pancasila dalam tindakan yaitu vaksinasi, dan akan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kami memohon beliau Sri Sultan berkenan untuk hadir pada acara tersebut dan telah menyatakan berkenan,” ungkap Yudian.

    Yudian menambahkan, gelaran acara ini diprakarsai oleh BPIP dengan bekerjasama dengan UGM dan UIN. Acara akan berlangsung di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 28 Oktober 2021 mendatang.

    Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono yang mendampingi Gubernur DIY bersama Kepala Kesbangpol DIY, Dewo Isnubroto membenarkan pernyataan Yudian. Benny mengatakan, pada pertemuan tadi telah disepakati kehadiran langsung Sri Sultan guna memberikan dukungan moral bagi penerima vaksin.

    “Pertemuan itu intinya salah satunya adalah gerakan untuk mempercepat proses vaksinasi dari BPIP. Beliau (Gubernur DIY) sangat mendukung tapi agendanya barengan dengan tanggal 28. Tapi tetap akan tetap dilaksanakan nanti beliau seperti kegiatan awalnya, lalu beliau akan menyapa semua yang divaksinasi,” kata Benny.

    Benny menambahkan untuk targetan 1000 orang warga sekitar UIN yang akan divaksinasi akan berlangsung selama sehari penuh. Kegiatan ini diharapkan akan mampu selain meningkatkan ideologi Pancasila juga mampu memberikan manfaat bagi kesehatan dan kekebalan komunal bagi masyarakat. (uk)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • Yogyakarta (25/10/2021) jogjaprov.go.id– Sebanyak 90% peserta didik di DIY telah memperoleh vaksin dosis pertama dan sebanyak 54% telah memperoleh vaksin dosis kedua. Hal ini dilaporkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat mengikuti video conference arahan dari Presiden RI Joko Widodo pada Senin (25/10) dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Arahan secara virtual ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI, jajaran Menteri RI, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia, serta jajaran Forkopimda seluruh Indonesia.

    Untuk pemberlakuan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di DIY, selain peserta didik, guru juga telah divaksinasi. Sebanyak 95% guru di DIY telah memperoleh vaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua. Sri Sultan mengungkapkan bahwa terdapat kurang lebih 360 sekolah tingkat SMA yang sudah dibuka. Sementara itu, untuk tingkat SMP, sebanyak kurang lebih 500 sekolah telah dilaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas. Sedangkan untuk tingkat SD, hanya beberapa SD yang telah ditunjuk yang diperbolehkan untuk melakukan uji coba PTM secara terbatas.

    "Untuk target vaksinasi secara keseluruhan ada 2.879.699 jiwa. Total capaian vaksinasi secara keseluruhan di DIY telah mencapai 91,46% dosis pertama dan 68,63% dosis kedua,” jelas Sri Sultan. Vaksinasi tersebut hingga 24 Oktober 2021, untuk lansia sebanyak 70,96% telah memperoleh dosis pertama dan 52,43% memperoleh dosis kedua. Sedangkan bagi kelompok rentan, sebanyak 79,35% telah memperoleh dosis pertama dan 53,2% memperoleh dosis kedua.

    Sri Sultan juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di DIY menunjukkan hasil positif. “Sesuai dengan data BPS, untuk kuartal pertama Jogja tumbuh 5,8% dan triwulan kedua tahun 2021 ini tumbuh 11,81% di mana ini kekuatannya tumbuh positif ini pada jasa-jasa lain akomodasi makan dan minum, dan jasa dari perusahaan,” terang Ngarsa Dalem. Pertumbuhan positif ini didukung dengan adanya program Pemda DIY SiBakul Jogja yang melibatkan 53.350 UMKM di DIY dan bernilai Rp. 20,94 miliar.

    Jokowi mengapresiasi vaksinasi yang telah dilaksanakan di DIY serta pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan peningkatan. “Kita melihat bahwa di Jogja yang divaksinasi sudah berada di angka 91% dan memunculkan sebuah pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil yaitu 11,9% yang sangat bagus. Artinya apa, vaksinasi itu sangat berhubungan dengan kasus dan sangat berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Jokowi.

    Jokowi terus mengingatkan untuk selalu waspada dan berhati-hati di tengah tren kenaikan kasus Covid-19 dunia, seperti di Eropa dan Amerika Selatan. Belajar dari perkembangan kasus di luar negeri, relaksasi yang terlalu cepat dapat menimbulkan lonjakan kasus Covid-19. Jokowi menekankan untuk terus menaati protokol kesehatan, percepatan vaksinasi, dan berhati-hati dalam pelaksanaan PTM. Ia menyatakan, ”Saya berharap agar pembelajaran tatap muka terus didorong tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap anak-anak kita juga dipercepat, sehingga kita tidak mau ada generation loss. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan di tengah-tengah anak didik kita.”

    Menutup arahannya, Jokowi menyampaikan, “Sekali lagi kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kecepatan kita bertindak harus kita jaga agar penurunan Covid-19 di negara kita, Indonesia, terus bisa kita tekan untuk turun kasus hariannya dan kita harapkan tidak ada gelombang ke-3 di negara kita.” (sf)

    Sumber : Humas Pemda DIY

© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020