• Keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pedoman ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 29 tahun 2021 dan ditandatangani pada 7 Oktober 2021. Pedoman ini diterbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Saw, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi Covid-19. 

    Dikutip dari situs https://www.kemenag.go.id bahwa pedoman penyelenggaraan disusun dengan memperhatikan kondisi atau status daerah dalam konteks pandemi Covid-19. Untuk daerah level 2 dan level 1 misalnya, peringatan hari besar keagamaan bisa dilaksankaan tatap muka, tapi dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Untuk daerah level 4 dan level 3, peringatan hari besar keagamaan dianjurkan dilaksanakan secara virtual atau daring. Penyelenggara kegiatan dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi. Peserta yang hadir juga dianjurkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di rumah ibadat dan tempat lain yang digunakan untuk menggelar Peringatan Hari Besar Keagamaan. Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Peringatan Hari Besar Keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar.

    Berikut ini ketentuan dalam Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan saat 

    Pandemi:

    1. Peringatan Hari Besar Keagamaan pada daerah dengan kriteria Level 2 dan Level 1 penyebaran Covid-19 dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

    2. Peringatan Hari Besar Keagamaan pada daerah dengan kriteria Level 4 dan Level 3 penyebaran Covid-19 dianjurkan dilaksanakan secara virtual/daring.

     

    3. Dalam hal daerah dengan kriteria Level 4 dan Level 3 penyebaran Covid-19 tetap melaksanakan Peringatan Hari Besar Keagamaan secara tatap muka hendaknya:

    a. dilaksanakan di ruang terbuka;

    b. apabila dilaksanakan di tempat ibadat (masjid/mushalla, gereja, pura, vihara, kelenteng/litang, dan tempat lain yang difungsikan sebagai tempat ibadat) atau ruang tertutup lainnya, jumlah peserta yang hadir paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas ruangan atau 50 (lima puluh) orang;

    c. peserta yang hadir diutamakan berasal dari warga daerah sekitar; dan

    d. pelaksanaan kegiatan dan peserta sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf 

    c, tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

    4. Penyelenggara Peringatan Hari Besar Keagamaan wajib:

    a. menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan 5M;

    b. melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap jemaah menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun);

    c. menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir;

    d. menyediakan cadangan masker medis;

    e. melarang jemaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan;

    f. mengatur jarak antarjemaah paling dekat 1 (satu) meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi;

    g. kotak amal, infak, kantong kolekte, atau dana punia ditempatkan pada tempat tertentu dan tidak diedarkan;

    h. memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan dengan mengatur akses keluar dan masuk jemaah;

    i. melakukan disinfeksi di tempat pelaksanaan kegiatan;

    j. memastikan tempat ibadat atau tempat penyelenggaraan memiliki sirkulasi udara yang baik dan sinar matahari dapat masuk serta apabila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala;

    k. memastikan pelaksanaan khutbah, ceramah, atau tausiyah wajib memenuhi ketentuan:

    1) khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan memakai masker dan pelindung wajah (faceshield) dengan baik dan benar; dan

    2) khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

     

    5. Peserta Peringatan Hari Besar Keagamaan wajib:

    a. menggunakan masker dengan baik dan benar;

    b. menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer;

    c. menjaga jarak dengan jemaah lain paling dekat 1 (satu) meter;

    d. dalam kondisi sehat (suhu badan di bawah 37 derajat celcius);

    e. tidak sedang menjalani isolasi mandiri;

    f. membawa perlengkapan peribadatan/keagamaan masing-masing (sajadah, mukena, dan sebagainya);

    g. membawa kantong untuk menyimpan alas kaki;

    h. menghindari kontak fisik atau bersalaman;

    i. tidak baru kembali dari perjalanan luar daerah; dan

    j. yang berusia 60 (enam puluh) tahun ke atas dan ibu hamil/menyusui disarankan untuk beribadah di rumah.

    6. Penyelenggara dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi dan peserta dianjurkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di rumah ibadat dan di tempat lain yang digunakan untuk mengikuti Peringatan Hari Besar Keagamaan.

     

    7. Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Peringatan Hari Besar Keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar. 

    Sumber : ppid.gunungkidulkab.go.id

  • Gunungkidul - Satu buah kendaraan penunjang penanganan covid-19 milik Polres Gunungkidul siap di fungsikan. Kendaraan operasional tersebut berupa kendaraan layanan kesehatan khususnya untuk melayani PCR merupakan bantuan dari Kapolri.

    Kunjungan panglima TNI dan kapolri ke Kabupaten Gunungkid dalam rangka monitoring vaksin masal beberapa waktu lalu, disampaikan kepada Kapolri salah satu kendala yang di hadapi Gunungkidul adalah layanan PCR yang membutuhkan waktu yang lama karena kondisi geografis dan jauhnya sebaran penduduk Gunungkidul.

    Keberadaan kendaraan tersebut bantuan dari Kapolri secara langsung di lihat oleh Bupati H.Sunaryanta dan jajaran Forkopimda, Senin (11/10) di halaman Mapolres Gunungkidul. 



    Bupati H Sunaryanta dan Ketua DPRD yang melihat fasilitas kendaraan tersebut sangat berharap  mampu menjadi satu sarana dalam layanan PCR kepada masyarakat lebih efektif dan efisien. Secara teknis akan di lakukan koordinasi antara Pemda dan polres, tetapi dengan memiliki alat seperti ini setidaknya sudah memiliki antisipasi.

    "Kita tidak tahu perkembanga covid sampai saat ini, kita sudah memiliki RS covid, jangan sampai lengah seakan- akan merasa aman tetapi timbul varian baru, dengan memiliki alat seperti ini setidaknya kita sudah mengantisipasi" kata Bupayi H Sunaryanta.

    Hal senada di sampaikan. Kapolres gunungkidul, AKBP Aditya adanya unit tersebut tentu dapat memobilisasi layanan PCR kepada warga dimanapun dan kapanpun. Dengan adanya kendaraan layanan PCR hanya membutuhkan waktu 4 hingga 5 jam.

    Dengan layanan mobil PCR ini Kemampuan layanan mencapai 50 sampai 60 orang.

    Sementara untuk pelayanan akan segera dilaksanakan setelah adanya pelatihan yang diberikan kepada tenaga medis RSUD dan Dinas kesehatan oleh RS Bhayangkara Polda DIY, Terang Penda TK I Ngatimin Paurkes Polres GK.

    Hadir dalam acara tersebut Bupati H.Sunaryanta, Ketua DPRD Endah Subekti Kuntariningsih, SE,
    Komandan Kodim/0730GK Letkol. Kav. Anton Wahyudo, Kapolres Gunungkidul AKBP Aditya Galayuda Ferdiansyah, S.I.K.,M.T.
    Wakapolres Kompol. B. Widya Musyikaningrum, S.Sos, Kajari Gunungkidul yang di wakili Kasi Intel Indra Saragih,S.H, Ketua Pengadilan Negeri Wonosari Endi Nurindra Putra, S.H., M.H, Kepala Dinas Kesehatan GK dr Dewi Irawati,M.Kes,Direktur RSUD Wonosari,Direktur RSUD Saptosari,Kepala BKAD, dan pejabat Pemkab lainya.

    Sumber : gunungkidulkab.go.id

  • Lebih Dari 100 juta masyarakat Indonesia telah menerima vaksinasi dosis pertama COVID-19 pada tanggal 10 Oktober 2021.

    Sementara untuk dosis kedua sudah disuntikan ke lebih dari 57,5 juta masyarakat indonesia. Dengan demikian jumlah vaksinasi telah mencapai 157.707.427 dosis.

    Capaian ini menunjukkan bahwa vaksinasi dosis pertama telah menjangkau 48,11% masyarakat indonesia dan vaksinasi dosis kedua menjangkau 27,62% target vaksinasi 208.265.720 orang.

    Capaian vaksinasi tersebut dicapai berkat usaha optimal dan gotong royong dengan semua pihak terutama TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN dan pihak swasta yang turut membantu.

    Pemerintah juga terus mengupayakan ketersediaan vaksin baik lewat skema multilateral maupun bilateral demi mencukupi stok yang ada saat ini dan menjaga laju vaksinasi sesuai dengan stok vaksin yang ada.

    Kemenkes terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi denganmendekatkan layanan vaksinasi agar bisa dijangkau semua kalangan terutama untuk memudahkan kelompok lansia. Sentra-sentra vaksinasi dengan kapasitas 1000-2000 sasaran per hari juga terus diperbanyak di seluruh pelosok Tanah Air.

    Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan setiap sentra vaksinasi maupun fasyankes terdekat untuk segera mendapatkan vaksin, juga imbangi dengan menjalankan protokol kesehatan ketat guna membentuk perlindungan yang optimal dari infeksi COVID-19.

    Sumber : Kemenkes RI

  • Yogyakarta (12/10/2021) jogjaprov.go.id –Vaksinasi bagi pelaku wisata ekonomi kreatif kembali digelar pada Selasa (12/10) di Grand Puri Water Park, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari vaksin wisata series ke-39 yang bertujuan untuk akselerasi vaksinasi dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

    Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata DIY, melaporkan kegiatan vaksinasi tersebut pada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) RI Sandiaga Uno secara virtual, “Pada pagi hari ini saya menyampaikan laporan secara langsung kegiatan vaksinasi atau kita branding dengan vaksin wisata yang kali ini berada di Grand Puri Water Park. Ini mengambil dosis kedua dengan sasaran sekitar 1.000 pelaku pariwisata ekonomi kreatif, keluarga, dan masyarakat sekitarnya.”

    Kegiatan vaksinasi ini mentargetkan penerima vaksin hingga lebih dari 29.000 orang yang tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku wisata, tetapi juga keluarga dan masyarakat sekitar destinasi wisata. Singgih menyampaikan vaksinasi ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempercepat, memperluas, dan mengakselerasi pencapaian herd immunity. Dengan demikian, diharapkan proses pembukaan kembali tempat wisata dapat segera terlaksana.

    Singgih menyebutkan bahwa kegiatan vaksinasi kali ini memiliki daya tarik tersendiri di mana masyarakat dapat mengikuti kegiatan vaksinasi sekaligus berekreasi. Ia juga berharap agar kolaborasi dengan Kementerian Parekraf dapat diperluas untuk menjangkau desa-desa wisata di DIY yang sulit terjangkau karena adanya kendala di sisi jarak. “Mohon dukungannya untuk kolaborasi Kementerian Pariwisata untuk mewujudkan itu, dengan datang langsung ke desa-desa wisata untuk melakukan vaksinasi. Mungkin jumlahnya tidak besar tapi akan kemudian bisa melengkapi apa yang selama ini sudah kita lakukan,” jelasnya.

    Kepala Dinas Pariwisata DIY tersebut juga menyampaikan harapannya, ”Dengan semangat bersama menegakkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi ini merupakan gerakan untuk menuju pariwisata yang sehat. Pariwisata yang akan dikunjungi oleh banyak wisatawan domestik dan mancanegara di kemudian hari, yang tentu kita berharap di Jogja akan semakin lebih baik.”

    Selanjutnya, Menteri Parekraf RI Sandiaga Uno memberikan dukungan serta menyebutkan bahwa kegiatan vaksinasi di Indonesia semakin meningkat dan antusias masyarakat semakin tinggi. Ia mengatakan bahwa dari capaian masyarakat yang telah divaksin, Indonesia telah meraih urutan ke-5 sedunia.

    “Tanggal 11 Oktober kemarin, lebih dari 100 juta peserta yang sudah divaksin di Indonesia, dan negara kita menjadi nomor ke-5 di dunia dengan jumlah masyarakat yang sudah hampir memenuhi target vaksinasinya,” ujarnya.

    Terkait hal tersebut, Sandi mengungkapkan bahwa Kementerian Parekraf memiliki target 600 ribu peserta untuk kegiatan vaksinasi. Target tersebut sudah tercapai 500 ribu peserta yang tersebar di 67 lokasi di berbagai daerah. Ia berpesan untuk tetap menyiapkan platform PeduliLindungi pada setiap obyek wisata yang telah dan akan dibuka.

    Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Yuli Herwanta meminta agar beberapa obyek wisata di Bantul dan daerah-daerah lain di wilayah DIY segera dibuka. Sandi berupaya akan segera mengatur uji coba untuk pembukaan beberapa obyek wisata di DIY dengan protokol kesehatan yang ketat.

    “Yogyakarta harus bersiap-siap karena sebentar lagi, mudah-mudahan dengan semakin terkendalinya pandemi ini, pariwisata dapat dibuka secara bertahap dan bandara YIA juga dapat dibuka untuk mancanegara. Kita akan segera mengatur uji coba untuk pembukaan beberapa pariwisata di Jogja, salah satunya Grand Puri Water Park ini. Tetap hati-hati dan wajib menjaga prokes,” tutupnya. (sf/fm)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • Kementerian Kesehatan menambahkan fitur baru di PeduliLindungi untuk memudahkan WNI maupun WNA pemegang kartu vaksinasi luar negeri mengakses aplikasi PeduliLindungi. Melalui fitur ini, nantinya mereka bisa mendapatkan kartu Vaksinasi Non Indonesia (VNI). Bagaimana caranya?

    Yuk simak alurnya berikut ini!

    Tahap pertama yang harus dilakukan WNI dan WNA yang memiliki kartu Vaksinasi Non Indonesia agar bisa mengakses PeduliLindungi adalah mendaftar dan mengisi data di laman https://vaksinln.dto.kemkes.go.id/sign/in, untuk selanjutnya di verifikasi.

    Berkas yang harus disiapkan bagi WNI berupa KTP dengan NIK, ID yang dipakai untuk verifikasi adalah NIK dan Kartu Vaksinasi. Sementara verifikasi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

    Adapun berkas yang harus disiapkan oleh WNA adalah izin diplomatik dari Kementerian Luar Negeri atau izin tinggal dari imigrasi dan Kartu Vaksinasi. ID yang dipakai untuk verifikasi adalah nomor paspor.

    Verifikasi bagi WNA dengan izin diplomatik dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri, sementara verifikasi bagi WNA dengan izin tinggal masih dalam proses finalisasi antara Kemenkes dengan Kemenlu.

    Usai diverifikasi, data yang telah diinput tersebut selanjutnya dikonfirmasi melalui alamat email yang telah didaftarkan di website. Proses konfirmasi ini kurang lebih membutukan waktu 3 hari kerja.

    Setelah mendapatkan notifikasi email, tahap selanjutnya mendaftar dan melengkapi data yang ada di aplikasi PeduliLindungi untuk mengaktifkan status vaksinasi dan mengklaim sertifikat vaksinasi. Setelah itu, aplikasi PeduliLindungi sudah bisa digunakan untuk melakukan scan barcode diberbagai tempat aktivitas masyarakat.

    Kartu sertifikat Vaksinasi Non Indonesia (VNI) ditujukan sebagai pengakuan telah melaksanakan vaksinasi COVID-19. Kartu ini hanya berlaku di Indonesia menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan bukan merupakan sertifikat vaksinasi COVID-19.

    Kemenkes terus melakukan perbaikan dan pengembangan aplikasi PeduliLindungi guna memudahkan serta mengakomodasi kebutuhan masyarakat luas.

    Apabila dalam proses pendaftaran Kartu Vaksinasi Non Indonesia mengalami kendala, masyarakat bisa menghubungi hotline di This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

    Sumber : Kemenkes_ri

  • Yogyakarta (24/10/2021) jogjaprov.go.id - Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menegaskan, hingga akhir Oktober 2021 nanti, DIY akan terus mengejar target vaksinasi, utamanya untuk vaksin dosis kedua dan para lansia. Hal ini mengingat stok vaksin yang harus dihabiskan masih cukup banyak.

    "Kami sudah melakukan koordinasi secara internal untuk lebih meningkatkan upaya vaksinasi sampai akhir Oktober ini," kata Sri Paduka dalam laporannya kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Menkomarves RI memimpin Rapat Evaluasi PPKM Jawa-Bali melalui video conference (vidcon) pada Minggu (24/10) malam. Pada vidcon kali ini hadir pula Menteri Pedagangan RI, Muhammad Lutfi; Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno; Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi; serta seluruh kepala daerah tingkat provinsi se-Jawa dan Bali atau yang mewakili.

    Dalam laporannya, Sri Paduka mengakui, stok vaksin Astrazeneca di DIY yang cukup banyak, sehingga perlu segera didistribusikan. Terkait penggunaan Peduli Lindungi, Pemda DIY juga akan terus melakukan pengawasan, utamanya untuk tempat-tempat wisata yang sebagian sudah mengantongi izin kembali dibuka.

    Ditemui usai vidcon, Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, semua pihak harus tetap waspada agar prediksi akan terjadinya gelombang kasus CoViD-19 berikutnya di akhir tahun bisa terhindarkan. Untuk itu, Pemda DIY mengajak seluruh komunitas, baik satgas di DIY, kab/kota, maupun satgas di perkantoran, tempat wisata dan juga tempat perdagangan, tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan.

    "Tentu harapannya masing-masing pihak bisa ikut menyesuaikan dalam upaya menjaga kepatuhan pada protokol kesehatan. Kami berharap semua pihak tidak lengah, jangan memberi kesempatan munculnya kasus baru," ungkapnya.

    Sementara itu, Menkomarves RI, Luhut Binsar Pandjaitan dalam vidcon mengatakan, situasi CoViD-19 di Indonesia sampai saat ini masih terkendali. Namun, seirinh dengan penurunan level di banyak kabupaten/kota, peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat harus tetap dijaga. Luhut menegaskan, salah satu caranya yakni dengan memperluas dan memperketat penggunaan Peduli Lindungi.

    "Perlu adanya pengawasan dan enforcement yang lebih kuat terhadap Peduli Lindungi di berbagai sektor, terutama seiring makin berkurangnya disiplin masyarakat. Peningkatan mobilitas akan semakin meningkat hingga puncaknya nanti di masa libur Nataru. Jadi saya minta Panglima TNI, Kapolri, Menhub dan para Gubernur mempersiapkan skenario pengaturan mobilitas dari sekarang," ungkapnya. (Rt)

    Sumber berita : HUMAS DIY

  • Yogyakarta (25/10/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung penuh kegiatan konkrit Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam memperingati Sumpah Pemuda dalam bentuk percepatan vaksinasi. Kegiatan akan menargetkan sedikitnya 1000 orang sebagai sasaran vaksinasi.

    Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan hal tersebut usai menemui Sri Sultan pada Senin (25/10) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Menurutnya, Sri Sultan siap untuk mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut, selain dalam rangka mempercepat vaksinasi juga memperkuat ideologi pancasila bagi warga DIY.

    “Kami akan menyelenggarakan tindakan nyata Pancasila dalam tindakan yaitu vaksinasi, dan akan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kami memohon beliau Sri Sultan berkenan untuk hadir pada acara tersebut dan telah menyatakan berkenan,” ungkap Yudian.

    Yudian menambahkan, gelaran acara ini diprakarsai oleh BPIP dengan bekerjasama dengan UGM dan UIN. Acara akan berlangsung di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 28 Oktober 2021 mendatang.

    Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono yang mendampingi Gubernur DIY bersama Kepala Kesbangpol DIY, Dewo Isnubroto membenarkan pernyataan Yudian. Benny mengatakan, pada pertemuan tadi telah disepakati kehadiran langsung Sri Sultan guna memberikan dukungan moral bagi penerima vaksin.

    “Pertemuan itu intinya salah satunya adalah gerakan untuk mempercepat proses vaksinasi dari BPIP. Beliau (Gubernur DIY) sangat mendukung tapi agendanya barengan dengan tanggal 28. Tapi tetap akan tetap dilaksanakan nanti beliau seperti kegiatan awalnya, lalu beliau akan menyapa semua yang divaksinasi,” kata Benny.

    Benny menambahkan untuk targetan 1000 orang warga sekitar UIN yang akan divaksinasi akan berlangsung selama sehari penuh. Kegiatan ini diharapkan akan mampu selain meningkatkan ideologi Pancasila juga mampu memberikan manfaat bagi kesehatan dan kekebalan komunal bagi masyarakat. (uk)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • Yogyakarta (25/10/2021) jogjaprov.go.id– Sebanyak 90% peserta didik di DIY telah memperoleh vaksin dosis pertama dan sebanyak 54% telah memperoleh vaksin dosis kedua. Hal ini dilaporkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat mengikuti video conference arahan dari Presiden RI Joko Widodo pada Senin (25/10) dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Arahan secara virtual ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI, jajaran Menteri RI, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia, serta jajaran Forkopimda seluruh Indonesia.

    Untuk pemberlakuan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di DIY, selain peserta didik, guru juga telah divaksinasi. Sebanyak 95% guru di DIY telah memperoleh vaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua. Sri Sultan mengungkapkan bahwa terdapat kurang lebih 360 sekolah tingkat SMA yang sudah dibuka. Sementara itu, untuk tingkat SMP, sebanyak kurang lebih 500 sekolah telah dilaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas. Sedangkan untuk tingkat SD, hanya beberapa SD yang telah ditunjuk yang diperbolehkan untuk melakukan uji coba PTM secara terbatas.

    "Untuk target vaksinasi secara keseluruhan ada 2.879.699 jiwa. Total capaian vaksinasi secara keseluruhan di DIY telah mencapai 91,46% dosis pertama dan 68,63% dosis kedua,” jelas Sri Sultan. Vaksinasi tersebut hingga 24 Oktober 2021, untuk lansia sebanyak 70,96% telah memperoleh dosis pertama dan 52,43% memperoleh dosis kedua. Sedangkan bagi kelompok rentan, sebanyak 79,35% telah memperoleh dosis pertama dan 53,2% memperoleh dosis kedua.

    Sri Sultan juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di DIY menunjukkan hasil positif. “Sesuai dengan data BPS, untuk kuartal pertama Jogja tumbuh 5,8% dan triwulan kedua tahun 2021 ini tumbuh 11,81% di mana ini kekuatannya tumbuh positif ini pada jasa-jasa lain akomodasi makan dan minum, dan jasa dari perusahaan,” terang Ngarsa Dalem. Pertumbuhan positif ini didukung dengan adanya program Pemda DIY SiBakul Jogja yang melibatkan 53.350 UMKM di DIY dan bernilai Rp. 20,94 miliar.

    Jokowi mengapresiasi vaksinasi yang telah dilaksanakan di DIY serta pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan peningkatan. “Kita melihat bahwa di Jogja yang divaksinasi sudah berada di angka 91% dan memunculkan sebuah pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil yaitu 11,9% yang sangat bagus. Artinya apa, vaksinasi itu sangat berhubungan dengan kasus dan sangat berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Jokowi.

    Jokowi terus mengingatkan untuk selalu waspada dan berhati-hati di tengah tren kenaikan kasus Covid-19 dunia, seperti di Eropa dan Amerika Selatan. Belajar dari perkembangan kasus di luar negeri, relaksasi yang terlalu cepat dapat menimbulkan lonjakan kasus Covid-19. Jokowi menekankan untuk terus menaati protokol kesehatan, percepatan vaksinasi, dan berhati-hati dalam pelaksanaan PTM. Ia menyatakan, ”Saya berharap agar pembelajaran tatap muka terus didorong tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap anak-anak kita juga dipercepat, sehingga kita tidak mau ada generation loss. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan di tengah-tengah anak didik kita.”

    Menutup arahannya, Jokowi menyampaikan, “Sekali lagi kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kecepatan kita bertindak harus kita jaga agar penurunan Covid-19 di negara kita, Indonesia, terus bisa kita tekan untuk turun kasus hariannya dan kita harapkan tidak ada gelombang ke-3 di negara kita.” (sf)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • YOGYAKARTA (02/11/2021) jogjaprov.go.id – Koperasi Pasar Buah Gemah Ripah, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman menyelenggarakan vaksinasi tahap II pada Selasa (02/11) dan ditinjau Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X, didampingi Penewu Gamping Drs. Sardjono, MSi., Ketua Koperasi Gemah Ripah Bambang Raharjo.SH., serta jajaran Muspika Kapanewon Gamping.

    Pelaksanaan vaksinasi tahap II dengan vaksin Sinovac ini disambut antusiasme anggota Koperasi Gemah Ripah yang telah mengikuti vaksinasi tahap I sebanyak 487 orang dan 10 warga sekitar Pasar Buah Gemah Ripah Gamping yang belum pernah vaksin.

    Menurut Sujud, salah satu pengurus Koperasi Pasar Buah Gemah Ripah Gamping, kepada reporter www.jogjaprov.go.id menuturkan bahwa vaksinasi ini di samping melibatkan petugas dari Puskesmas Gamping juga dibantu dari Poltekes Karya Husada berjumlah 20 orang, TRC Kapanewon Gamping berjumlah 26 orang dan Baguna Gamping 27 orang.

    Dalam kunjungan yang diwarnai suasana hujan tersebut, selain memberikan motivasi dan semangat pada peserta dan petugas vaksin dengan penuh keramahan,  Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X juga mengimbau kepada para peserta vaksin untuk mengajak sanak saudara dan tetangganya yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksin. Dengan melakukan vaksin selain menyehatkan diri sendiri, juga akan menyehatkan keluarga, sanak famili serta menyehatkan tetangga kanan kirinya.

    Usai keliling memantau pelaksanaan vaksinasi dan dialog dengan anggota Koperasi Buah Gemah Ripah Gamping, Sri Paduka juga berdialog dengan jajaran pengurus Koperasi Buah Gemah Ripah Gamping dan diakhiri dengan foto bersama. (krn)

    Sumber : HUMAS DIY

  • Yogyakarta (08/11/2021) jogjaprov.go.id – Pemda DIY kembali menggelontorkan dana hibah dan bansos bagi penanganan Covid -19. Bantuan diberikan kepada perorangan maupun kelompok yang terdampak Covid – 19 oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Senin (08/11) di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

    Pendanaan yang bersumber dari Dana Keistimewaan atau Danais ini didistribusikan oleh 4 OPD di DIY yaitu Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata dan Satpol PP DIY. Total belasan miliar rupiah yang bersumber dari Danais tersebut disalurkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi  yang sempat menurun di kuartal 3. Seperti diketahui, kuartal pertama dan kedua pertumbuhan ekonomi DIY sempat melonjak, dan kembali menurun lagi pada kuartal ke 3.

    Sri Sultan mengungkapkan, kenaikan angka pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama dan kedua disokong oleh adanya APBD dan investasi. Namun saat menginjak kuartal ke 3, proyek investasi telah selesai dan APBD pun telah dibelanjakan, sehingga perlu ada campur tangan pendongkrak perekonomian dari pemerintah. Untuk itulah, bansos dan hibah diberikan guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Apalagi mengingat saat ini DIY sudah mulai ramai didatangi orang luar, sehingga harus memanfaatkan peluang.

    “Saya berharap bantuan sosial yang kami berikan tidak hanya bermanfaat bagi warga masyarakat juga tapi kalau itu dibelanjakan akan memperbanyak perputaran ekonomi di daerah untuk mendukung pertumbuhan daerah,” ujar Sri Sultan.

    Sri Sultan menjelaskan, saat ini kondisi DIY yang sudah mulai beranjak ramai harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarkat. Mereka pengunjung harus dibuat tertarik untuk membelanjakan uangnya di DIY sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi. Namun, mengingat DIY yang sudah turun level PPKM, tentu memiliki kelonggaran-kelonggaran aturan. Untuk itu masyrakat tidak boleh lengah dan tetap disiplin menjalankan prokes 5M. Tidak ada yang boleh abai, karena dengan keabaian masyarakat, bukan tidak mungkin DIY bisa kembali dilanda gelombang Covid -19 seperti yang pernah terjadi.

    “Mohon bantuan bapak-bapak ibu khususnya kepada perwakilan masyarakat penerima hibah dan bantuan untuk bagaimana memberikan pemahaman kepada warga dan mengingatkan kepada warga bahwa 5M ini harus tetap dilaksanakan masyarakat. Saat ini tidak hanya weekend tapi hari biasa pun sepertinya jalanan sudah penuh, seperti  tidak ada pandemi lagi, sudah endemi gitu. Tapi saya mohon kita hati-hati di dalam kondisi seperti ini kewaspadaan itu tetap penting bagi kita,” papar Sri Sultan.

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Tri Saktiyana menjelaskan, Danais yang disalurkan oleh Dinas Pariwisata DIY adalah berupa hibah kepada 169 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan jumlah total  anggaran Rp.4,85 miliar. Sedangkan dari Dinkop UMKM disalurkan melalui sentra dan asosiasi sebanyak 333 kelompok. Juga untuk 5725 UMKM yang masing-masing mendapatkan Rp.1,2 juta dengan total anggaran Rp.6.87 miliar.

    Sementara itu, Dinas Sosial juga turut andil dengan memberikan bantuan berupa santunan yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Terdapat sejumlah 1784 anak yang masing-masing menerima Rp. 1,5 juta dengan jumlah total Rp. 2,6 miliar. Selain itu Dinsos juga memberikan bantuan bantuan usaha ekonomi produktif kepada 10 kelompok yang masing-masing mendapatkan Rp. 32 juta. Satpol PP DIY juga turut memberikan hibah untuk penanganan Covid-19 bagi jaga warga di 44 Kelurahan dengan total anggaran Rp. 1,98 miliar.

    “Satpol PP juga memberikan hibah sarana kesehatan untuk penertiban Prokes bagi 45 Kelurahan di DIY senilai total 167 juta dan diberikan juga bantuan sosial bahan makanan pokok bagi masyarakat di kelurahan DIY dengan total nilai 590 juta. Kita juga berikan bantuan sarana prasarana Satlinmas Istimewa senilai 691 juta, dan diberikan juga fasilitas penanganan Covid -19 bagi satlinmas senilai 49 juta,” jelas Tri Saktiyana.

    Acara tersebut selain dihadiri Gubernur DIY dan Wagub DIY juga dihadiri oleh Bupati Bantul, Bupati Gunungkidul, Bupati Kulon Progo, Wabub Sleman, dan Sekda Kota Yogyakarta. Selain itu hadir pula Kepala Dinas UMKM DIY, Kadispar DIY, Kasat POL PP DIY, Kadinsos DIY, DPRD DIY, beserta tamu undangan lainnya. (uk)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • Yogyakarta (10/11/2021) jogjaprov.go.id -  Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta seluruh Kepala Daerah di Indonesia untuk tetap mewaspadai perkembangan kasus Covid-19 di wilayah masing-masing menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Covid-19 yang diikuti seluruh Kepala Daerah se-Jawa/Bali, Rabu (10/11) sore. 

    Adapun Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengikuti arahan tersebut secara daring di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta bersama Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, didampingi Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, dan beberapa Kepala OPD DIY terkait.

    Menteri Luhut mengatakan bahwa selama dua pekan terakhir, perkembangan kasus Covid-19 di Indoensia masih baik. Meskidemikian, Menteri Luhut menekankan bahwa kasus konfirmasi dunia terutama di Eropa mengalami peningkatan. “Eropa kembali menjadi epicentrum karena mungkin sudah masuk musim dingin. Ini mengindikasikan bahwa kasus Covid-19 itu masih jauh dari kata selesai,” ujarnya.

    Selain itu, Menteri Luhut menegaskan pemerintah daerah untuk tetap berhati-hati akan mobilitas yang tinggi. “Apalagi jika vaksinasi belum mencapai target, peluang untuk terjadinya peningkatan kasus itu tinggi. Ini yang perlu kita waspadai,” tambahnya.

    Menurut Menteri Luhut, penanganan kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai pada pembahasan science and art. “Ilmunya sudah tahu, datanya sudah ada. Untuk art-nya adalah bagaimana kita mampu membaca data dan dikondisikan dengan situasi di lapangan sehingga tepat penanganannya,” jelasnya.

    Hal lain yang perlu diwaspadai adalah masih terdapat Kabupaten/Kota di Jawa/Bali yang vaksinasinya belum mencapai target namun mobilitasnya sudah di atas baseline. Ini saya pikir yang perlu dipahami masyarakat, kita harus terus berhati-hati menghadapi ini.

    Dengan adanya peningkatan kasus sebanyak 30% yang terjadi di beberapa kabupaten kota di Jawa Bali dibandingkan dengan minggu lalu. Walau peningkatan itu tidak signifikan, namun tetap perlu diwaspadai. Terdapat beberapa arahan yang disampaikan Menkomarves terkait perkembangan kasus di atas yakni:

    1. Tetap mewaspadai meski situasi kasus Covid-19 di tanah air cenderung baik, mengingat Eropa telah kembali menjadi epicentrum kasus Covid-19
    2. Adanya mobilitas yang telah di atas baseline dengan tingkat vaksinasi yang rendah. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan percepatan vaksinasi dan penerapan prokes di area publik dengan aplikasi PeduliLindungi
    3. Bagi kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus selama dua pekan terakhir, segera lakukan identifikasi kasus. Testing dan tracing tetap dilakukan dan bagi yang teridentifikasi positif segera diarahkan ke isolasi terpusat
    4. Mendekati Nataru, perlu dilakukan pendekatan kehati-hatian. Langkah mengerem mobilitas dan pelaku perjalanan adalah yang sehat harus dilakukan sejak saat ini

    Sementara, pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan walau semua masih di dalam batas aman, Kementerian Kesehatan terus memantau pergerakan kasus Covid-16 di Indonesia. ”Selama dua minggu terakhir, ada 16 kota/kabupaten di Jawa/Bali ada yang telah mengalami kenaikan selama dua minggu terakhir namun masih tetap aman. Kita telah melakukan analisa, salah satunya adalah mulai aktifnya surveillance di sekolah,” tukasnya.

    Katanya, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan dashboarduntuk memantau kegiatan PTM yang meliputi capaian vaksinasi, jalannya PTM, perkembangan kasus di dunia pendidikan, dimana dashboard ini dapat dipantau oleh seluruh Kepala Daerah di Indonesia sampai level yang paling bawah.

    Menteri Budi juga menyampaikan apresiasi karena saat ini tingkat keterisian bed perawatan di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 nasional telah menurun. “Capaian ini bagus sekali ya, kita total ada 120ribu bed perawatan, saat ini yang terpakai sekitar 3ribu-an bed saja,” jelasnya. Namun demikian, meski kondisi penambahan kasus Covid-19 di Indonesia cukup terkendali, Kementerian Kesehatan, lanjutnya, tetap memantau perkembangan baru varian Covid-19. Harapannya, dapat segera dilakukan antisipasi agar ketiga varian baru tersebut yakni Lambda, Mu, dan C.1.2 tidak masuk ke Indonesia. [vin]

    Sumber : HUMAS DIY

  • Yogyakarta (12/22/2021) jogjaprov.go.id – Saat ini meskipun kasus Covid -19 di Indonesia termasuk DIY relatif melandai, namun ancaman mutasi virus masih bisa terjadi dan mengakibatkan gelombang ke-3 lonjakan kasus. Apalagi mengingat saat ini sudah mendekati momentum libur akhir tahun, di mana setiap terjadi lonjakan kasus pasti didahului dengan libur panjang.

    Peringatan demikian disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada apel Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 secara daring, Jumat (12/11). Peringatan HKN ke-57 ini, DIY menggelar apel secara daring yang diikuti oleh berbagai instansi kesehatan, hingga penyelenggara kesehatan di level terbawah seperti posyandu.

    Sri Sultan mengungkapkan, untuk mencegah gelombang ke-3 Covid -19, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan disiplin. Selain itu prosedur 3T yaitu testing, tracing, dan treatment harus dilaksanakan dengan lebih serius.

    “Saya menghimbau Kepada seluruh masyarakat Jogja untuk pertama tetap patuh dan menerapkan protokol kesehatan dan dimanapun dan kapanpun berada,” ungkap Sri Sultan.

    Saat ini menurut Sri Sultan, pembangunan sistem kesehatan di Indonesia telah mencapai banyak capaian. Berbagai tantangan ke depan jelas akan semakin berat dan membutuhkan kolaborasi profesional dalam bingkai moralitas sebagai fondasi. Maka, momentum HKN ke-57 ini harus menjadi salah satu batu loncatan untuk berpacu melawan pandemi Covid -19.

    “Kerja bersama dan keikhlasan lah yang harus kita kedepankan terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 seperti yang kita alami saat ini. Kita harus bersyukur karena Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menurunkan kasus Covid-19 di saat negara lain masih berpacu melawan pandemi. Meskipun begitu kita tidak boleh berpuas diri dan harus tetap waspada mengantisipasi segala kemungkinan mengingat ancaman mutasi virus masih saja terjadi,” papar Sri Sultan.

    Lebih lanjut, Sri Sultan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran kesehatan mitra kerja lintas sektor serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bahu-membahu berjuang tanpa mengenal lelah di semua lini kesehatan. Bentuk perjuangan ini diharapkan mampu mewujudkan Indonesia semakin sehat dan tumbuh menjadi bangsa besar yang kuat.

    “Semoga Hari Peringatan Kesehatan Nasional ke-57 ini menjadi titik awal pulihnya berbagai sektor di masyarakat sehingga Indonesia bisa kembali tumbuh bisa kembali sehat. Mari kita berjuang bersama mewujudkan DIY menjadi zona hijau terbebas dari ancaman Covid-19,” tutup Sri Sultan.

    Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaning Astuti saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dari lonjakan kasus pada bulan Juli 2021 yang mencapai 56.000 kasus per hari, saat ini penambahan kasus di Indonesia berada pada kisaran angka 500 per hari. Penggunaan bed rumah sakitpun berada di angka 3% saja. Tentu hal ini patut disyukuri meskipun tidak boleh menurunkan tingkat kewaspadaan.

    “Tetap disiplin memakai masker, segera divaksin jika sudah memenuhi syarat, gunakan  aplikasi Peduli lindungi ketika berada di ruang publik dan tetap jalankan Testing serta Tracing dari orang yang bergejala,” ujar Pembajun mewanti-wanti.

    Menurut Pembajun, baik pejabat dan pegawai di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota, tenaga kesehatan, petugas dan administrator baik di rumah sakit, Puskesmas, klinik dan praktek pribadi bahkan setiap kita di rumah masing-masing harus memilih jalan perubahan. Pola pikir dan pola hidup harus berubah menyesuaikan dengan era normal baru.

    “Jalan perubahan adalah mandat dari Presiden dan Kementerian Kesehatan, untuk terus berproses untuk melaksanakan transformasi sistem kesehatan Indonesia. Hal ini yang akan memulihkan kondisi Indonesia pasca pandemi,” ungkapnya.

    Reformasi fundamental pada sistem kesehatan Indonesia meliputi 6 pilar transformasi yaitu transformasi layanan primer dengan memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, promosi kesehatan, membangun infrastruktur melengkapi sarana prasarana dan SDM serta memperkuat manajemen di layanan primer. Kedua adalah transformasi layanan rujukan dengan meningkatkan akses serta mutu rumah sakit di Indonesia melalui program sister hospital dengan Rumah Sakit internasional. Serta pengembangan Center of Excellence, penampungan Rumah Sakit pendidikan dan penelitian.

    Reformasi ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan dengan mendorong kemandirian farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Juga meningkatkan jejaring surveilans dan persiapan tenaga kesehatan cadangan dalam merespon ancaman krisis kesehatan. Yang ke-4, transformasi ekonomi kesehatan dengan menata ulang pembiayaan dan manfaat JKN serta meningkatkan porsi pembiayaan pelayanan promotif dan preventif melalui penambahan layanan skrining dasar bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Kelima, transformasi SDM kesehatan dengan meningkatkan kuantitas dan distribusi serta kualitas tenaga kesehatan melalui beasiswa pemberdayaan diaspora kesehatan dan pertukaran tenaga profesional kesehatan dengan mitra internasional. Yang ke-6 yaitu transformasi teknologi kesehatan yang meliputi teknologi informasi dan teknologi.

    “Saya berharap keenam pilar ini dapat menjadi kompas kita bersama menuju arah bagi kita dimanapun kita berada dan apapun peran kita di dalam perjalanan ini, kita dapat bergerak di satu tujuan sama yaitu Indonesia Sehat,” tegas Pembajun. (uk)

    Sumber : Humas Pemda DIY

  • Yogyakarta (16/11/2021) jogjaprov.go.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan akan melakukan tindakan preventif untuk mencegah kenaikan kasus jelang libur Nataru. “Kami lebih baik melakukan pengetatan di bulan-bulan ini sembari melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2. Dengan harapan kalau tidak ada peningkatan, Nataru nanti juga akan tetap baik,” jelas Sri Sultan saat memaparkan kondisi DIY kepada Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan. Paparan tersebut disampaikan saat Rakor Penanganan Covid-19 secara daring, Selasa (16/11) sore. 

    Sri Sultan melanjutkan bahwa pihaknya telah melakukan kesepakatan dengan Kabupaten/Kota dan mengatur bus pariwisata yang masuk ke wilayah DIY. “Saya telah menyepakati dengan Kabupaten/Kota, bisa yang masuk diperiksa, apabila ada yang belum divaksin, maka harus kembali. Kami menghindari secara ketat akan kenaikan-kenaikan dari sektor pariwisata,” terang Sri Sultan dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. 

    Meski demikian, Sri Sultan mengakui bahwa sempat terjadi peningkatan klaster di DIY. “Namun kami telah bisa atasi dengan cepat sebelum ada penularan lebih jauh. Jadi sekali lagi saya tekankan yang penting itu pengetatan di bulan-bulan ini sehingga Nataru tidak ada kejutan,” urai Ngarsa Dalem.Menurut Sri Sultan, skema ini secara konsisten dilakukan bersama Kabupaten/Kota.

    Sementara, Menteri Luhut kembali menegaskan bahwa saat ini seharusnya pemerintah daerah telah sampai pada tataran science and art.“Data (tentang Covid-19) sudah tersedia, tinggal mengolahnya saja mau bagaimana. Saya kira Pak Sultan sudah masuk ke tahapan itu. Silakan data diolah bersama dan muncul kebijakan,” urainya. 

    Menteri Luhut menambahkan, sejatinya kebijakan yang disarankan pemerintah pusat, dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. “Tidak selalu mesti seperti yang saya sampaikan di sini. Kalau di daerah ada pertimbangan khusus, silakan saja. Pada akhirnya yang terpenting tidak ada kenaikan yang siginifikan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Menteri Luhut memberikan arahan untuk dapat dilaksanakan kepala daerah dalam dua minggu ke depan. Adapun arahan tersebut sebagai berikut:

    1. Memperketat penggunaan Peduli Lindungi dan penerapan protokol kesehatan di tempat kerumunan
    2. Percepatan vaksinasi, terutama vaksinasi lansia di daerah dengan tingkat vaksinasi umum/vaksinasi lansia di bawah 50%
    3. Syarat perjalanan untuk angkutan umum jarak jauh tetap vaksinasi lengkap dan antigen atau jika baru 1x vaksinasi maka ditambah dengan PCR
    4. Peningkatan aktivitas testing dan tracing oleh TNI/Polri dan active case finding serta memasukkan yang deteksi positif ke karantina terpusat

    Di samping itu, belajar dari pengalaman gelombang sebelumnya, kepala daerah perlu mempersiapkan skenario termasuk scenario terburuk seperti:

    1. Kesiapan tempat tidur RS, RS darurat, oksigen, tenaga kesehatan, dan obat-obatan sudah diperhitungkan dari sekarang
    2. Peningkatan kapasitas testing dan tracing, serta penyiagaan fasilitas isolasi terpusat, termasuk anggaran untuk logistik pasien selama melakukan isolasi
    3. Anggaran Bantuan sosial dan PEN dapat segera diaktifkan dengan cepat seandainya PPKM harus kembali ke level 4 (penyempurnaan data penerima bantuan dilakukan kontinu dari sekarang)

    Meski situasi pandemi Covid-19 masih berada pada tingkat yang terkendali, peningkatan RI secara nasional dan Jawa-Bali perlu menjadi perhatian. Kewaspadaan harus ditingkatkan terutama di Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur mingguan. Bupati/Walikota, Dandim, dan Kapolres perlu melakukan antisipasi untuk menahan kenaikan lebih lanjut.

    Kesuksesan dalam menekan kenaikan Covid-19 pada periode Nataru, akan menentukan keberlanjutan pemulihan ekonomi di kuartal pertama tahun 2022. Adapun capaian vaksinasi DIY dosis 1 per 15 November 2021 telah mencapai 2.712.881 orang atau 95,15% dan dosis kedua 1.989.837 orang atau 4,85 %. DIY juga tengah menunggu arahan dari pusat untuk dapat melaksanakan vaksinasi anak usia di bawah 12 tahun. [vin]

    Sumber : HUMAS DIY

  • DIY menyelenggarakan vaksinasi dosis III bagi para pendukung tenaga kesehatan yang berperan aktif pada penanganan Covid-19, Senin (29/11) di Gedung Grha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Lebih dari 4000 orang akan mendapatkan suntikan dosis III dalam kurun waktu 3 hari, mulai (29/11) hingga (01/12) mendatang.

    Wagub DIY KGPAA Paku Alam X meninjau langsung pemberian vaksin dosis III tersebut guna memastikan kelancaran vaksinasi. Wagub DIY yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid–19 DIY ini saat berkeliling ke titik-titik tahapan vaksinasi selalu menekankan untuk baik vaksinator maupun penerima vaksin agar selalu disiplin prokes.

    Menurut Sri Paduka, meskipun sudah mendapatkan booster vaksinasi, namun tidak akan berguna apabila abai dan tidak melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Oleh karenanya, Sri Paduka berharap dengan diberikan dosis ke III ini para pendukung tenaga kesehatan ini lebih kuat dan lebih mawas diri untuk bisa menjaga kesehatan dengan baik, sehingga pemberian booster ini tidak sia-sia.

    Komandan SAR DIY, Broto Seno menjelaskan, dosis ke-III ini diikuti oleh relawan-relawan pendukung tenaga kesehatan seperti Tim Kubur Cepat yang bertugas mengebumikan jenazah pasien Covid-19. Untuk itu, guna mendukung penanganan Covid–19 ini, relawan pendukung tenaga kesehatan ini perlu mendapatkan vaksinasi dosis III karena bersentuhan langsung dengan mereka yang terpapar.

    Sumber : Humas Jogja

  • Yogyakarta (09/11/2021) jogjaprov.go.id – Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada pendukung tenaga kesehatan dan tenaga penunjang layanan Covid-19, Pemerintah DIY bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DIY menyelenggarakan vaksin massal dosis III.

    Pagi ini, Selasa (30/11), Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X meninjau pelaksanaan  vaksin massal dosis III bagi pendukung tenaga kesehatan dan tenaga penunjang layanan Covid-19 di beberapa titik lokasi diantaranya; di Kantor PMI DIY,  Gedung Grha Wana Bhakti Yasa, Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.

    Titik pertama lokasi vaksin yang dikunjungi adalah Gedung Grha Wana Bhakti Yasa di Jalan Kenari. Wakil Gubernur DIY memantau secara langsung kesiapan petugas vaksin dan alat, juga peserta vaksin. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPBD DIY. Vaksin dosis III ini diberikan kepada seluruh relawan yang menangani berbagai kegiatan baik dari relawan BPBD maupun relawan yang ada di tiap-tiap komunitas di masyarakat.

    Target tercapai pada hari pertama (29/11) adalah sebanyak 680 dosis. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana. Ia juga menjelaskan, jumlah peserta yang sudah mendaftar hingga hari ini adalah sebanyak 4.152 orang. Ia berharap terus akan ada penambahan peserta sampai dengan besok (01/12).

    Dijelaskan olehnya, vaksin booster ini merupakan bentuk dukungan kepada mereka para relawan sebagai garda terdepan dalam pelayanan, sebagai antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Natal dan tahun baru, serta liburan. “Kita harapkan dengan dukungan ini mereka bisa memberikan kontribusi maksimal dalam pelayanan,” kata Biwara.

    Usai meninjau vaksin massal di Gedung Grha Wana Bhakti Yasa, pantauan kemudian dilanjutkan ke Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan Kantor PMI DIY. Di Kantor PMI DIY, Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka, diterima langsung oleh Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo.

    Pada kesempatan ini, Sri Paduka sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid–19 DIY mengucapkan terima kasih kepada GBPH Prabukusumo dan rekan-rekan relawan atas terselenggaranya vaksin massal dosis III ini.

    Kepada GBPH Prabukusumo, Sri Paduka  berharap akan adanya penambahan jumlah peserta yang divaksin. Sri Paduka berharap agar vaksin booster ini mampu mengcover semua tenaga relawan sebagai garda terdepan. “Hal ini perlu dilakukan agar mereka sebagai garda terdepan bisa lebih siap, tentunya dalam rangka menghadapi Natal dan tahun baru serta kejadian-kejadian ekstrim akibat perubahan iklim. Ini harus kita apresiasi,” himbau Sri Paduka.

    Adapun Gusti Prabukusumo menyampaikan bahwa vaksin boosterini  sangat dibutuhkan sekali sebagai perlindungan atau safety bagi para relawan karena mereka sangat rentan. “Jadi dengan vaksin boosterini jadi lebih meningkatkan imunitas seseorang khususnya relawan dalam bertugas,” tutur Gusti Prabukusumo.

    Gusti Prabukusumo  menyampaikan bahwa pihak PMI berusaha hari ini juga untuk menambah jumlah peserta yang divaksin. “InsyaAllah besok pagi kalau nanti diberi tambahan seperti arahan dari Kanjeng Gusti. Ini kita langsung buka lagi besok pagi, semua relawan (relawan apa saja) untuk masyarakat DIY,” ungkap Gusti Prabukusumo. Gusti Prabukusumo juga berharap nantinya vaksin booster ini juga bisa diberikan kepada semua relawan dan pengurus serta keluarga di kalangan PMI.(fk)

     

    Sumber : HUMAS PEMDA DIY

© Official website Pemerintah Daerah DIY. 2020